selasar-loader

Di mana kamu indekos selama kuliah di Yogyakarta? Apa alasan di sana?

Last Updated Apr 7, 2017

Via mamikos.com

Di daerah mana kamu ngekost selama kuliah di Yogyakarta? sebutkan alasanya :)

3 answers

Sort by Date | Votes
Burhannudin Alwi
Mahasiswa Hukum

-LGEa0F0oOtu4JAdpCNhOjn414LYmI_y.jpg

Sebelumnya perkenalkan, saya Alwi, mahasiswa sarjana fakultas hukum Universitas Gadjah Mada. Jika yang dimaksud indekos adalah tinggal di suatu kamar yang menjadi satu bagian atau berada di dalam induk rumah pemiliknya atau di sebuah kamar dengan pintu langsung menghadap halaman yang berjejer dengan kamar lain serta terpisah dari rumah pemiliknya dengan sistem pembayaran sewa perbulan atau pertahun atau rentang waktu tertentu, maka jawabannya adalah saya belum pernah (jika di kemudian hari saya memutuskan ngekos-sesuai pengertian ngekost yang saya maksud di awal). Namun, jika indekos yang dipahami adalah tinggal di suatu tempat dengan waktu tertentu dan skema (bayar atau gratis) apapun, maka saya bisa menjawabnya.

Selama kuliah di Yogyakarta, ada dua tempat yang pernah menjadi 'rumah" indekos saya. Pertama, di rumah budhe. Berjarak sekitar 4 km dari kampus, saya, seusai mendapat pengumuman penerimaan mahasiswa baru, ditawari oleh Budhe untuk menetap di rumahnya selama kuliah. Saya mengiyakan tawaran tersebut. Dengan akses ke kampus yang mudah serta fasilitas di rumah budhe yang menurut saya lebih dibanding yang ada di rumah saya sendiri dan ditemani sepupu-sepupu yang diantaranya adalah mahasiswa dan pelajar, saya senang dan nyaman tinggal di sana. Alasan lainnya, tentu saja, gratis. Saya menetap di rumah tersebut selama 3 semester.

Berikutnya, di semester 4 hingga semester 8 awal, saya tinggal di pondok pesantren khusus mahasiswa. Pondok Pesantren Budi Mulia Yayasan Shalahuddin, lengkapnya. Sebentar, jika anda mengira kegiatan di pondok pesantren ini mirip dengan pondok pesantren yang jamak dipahami orang, tunggu dulu. Tidak ada kegiatan mengaji-membaca kitab dalam bahasa Arab, perkuliahan dari kiai atau pengajar yang ketat dari pagi hingga akhir malam. Tidak ada. Kegiatan perkuliahan tetap ada dengan waktu yang tidak bertabrakan dengan jam kuliah di kampus masing-masing mahasiswa. Perkuliahan dijadwal selepas salat subuh hingga pukul enam pagi dan sebakda salat isya hingga pukul 9 atau tergantung pengajar (ustad) yang bersangkutan. Berlokasi 7 km arah utara kampus UGM atau 3 km dari rumah budhe, saya memantapkan tekad untuk menetap di pondok tersebut seketika ada pendaftaran. Alasannya, saya ingin mendapatkan pengalaman dan ilmu lain. Terletak di dekat area perumahan dan suasana yang asri, menurut saya, pas jika ingin mencari ketenangan. Ketenangan batin dan ragawi. Tentu saja, pada waktu itu, selama saya indekos di pondok Budi Mulia tidak dikenakan biaya sepeserpun. Alias gratis. Hanya dibebankan biaya tarif listrik jika ingin tetap menyala.

#SayembaraSelasar

 

sumber gambar : blogspot.com

Answered Apr 24, 2017
Venusgazer E P
A man who loves reading, writing, and sharing

Bulan-bulam pertama kuliah di Yogyakarta saya tinggal di rumah saudaranya teman yang ada di Notoyudan,wilayah disebelah barat Malioboro. Awalnya karena bersama teman numpang saat mengikuti bimbingan belajar yang ada di daerah Wirobrajan. Ketika teman pindah ke kostnya, saya masih di sana karena ditahan-tahan agar tinggal di sana saja.

