selasar-loader

Apa pendapat Anda tentang bullying?

Last Updated Apr 5, 2017

7 answers

Sort by Date | Votes
Dadan Rizwan
Ketua Umum Aliansi Pemberdayaan Pemuda Nusantara

suatu perlakuan yang mengganggu, mengusik terus-menerus dan juga menyusahkan baik secara sikologis maupun secara fisik.

Answered Aug 21, 2017
Tyasti Aryandini
Pendidik AUD. Juara III Guru TK Berprestasi Tangsel 2016. Mahasiswi FIP UMJ

qkUCt0VAhdztc8hHorpgl0XnPJhEm_v0.jpg

Via, seorang siswi kelas 4 SD di Jakarta, tengah mengantri jajan bakso di kantin sekolahnya. Tiba-tiba sekelompok siswi senior kelas 6 yang sudah mengincar Via sejak awal datang ke kantin sekolah dengan sengaja menyenggol semangkuk bakso panas yang baru saja didapat Via hingga tumpah ke sekujur tubuhnya. Via berteriak dan menangis, tapi apa yang terjadi? Sekelompok siswi senior itu malah tertawa puas sedangkan teman-teman sekolah Via lainnya dan para penjaja makanan di kantin hanya bisa melongo dan menonton kejadian itu. Mereka kemudian bergegas menolong setelah Via berteriak karena badannya melepuh terkena kuah bakso panas.

Penyebabnya kejadian tersebut ternyata sepele, Via dianggap tidak tahu aturan oleh para senior jika makan di kantin, yaitu para junior tidak boleh mendahului antrian dalam setiap jajanan. Dalam menghadapi masalah aturan dari senior ini, Via tidak bisa bertindak karena setiap aduannya ke pihak sekolah malah akan menjadi ancaman baru bagi hidupnya setiap hari di sekolah. Akhirnya Via trauma dan mengadukannya ke orangtuanya hingga Via pun dipindahkan oleh orangtuanya ke sekolah lain. Tapi bagaimana nasib Via kemudian di sekolah barunya atau siswa lain yang diperlakukan kasar oleh senior? Apakah mereka akan terhindar dari kejadian serupa?

Lain halnya dengan kasus anak RK, anak lak-laki siswa  kelas V di sekolah dasar negeri di bilangan Jakarta Timur ini akhirnya meninggal dunia setelah tewas dianiaya oleh kakak kelasnya. Apa pasal? Pelaku yang tidak lain adalah kakak kelas dari korban, tidak terima ketika Riki tidak sengaja menyenggol dan menjatuhkan pisang goreng cokelat (Piscok), milik pelaku di tangga sekolah. Saat itu, RK yang hendak masuk kelas, tidak sengaja menabrak Si Kakak kelas yang sedang duduk di tangga sekolah sambil menikmati piscok.

Tidak hanya memarahi dan meminta RK minta maaf, tetapi Si Kakak kelas pun meminta RK menggantikan piscoknya seharga Rp1.000,-. Sayangnya, emosi Si Kakak kelas malah semakin menjadi setelah RK menuruti semua keinginan dari Si Kakak kelas. RK masih dimarahi sambil dipukuli berulang pada bagian perut dan punggungnya, akibat pemukulan tersebut RK mengalami kejang hingga akhirnya meninggal dunia. Sungguh ironis.

Satu tahun terakhir  ini, Saya diberikan kesempatan mengajar di tingkat pendidikan anak usia dini, kini, perhatian saya tertuju pada seorang anak yang tidak biasa, Reni seorang anak perempuan TK  yang belum genap berusia 6 tahun, Reni termasuk anak yang memiliki kecerdasan kognitif yang baik. Ketika guru bercerita di kelas misalnya tentang tata surya, Reni dengan senangnya menanggapi cerita guru bahwa tata surya itu terdiri atas matahari dan planet-planet yang memutarinya dengan pengetahuan awal yang pernah didapatnya. Demikian juga pada tema yang lain, dapat dikatakan Reni memiliki kemampuan kognitif diatas anak-anak lain di kelas.

