selasar-loader

Mengapa warna merah muda identik dengan perempuan?

Last Updated Apr 5, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Siti Nurhikmah
a journalism student

VnP-gHiKhU-MS1LKehRv_n6ZIYpQV7Z9.jpg


Sebagai seseorang yang menganut feminisme, saya menyukai permasalahan gender streotip ini. Menurut saya, warna tidak bisa diidentikkan dengan gender tertentu. Memang mengapa kalau laki-laki memakai warna pink? Mengapa jika perempuan memakai warna hitam atau biru? Tidak ada yang salah dengan itu semua, yang salah hanya pemikiran orang-orang yang terhasut oleh penggambaran dari industri-industri tertentu. 

Salah satu yang paling sering saya amati adalah pengaruh dari iklan-iklan yang beredar di media massa. Iklan yang digunakan industri-industri tertentu untuk membuat laris produknya. Menurut saya, stereotip gender ini pertama kali dipopulerkan oleh media massa, dan akhirnya membentuk persepsi tersendiri di kalangan masyarakat. Salah satunya adalah stereotip mengenai warna apa yang identik dengan laki-laki dan perempuan. 

Namun, stereotip gender bukan seputar masalah warna saja, melainkan banyak hal, seperti peran mereka, pakaian mereka, atau bahkan perilaku mereka. Perempuan adalah seseorang pekerja di rumah, sementara laki-laki yang bekerja. Perempuan adalah makhluk yang lebih lemah dari laki-laki. Memasak adalah pekerjaan perempuan. Menjadi supir truk adalah pekerjaan laki-laki. Padahal, wanita bisa saja mengerjakan apa yang dikerjakan laki-laki, dan begitu sebaliknya. Dan, menurut saya tidak ada yang salah dengan hal itu. Persepsi yang tumbuh dalam masyarakat yang membuat semuanya salah. 

Hal ini mengakibatkan banyak perempuan yang dijadikan sebuah objek dalam sebuah advertising. Salah satu contoh yang paling kentara adalah Victoria Secret, merek produk "pakaian dalam" itu sukses menjadikan perempuan sebagai objek dari penjualan suatu produk. Atau, tengok majalah dewasa khusus laki-laki seperti Playboy. Media itu menjadikan perempuan sebagai objek untuk memuaskan nafsu para kaum Adam. Miris, bukan? 

Saya juga memberikan link yang berisi iklan-iklan yang berisi stereotip terhadap gender tertentu. 

https://www.youtube.com/watch?v=3JDmb_f3E2c

Answered Apr 17, 2017

yTUgbaJfREQIEh9MesNlvsk4hk5nrMBv.jpg

Kebetulan sekali saya masih ingat beberapa tahun lalu pernah membaca artikel di Cracked.com berjudul 5 Gender Stereotypes That Used To Be The Exact Opposite. Sebelumnya tolong dimaklumi meski Cracked hanyalah situs humor, secara umum artikelnya dapat dipertanggunjawabkan. No? Oke, bagi Anda yang terlalu menuntut sumber yang lebih ilmiah beruntung Cracked juga menyediakan link ke artikel di Smithsonianmag.com berjudul When Did Girls Start Wearing Pink?.


Perlu dipahami bahwa warna pink bagi gadis dan biru bagi laki-laki itu hanya bentukan opini publik sekarang ini, bukan ketentuan Tuhan. Tidak ada kewajiban sedikit pun bagi kita mematuhinya. Penggunaan warna pink khusus bagi gadis pun sebetulnya belum terlalu lama terjadi. Lantas sebelum seperti sekarang ini para gadis memakai warna apa? Siapa peduli warna apa yang cocok atau tidak cocok dipakai seorang gadis ketika orang-orang masih dipusingkan masalah sulitnya mencari makan atau oleh maraknya wabah kolera.  


Baru di tahun 1918 di Amerika ditemukan kecenderungan bahwa anak gadis kebanyakan memakai warna biru dan anak laki-laki memakai warna pink. Betul, biru untuk gadis dan pink untuk anak laki-laki. Alasannya pink dianggap sebagai warna yang lebih kuat sedangkan biru dianggap sebagai warna yang lebih lembut. Pada tahun 1927 ada perbedaan pendapat mengenai warna apa yang cocok untuk gender apa. Majalah Time bahkan sampai mempublikasikan bagan yang menunjukkan warna apa yang cocok untuk gender tertentu menurut toko-toko pakaian terkemuka saat itu.  Dan baru pada tahun 1940-an trend berubah dan kedua warna tersebut akhirnya dibalik, pink bagi gadis dan biru bagi anak laki-laki. Sejak saat itu dalam berbagai promosi, warna pink dipopulerkan sebagai warna untuk gadis. Dengan kata lain, toko-toko retailer dan perusahaan-perusahaan pembuat pakaian di Amerikalah yang menjadi biang kerok penggunaan warna pink bagi gadis. Mungkin karena sejak dahulu Amerika merupakan pusat perhatian dunia maka wabah tersebut tanpa terkontrol juga ikut menyebar ke seluruh penjuru dunia.


Satu lagi fakta unik, jika mau membuka link sumber di bawah, Anda akan melihat foto balita mantan presiden Amerika Serikat dibalut gaun layaknya gadis cantik. Mengapa Franklin Roosevelt didandani seperti gadis? Karena budaya pada saat itu semua balita didandani seperti itu baik laki-laki maupun perempuan. Nyatanya ia juga tidak lantas menjadi gay bahkan tumbuh menjadi salah satu presiden terbaik yang pernah dimiliki Amerika Serikat. Lantas, sebagai seorang laki-laki apakah boleh memakai warna pink? Terserah, apakah Anda nyaman dengan warna itu, ataukah Anda tipe orang yang mudah dikendalikan oleh opini publik. 

 

Sumber

https://www.buzzfeed.com/leonoraepstein/youll-never-guess-which-us-president-had-better-hair-than-yo
http://www.cracked.com/article_19780_5-gender-stereotypes-that-used-to-be-exact-opposite.html
http://www.smithsonianmag.com/arts-culture/when-did-girls-start-wearing-pink-1370097/

sumber gambar : tstatic.net

Answered Apr 17, 2017
Kusuma Herawati
FIK UI Spesialisasi Kep. Anak/Rumah Kepemimpinan Jakarta Batch 8

Sebetulnya saya tidak sepenuhnya setuju mengatakan bahwa merah muda identik dengan perempuan. mespikun saya perempuan yang kebetulan warna kesukaannya merah muda.

Toh, belum ada penelitian ilmiah bukan tentang perempaun dan warna merah muda?

Tetapi, kita juga tak dapat menutup mata kalau di sekeliling ternyata mayoritas perempuan menyukai warna yang soft, included merah muda, dan laki-laki mayoritas menyukai warna gelap. Ini pun belum ada data pastinya, hanya pengamatan sekelilng saja.

Nah, terkait dengan warna, menurut saya ada kaitannya dengan karakter seseorang. Misal merah muda untuk perempuan, biru untuk laki-laki. Sebagai perempuan dengan warna favorite merah muda, menurut saya warna tersebut menunjukkan karakter yang paling sesuai dengan kita. Merah muda bagi perempuan boleh jadi menunjukkan keceriaan, kelembutan (tidak terlalu gelap ataupun terang), dan semangat. Sedangkan biru, laki-laki cenderung pembawaanya lebih tenang, santai, dan tegas.

tapi tetap balik lagi, tidak semua laki-laki atau perempuan yang rela diidentikkan dengan warna tertentu karena setiap orang unik dan punya kesukaannya tersendiri.

Answered May 7, 2018