selasar-loader

Apa perbedaan menjadi Cina di Indonesia dibandingkan di Malaysia?

Last Updated Apr 6, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Anthony Robinson
Associate Director at CIMB Securities (Singapore) Pte Ltd

a4V5gXpGJjVj8F6m8EkqsJH33tidCz-L.jpeg

Tidak gampang menjadi seorang Tionghoa di bumi Nusantara. Saya ingat masa kecil saya di Pontianak, di mana Tionghoa di kota kelahiran saya ini memiliki budaya yang lebih kental dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia dan masih berbicara dalam bahasa dialek di rumah.

Saya tidak tahu bagaimana kondisinya sekarang, tetapi Pontianak pada dekade 80an bukan tempat yang kondusif bagi seorang anak untuk tumbuh dan berkembang. Saya diperlakukan berbeda, diteriaki dengan sebutan Cina, seakan-akan itu sesuatu yang salah, diancam akan dipukuli, dan bahkan uang jajan saya pun pernah dirampas beberapa kali.

Tumbuh di daerah seperti ini mengajarkan secara tidak langsung bahwa saya ini minoritas yang tidak disukai tanpa alasan yang jelas dan oleh karenanya, saya harus senantiasa rendah hati dan waspada.

Ketika saya lulus kuliah dan pindah ke Jakarta, terus-terang saya merasa terkejut karena teman-teman kerja saya yang bukan orang Tionghoa ternyata ramah, bersikap menerima, dan sangat bersahabat.

Ketika Presiden Gus Dur menjadikan tahun baru Cina sebagai hari libur nasional, saya melihat betapa semua penduduk Pontianak dari berbagai kalangan turut merayakannya mulai dari permainan kembang api semalam suntuk sampai tarian naga.

Ada rasa sejuk di hati melihat semua suku, ras, dan agama menanggalkan atributnya untuk bersuka-cita menikmati perayaan budaya ini.

Sebelas tahun yang lalu, saya pindah ke Singapura. Bekerja di Singapura berarti kita dituntut untuk bekerja sama dengan siapa saja, tidak peduli apa warna kulitnya dan yang dipentingkan adalah apa yang bisa dilakukan oleh masing-masing anggota tim demi tercapainya tujuan akhir dari sebuah proyek. Pengalaman di sini, ditambah lagi dengan kesempatan untuk berkelana ke negara-negara membuka wawasan saya tentang keharmonisan bersuku, berbangsa, dan bernegara.

Kemudian, ketika saya melihat kembali, saya tidak mendendam, tetapi bersyukur telah dilahirkan sebagai orang Indonesia yang berasaskan Bhinneka Tunggal Ika. Saya dengan bangga bercerita kepada teman-teman Singapura bahwa Indonesia itu terdiri dari banyak suku, bukan saja suku Melayu seperti yang selalu mereka pikirkan.

Saya tersenyum ketika membaca tulisan Lee Kuan Yew yang menyebutkan bahwa salah satu peninggalan Bung Karno yang paling penting adalah bahasa Indonesia, sebab ini memungkinkan kita semua dari Sabang sampai Merauke, untuk berkomunikasi satu sama lain.

Saya senang Indonesia berbeda dengan Malaysia karena dari segi hukum, kita tidak lagi menganut konsep bumiputera (pribumi/non-pribumi dalam konteks Indonesia). Ini berarti kita semua adalah sama dan sejajar.

Lalu, tiba-tiba kita dihadapkan dengan kenyataan yang terjadi pada Pilkada DKI. Betapa menyedihkan dan konyol. Saya tidak bisa berbicara mewakili semua pihak, sebagai seorang Tionghoa yang lahir di Indonesia, saya tidak berpikir bahwa saya ini bangsa Cina. Tidak sekali pun. Justru sebaliknya, saya bangga menjadi orang Indonesia, sebab kalau tidak, kenapa saya tidak pindah kewarganegaraan menjadi orang Singapura dalam 11 tahun terakhir ini?

Jika ada iri hati karena orang Tionghoa dianggap menguasai perekonomian Indonesia, apakah Anda pernah melihat orang Tionghoa yang hanya memiliki rumah beralaskan tanah karena begitu miskinnya? Berpuluh-puluh tahun suku Tionghoa dibatasi dalam berbagai aspek, jadi apa lagi yang harus dilakukan kalau bukan berdagang?