Namun, pernah suatu kali saat peringatan hari Bumi berlangsung di sekolah Reni didapati oleh guru sedang mencabuti tanaman teman-temannya setelah  susah payah ditanam dan sekarang sudah tumbuh. Apa pasal? Setelah ditanya mengapa Reni melakukan hal itu, ia mengatakan dengan kesal, “Lagian sih…, yang lain pada tumbuh, punyaku belum”.

Lain waktu, Reni mengunci teman laki-lakinya di kamar mandi dari luar. Reni mengatakan bahwa perbuatan itu dilakukannya karena iseng, Reni juga pernah meminta teman-temannya membawa botol air minum ke sekolah yang sama dengan tokoh kartun yang sama, karena jika tidak maka teman-temannya itu tidak akan ditemaninya. Bukan hanya itu, Reni juga sering meminta makanan atau mainan temannya dan jika tidak diberikan Reni mengancam tidak akan berteman lagi.

 Sofi, seorang anak perempuan bertubuh tambun, bahwa dibuatnya ketakutan dan menangis sesenggukan setiap hendak pergi ke sekolah. Setelah guru menindaklanjuti ternyata Reni senang sekali memelototi Sofi terutama saat bermain di taman bermain. Reni menghasut teman-teman yang lainnya agar tidak mau berteman dengan Sofi, kata Reni pada teman-temannya “masih KB sih gendut, kebanyakan makan kali.” Perilaku Reni diamati oleh guru dan Reni mengatakan ia tidak menyukai jika Sofi karena memakai pakaian yang menurutnya menarik dan ia tidak ia memiliki. Selain itu masih ada beberapa kejadian lain yang dilakukan Reni yang menjadi catatan khusus bagi guru di sekolah. 

Ulah Reni, selalu menjadi catatan guru-guru di sekolah sehingga seringkali guru memanggil dan menasehatinya. Tidak hanya itu, guru di sekolah juga beberapa kali menjadikan kasus yang dilakukan Reni sebagai contoh cerita yang menarik saat kegiatan sandiwara boneka, cerita bergambar, namun tanpa sedikitkpun menyebutkan nama Reni sebagai pemeran Utama. Semua itu dilakukan dengan tujuan agar Reni mau mengubah perilakunya. Reni sering  menyadari bahwa cerita yang sedang dimainkan gurunya, mirip dengan perilakunya. Di tengah-tengah cerita Ia sering mengangkat tangan dan berbicara “kalau aku kan nggak begitu Bunda.” Guru-guru di sekolah sampai kehabisan cara bagaimana mengubah perilaku Reni terhadap teman-temannya.

Pernah pada hari Ulang Tahunnya, saya mencoba memberinya hadiah istimewa. Sebelumnya Saya tidak pernah memberi hadiah pada murid-murid saya karena saya khawatir murid lain akan menganggap saya guru yang pilih kasih. Akan tetapi dalam momen ulang tahun ini, saya memberinya hadiah sebuah buku cerita bergambar yang judulnya adalah “Aku senang berbuat baik” tetapi saya memberikan buku tersebut melalui teman sekelasnya.

Saya tahu, Reni, dari ceritanya sendiri, jarang sekali dibacakan buku cerita oleh kedua orangtuanya bahkan Bundanya di rumah juga jarang membelikan buku cerita untuknya. Setelah beberapa waktu, saya bertanya padanya, “Gimana, bukunya sudah dibaca belum?” Reni menjawab “sudah bun, dibacain sama Bunda ku,” dia melanjutkan “Bunda tau nggak ceritanya?.” Saya mengatakan tentu saya tahu ceritanya, begini kan lalu saya menjelaskan apa yang saya tahu dari buku cerita tersebut. Ternyata Reni tetap melihat bahwa hadiah tersebut dari saya...(more)

Answered Aug 21, 2017
Anonymous

Bullying pada dasarnya merupakansustu perbuatan yang dilakukan dengan menggunakan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik.

perilaku ini marak terjadi pada anak-anak usia sekolah atau bahkan kuliah. perilaku inimerupakan perilaku yang menyimpang dan harus dihindari.

Bullying sendiri diatur dalam UU 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak sebagaimana yang telah diubah dengan UU Nomor 35 Tahun 2014. Karenanya tindakan bullying terutama disekolah haruslah dihapus. Sehingga tidak ada lagi tindakan seperti itu sekolah.

