selasar-loader

Mengapa kajian agama di ITB hanya ramai di lingkup Masjid Salman?

Last Updated Apr 6, 2017

1 answer

Sort by Date | Votes
Hamdi Alfansuri
Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, Institut Teknologi Bandung

uXs04Bt6hvbCVKHo_1-KC_4rCVV7BI1B.jpg

Sepengetahuan saya, sebenarnya kajian agama di lingkungan kampus ITB ramai dan berkembang tidak hanya di Masjid Salman. Karena juga ada Unit Keagamaan yang diakui dan terdaftar resmi. Yang pada umumnya sekretariatannya berada di kawasan Sunken Court (lorong antara gedung PAU dan Perpustakaan) yang dijadikan salah satu pusat sekretariatan Unit Kegiatan Mahasiswa.

Selain itu juga terdapat beberapa Lembaga keagamaan yang ada di kampus. Namun memang yang paling terlihat ramai ada di Masjid Salman. Sebagai masjid kampus dan dengan mayoritas muslim, Masjid Salman menjadi pusat dari pergerakan agama Islam dan tempat berkumpul mahasiswa muslim atau sekadar untuk melakukan shalat dan istirahat. Apalagi di lingkungan Masjid Salman ada beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat berkumpul, berdiskusi seperti di koridor masjid, lapangan hijau, lapangan rumput, selasar teh dan tempat lainnya.

Selain itu, di lingkungan Masjid Salman juga terdapat banyak Unit Kegiatan yang menurut saya bisa memenuhi kebutuhan minat mahasiswa, seperti Aksara (Kepenulisan), Majlis Ta'lim (MATA), Unit Pengembangan Tilawatil Quran (UPTQ), Korps Relawan Salman (Korsa), Unit Pembinaan Anak-anak Salman (PAS), Pustena (Pusat teknologi tepat guna), Salman Enterpreneur Club (SEC) dan lain sebagainya. Hal ini tentu selain bisa menjadi penyalur minat bakat juga bisa menjadi tempat memperbaiki diri dan menambah pengetahuan keagamaan.

Hal tersebut bersifat wajar saja apabila kajian agama di ITB terlihat ramai di lingkungan Masjid Salman ITB, namun bukan berarti hanya ada di sana ya :)

Answered Jun 19, 2017