Saya tidak mengatakan bahwa suku Tionghoa sepenuhnya benar. Kondisi hari ini adalah sebuah kesalahan yang dibiarkan berlarut-larut oleh dua belah pihak, namun kita mempunyai pilihan untuk mengoreksinya. Kenyataannya adalah kita semua peduli dan ingin melihat Indonesia menjadi lebih baik.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Indonesia adalah bangsa yang besar, tapi sebagian belum teredukasi. Masalah besar bagi orang yang belum teredukasi adalah gampang terhasut. Di sini tidak bisa dimungkiri bahwa pendidikan itu penting dan memungkinkan orang melihat lebih dari sekadar SARA.

Selanjutnya, jika kita mau belajar dari negara-negara maju, agama adalah urusan pribadi seseorang dengan Tuhan. Tidak bisa dicampuradukkan dengan kehidupan berbangsa dan bernegara, apalagi di Indonesia yang begitu majemuk penduduknya. Ini sudah dari jauh-jauh hari dipahami dan disepakati oleh pendiri bangsa, kenapa kita mau mengingkarinya hari ini?

Yang terakhir, pemimpin itu hendaknya bersifat mengayomi dan melayani. Belum pernah di dalam sejarah bangsa ini kita memiliki seseorang seperti Presiden Jokowi yang jujur, mau bekerja begitu keras, dan terlihat hasilnya. Tidakkah sewajarnya kita mendukung dia? Demikian juga jajaran pemerintahan yang ada di bawahnya. Kalau pola pikirnya masih malas dan korupsi, sepantasnya mereka malu.

Puluhan tahun kita tertinggal dari bangsa-bangsa lain, jadi sungguh tidak terbayangkan kalau orang macam apa yang dapat tidur nyenyak ketika hati nurani semestinya merasa tidak tenang.

Akan tetapi, itu urusan mereka. Yang menjadi urusan kita adalah melakukan apa yang kita bisa untuk mendukung Presiden Jokowi, salah satunya adalah dengan memilih pejabat yang searah dengan pemerintah pusat.

Tulisan lain dari saya dapat dilihat di sini.

 

Sumber gambar via penulis

Answered Jul 28, 2017

Question Overview


3 Followers
4661 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Adakah keterlibatan Indonesia pada Perang Dunia II?

Bagaimana sebenarnya hubungan Jokowi dengan Ahok?

Pernahkah Anda bertemu Presiden Joko Widodo?

Hal-hal apa sajakah yang harus dipenuhi agar Indonesia menjadi pemimpin budaya populer dunia?

Foto apa saja yang bisa mengubah cara pandang kita tentang Indonesia?

Apa yang Anda banggakan dari Indonesia saat bertemu masyarakat internasional?

Masakan/makanan Indonesia apa yang menurut Anda paling mungkin go international?

Mengapa bangsa Indonesia dapat sebegitu lamanya dijajah oleh Belanda?

Makanan/masakan Indonesia apa yang paling memiliki nilai sejarah tinggi?

Apa yang membuat beberapa suku di Indonesia masih tetap bertahan dengan gaya hidup tradisionalnya, misalnya Suku Badui?

Apa yang kamu pikirkan tentang orang Malaysia?

Apa yang membuat sektor pariwisata Indonesia tidak bisa bersaing melawan Thailand dan bahkan Malaysia?

Jika Indonesia dan Malaysia berkebangsaan sama, kenapa kini menjadi dua negara berbeda?

Mengapa Indonesia sering berseteru dengan Malaysia?

Apa yang Anda ketahui tentang penyanyi Yunalis Zarai atau Yuna?

Sebagai negara yang juga merayakan hari Raya Idul Fitri, apakah Malaysia mempunyai tradisi yang sama dengan Indonesia? Jika berbeda, apa saja perbedaannya?

Bagaimana cara anak Indonesia bisa sekolah menengah atas di Malaysia?

Bagaimana hubungan bilateral Korea Utara dan Malaysia pascakematian Kim Jong Nam?

Siapakah pemenangnya jika terjadi perang antara Indonesia dengan Malaysia?

Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apa yang dimaksud dengan butterfly effect?

Mengapa Facebook digunakan banyak orang?

Siapakah tetangga Anda yang paling mengesankan, ramah, dan sering menginspirasi warga sekitarnya?

Apa yang orang tua Cina-Indonesia ajarkan pada anak-anak mereka tentang penduduk asli Indonesia?

Apa sajakah kelebihan dan kelemahan orang Indonesia?

Apa sajakah hal yang terbaik yang dapat dilakukan orang Indonesia?

Mengapa sistem pendidikan dikatakan erat kaitannya dengan sosial budaya dan pembangunan nasional?