Answered Aug 21, 2017
Dwi Ditha Putri
Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia

6cOH4MpyIaFHceROdQpIZzySIQafwGJ3.jpg

Seperti yang kita ketahui, bullying adalah fenomena yang telah lama terjadi di kalangan remaja. Kasus bullying biasanya menimpa anak sekolah. Kini, tindak kasus bullying semakin marak terjadi.

Dapat dilihat dari kasus-kasus yang bermunculan di kalangan pelajar, seperti adanya pelajar yang membawa dan menodongkan senjata tajam, melakukan pelecehan seksual, membuat genk, memalak, melabrak dan sebagainya. Hal ini semakin menunjukkan berapa mirisnya dunia pendidikan.

Bullying adalah suatu tindakan menyakiti orang lain yang dianggap lebih lemah darinya dengan kekerasan. Terdapat 3 bentuk bullying, yaitu secara fisik, verbal dan psikologis. Dalam bentuk fisik, pelaku menyakiti korbannya secara fisik, seperti memukul, mendorong, menjewer, menampar dan lain-lain.

Dalam bentuk verbal adalah pelaku menghina, membentak, mennggunakan kata-kata kasar, mengejek nama orang tua, mencemooh, menyindir kelemahan mental, dan lain-lain. Dalam bentuk psikologis, pelaku biasanya menyebarkan fitnah, gosip, mempermalukan dan menolak target bullying mereka.

Pada umumnya, pelaku bullying adalah kakak kelas dengan target bullying adik kelas. Jarang terjadi adik kelas melakukan bullying kepada kakak kelasnya. Biasanya, penyebab kasus bullying di sekolah adalah adik kelas yang ‘bertingkah’, dalam arti mencolok secara fisik, gaya berpakaian maupun perilaku. Sehingga, mereka dilabrak oleh kakak kelas.

Penyebab dari sisi lain adalah pelaku yang merasa kuat dan berkuasa  jika melakukan kekerasan terhadap korbannya. Dan juga biasanya, pelaku merasa iri karena korbannya lebih cantik atau lebih pintar, sehingga takut disaingi menjadi yang popular di sekolah.

Bullying memiliki dampak yang buruk baik bagi korban maupun pelaku. Secara psikologis, korban akan kehilangan kepercayaan dirinya, membenci dirinya sendiri, menjadi takut untuk berkeliaran di luar, sehingga selalu mengurung diri. Selain itu, korban akan stress dan depresi, yang tentu merusak kesehatan mereka.

Menurut survey kebanyakan besar dari orang yang dulunya penyiksa di masa sekolah akan melakukan tindakan kriminal saat dewasa. Mereka juga akan kesulitan menjalin hubungan pertemanan dengan teman sekolahnya. Begitu mereka dewasa nanti mereka juga akan sulit beradaptasi dengan teman-teman kerjanya karena ia terbiasa mengontrol orang lain.

Contoh bullying yang paling sering ditemui disekitar kita adalah kakak kelas melabrak adik kelas karena dinilai bertingkah. Biasanya kakak kelas datang dengan ‘keroyokan’ melabrak adik kelasnya yang sendirian.

Selain itu, masa orientasi siswa yang berakhir buruk karena si kakak kelas berlebihan mengerjai para siswa baru. Mengerjai dalam arti memberikan perintah yang tidak berguna kepada adik kelasnya hanya untuk kepuasan pribadi. Dan juga, teman sekelas yang dianggap aneh yang dikucilkan, tidak ada yang mau berteman dengannya, sehingga ia menjadi sering menyendiri.

Menurut penulis, bullying harus dihapuskan. Penulis tidak senang dengan adanya bullying, karena memiliki banyak dampak negatif. Bullying sangat merugikan si korban, contohnya pada murid yang tadinya berprestasi karena di-bully, menjadi depresi.

Sekali menjadi korban, akan susah untuk keluar. Bullying sangat sulit untuk dihilangkan, tapi setidaknya bisa diminimalisir dengan melakukan tindakan preventif.

Hal yang bisa dilakukan guru untuk mencegah bullying di sekolah adalah bertindak tegas. Karena jika guru terlalu santai menanggapi masalah bullying, pelaku akan merasa “diizinkan” dalam melakukan bullying. Kedua, perlu diadakannya seminar anti-bullying.