Kemudian saya memutuskan untuk pindah karena merasa tidak enak di sana makan tidur gratis. Saya mencari kost yang dekat dengan kampus agar bisa jalan kaki. Terpenting juga adalah kost-kostan yang ada induk semangnya. Jadi tidak bebas. Saya pikir itu baik untuk saya yang jauh dari orangtua.

Kost pertama berada di Papringan, cukup dekat dengan kampus Sanata Dharma tempat saya kuliah. Biaya setahun hanya 125 ribu. Lumayan murah dibanding kost-kost lain. Kamar berukuran 2,5 x 3 meter saja. Untuk mandi dan cuci masih harus menimba. Ya hitung-hitung olah raga. 

Sekitar 4 tahun saya tinggal di sana, namun satu tahun terakhir saya lebih banyak tinggal di tempat teman di daerah Patangpuluhan dan di kampus. Kebetulan semasa kuliah saya aktif di UKM yang memiliki posko tempat kami selalu stand by.

Kemudian saya pindah ke kost yang ada di daerah Pringwulung dekat selokan Mataram. Kost-kostannya juga ada induk semangnya. Fasilitasnya lumayan baik dari kost sebelumnya. Saya tidak perlu menimba dari sumur lagi. Dari kampus sedikit jauh, tapi ketika itu saya sudah memiliki sepeda motor jadi tidak terlalu masalah.

Di sana 2 tahun saja. karena kemudian saya pindah ke rumah mantan pacar. Sejak ayah mantan pacar saya meninggal dunia saya mulai berada di sana untuk bantu-bantu. Kebetulan pacar saya kerja di luar kota dan anak laki-laki yang paling besar kuliah di Semarang. Keluarga tersebut juga memiliki kost-kostan dan saya tinggal di salah satu kamar secara gratis,

Ketika hubungan saya dengan pacar berakhir, saya kemudian pindah kost di daerah Jalan Timoho, tidak jauh dari kampus IAIN Sunan Kalijaga. Kebetulan ada beberapa teman yang kost di sana. Mungkin ini kost terbaik dimana saya pernah tinggal. Kost-kostnya berbentuk persegi panjang dengan 13 kamar ukuran 3 x 3 meter. Di depan kamar ada teras yang lebarnya2 meter tempat menaruh kendaraan dan kursi panjang. Terdapat dapur dan 3 kamar mandi yang airnya PAM. Tetapi ada sumur juga yang dilengkapi pompa air tangan. Ibu kost yang berada di rumah depan setiap pagi dan sore menyediakan air panas 2 termos.

Halaman bagian dalam kost cukup luas. Kami manfaatkan untuk bermain tenis meja yang kami buat sendiri. Teman-teman kost cukup kompak dan begitu toleran. Walau kami berasal dari berbagai suku dan agama. Kami juga membentuk kesebelasan dimana seminggu sekali kami bermain sepakbola di lapangan IKIP atau lapangan milik AU.

Ada beberapa teman yang statusnya masih SMA juga. Dan saya kadang terpaksa menjadi wali murid mereka. Datang ke sekolah mengambil raport atau jika mereka mendapat masalah. Saya kost di sana ketika status saya sudah bekerja. Terbilang cukup lama juga saya di sana. beberapa teman yang lulus kuliah kembali ke tempat asal. Berganti dengan orang-orang baru dan suasana kekeluargaan tetap terjaga.

Saya pikir sulit mendapatkan kost yang ideal seperti yang terakhir saya tempat itu. Tenang, bersih, aman dengan harga yang sangat terjangkau. Ibu kost baik, tidak pernah marah jika terlambat bayar sewa. Jika pohon mangganya berbuah selalu dibagikan ke anak-anak kost. Ketika lebaran tiba, kami yang tidak pulang kampung pasti diantarkan opor ayam dan lontong.