Mungkin terdengar membosankan, tetapi setidaknya, orang tua dan murid menjadi lebih terbuka matanya tentang dunia bullying. Selain itu, diadakannya mentoring dengan murid. Walaupun terkesan membuang waktu, tetapi inilah yang sebagian anak butuhkan di sekolah. Karena guru adalah “orang tua” kedua selain orang tua di rumah.

Seperti orang tua kandung, melakukan mentoring dan menanyakan kebutuhan masing-masing anak sangat diperlukan. Sediakan juga waktu untuk anak murid agar bisa sharing pengalamannya di sekolah.

Untuk orang tua, perlu memberikan perhatian lebih kepada anak, seperti menanyakan kondisi anak di sekolah. Perlu adanya hubungan yang harmonis antara dan anak. Jika keluarga tidak harmonis, anak akan bingung untuk berbagi pengalaman dengan siapa.

Tindakan ini juga mencegah anak agar tidak terjerumus ke hal-hal yang negatif seperti pornografi, narkoba, free-sex, dan sebagainya. Selain itu, orang tua harus cermati perubahan-perubahan pada anak. Jika mengalami bullying, kemungkinan si anak akan mengalami beberapa perubahan. Contohnya nilai akademis menurun, hilang semangat sekolah, susah berkonsentrasi, dan sebagainya.

Jika pelajar sudah masuk ke dunia bullying, hal yang harus dilakukan adalah menahan emosi. Jika Anda di-bully, sembunyikan rasa takut dan sedih, karena hal itu akan membuat pelaku semakin “sukses” me-bully Anda.

Kedua, jangan berjalan sendirian. Ajak teman Anda seminimal-minimalnya 3 orang agar ada yang membantu ketika Anda di-bully. Selain itu, jika sudah di-bully, lawan pelaku. Yang di maksudkan bukan membalas pukul, tapi tunjukkan sikap bahwa Anda bukan orang yang gampang di-bully. Misalnya membusungkan dada, dan tatap mata si pelaku dengan tajam.

Sebagai penulis, saya menentang adanya kasus bullying di kalangan pelajar. Hal itu sangat merusak pendidikan di Indonesia. Baik itu dalam bentuk fisik, verbal maupun psikologis. Karena akibat yang ditimbulkan sangat berbahaya.

Dari kasus-kasus yang pernah terjadi, kita belajar, sehingga perlu dilakukan tindak preventif akan kasus ini. Keterlibatan pemerintah juga tak kalah penting, karena remaja-remaja adalah calon penerus bangsa, perlu pendidikan yang benar-benar tidak sekedar materi pelajaran, tetapi juga pendidikan karakter.

Sumber gambar: tumblr.com

Answered Aug 23, 2017
Rohani Elita
Guru | Tenaga Pendidik

tindakan bully harus diberikan hukuman yang mendidik.

Answered Aug 25, 2017
Anonymous

Bullying harus dihentikan bersama-sama. Tindakan bullying akan memberikan dampak psikologis yang buruk bagi seorang di kelompok umur manapun. tindakan bullying akan memunculkan rasa malu hingga pada depresi pada seseorang yang dibully. Karena dampak buru yang ditimbulkan bagi seseorang yang dibully sangat besar, maka bully harus dihentikan.

Melakukan edukasi kepada pembully adalah hal pertama yang harus dilakukan. Melakukan pembullyian memberikan efek tertentu bagi seroang pembully. mereka biasanya merasa senang dan puas setelah membully seseorang. Memberikan penjelasan kepada orang ini tentang dampak yang ditimbulkan dari kesenangan sesaat mereka kepada orang yang dibully akan lebih baik.

Melakukan pendampingan kepada orang yang dibully adalah langkah kedua. Sebagai seorang korban bully mereka tentu merasakan perasaan yang kurang menyenangkan, entah itu merasa malu bertemu seseorang, minder, bahkan takut. Memberikan bimbingan untuk tak membiarkan orang membully mereka adalah solusi agar mereka tak terus dibully. diharapkan dengan adanya perlawan dari pihak yang dibully menimbulkan rasa segan bagi orang lain untuk terus melakukan pembullyian

Answered Oct 19, 2017

Apa pelaku bullying harus dihukum?

Answered Feb 9, 2018