 

Answered Apr 24, 2017
Muhammad Ali Izzah
Mahasiswa Penggiat Tata Ruang

Bagi saya yang merupakan mahasiswa program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), memilih indekos menjadi tidak sederhana.

Mungkin bagi beberapa orang sederhana saja untuk memilihnya. Bisa jadi, fasilitasnya bagus, harganya murah dan lain sebagainya. Tetapi bagi saya, ternyata ada hal lain yang saya dapatkan dari ilmu perkuliahan saya yang saya dapatkan untuk pertimbangan-pertimbangan lainnya.

Pertimbangan saya sebagai anak mahasiswa PWK akan memilih indekos dengan beberapa prinsip dalam penataan ruang. Namun terdapat satu yang paling vital bagi saya, yaitu aksesibilitas.

Aksesibilitas ini tidak hanya semata-mata lancar/tidaknya kendaraan masuk ke dalam area indekos. Tetapi, kita perlu melihat aksesibilitas dari perspektif manusia. Karena sejatinya, ruang perkotaan diciptakan untuk manusia. 

Kegiatan berjalan kaki tentunya akan lebih berkelanjutan ketimbang menaiki kendaraan. Maka perspektif aksesibilitas yang saya ambil adalah dengan cara berjalan kaki. Dari suatu indekost, apa saja fasilitas-fasilitas penunjang di sekitarnya yang dapat dicapai dengan berjalan kaki? Seberapa jauh? Tentunya, semakin banyak fasilitas-fasilitas yang bisa diakses maka bagi saya kualitas indekos itu semakin baik.

Semoga dapat memberi perspektif baru dalam memilih indekos.

Answered Nov 29, 2017

Question Overview


4 Followers
607 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah warna jaket almamater Universitas Gadjah Mada (UGM)?

Lebih penting mana, IPK atau organisasi?

Mengapa kita harus kuliah?

Bisakah kesuksesan diraih tanpa harus kuliah?

Apa motivasi terbaik Anda untuk seseorang yang mulai jenuh kuliah?

Apa strategi terbaik untuk mendapatkan IPK tinggi tapi tetap santai dalam kuliah?

Bolehkah ikut BEM meskipun sebenarnya tidak tertarik dengan dunia pergerakan mahasiswa?

Ketika menyadari bahwa Anda salah jurusan, apa yang Anda lakukan?

Pernahkah Anda di-drop out (DO) ketika kuliah?

Apa peristiwa paling menyebalkan ketika sedang mengerjakan skripsi?

Bagaimana anak kos menjaga pola hidup sehat?

Mengapa mahasiswa Indonesia harus berprestasi?

Bagaimana sejarah atau cara sebuah perguruan tinggi sekarang meraih predikat unggul?

apa langkah terbaik yang bisa dilakukan sebagai mahasiswa tahun akhir?

Apa yang kamu lakukan ketika merasa bosan di kamar kost?

Apakah Anda tahu kapan akan dilaksanakan kegiatan Gerakan Pemuda Ansor dalam waktu dekat ini?

Mengapa gerakan mahasiswa mengajar begitu diminati mahasiswa?

Motivasi apa yang membuat Tsamara mau bergabung dalam dunia aktivis di tengah banyaknya mahasiswi saat ini yang cenderung pragmatis?

Bagaimana jika perempuan yang menjadi ketua BEM?

Mampukah Mahasiswa Memberdayakan Masyarakat?

Mengapa GDP per kapita Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta termasuk paling rendah di Indonesia?

Apa saja tempat wisata yang mengesankan dan wajib dikunjungi di Jogja?

Mengapa Yogyakarta bikin kangen?

Apa yang membuat kota Yogyakarta demikian memikat dan berkesan buat Anda?

Apa yang membuat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta demikian memikat dan berkesan buat Anda?

Apa keistimewaan Yogyakarta sehingga disebut Daerah Istimewa?

Bagaimana solusi untuk mengatasi permasalahan Kampung Code?

Apa saja motif batik tradisional Yogyakarta?

Siapa Mbah Maridjan?

Apa yang menarik dari Keraton Yogyakarta?