selasar-loader

Apa rasanya tinggal di luar Negeri?

Last Updated Apr 5, 2017

3 answers

Sort by Date | Votes
Aprillia Amail
S1 Sastra Inggris UNAIR. Amateur songwriter, painter, and scriptwriter =)

-AwnzZ4zLKaBbKhKB7vJKLOm13OAiMTs.jpg

Somehow really exciting, but also frustrating! Seneng karena tau the other part of the world. Tapi begitu nginjek tanah di sana, biasa aja sih wkwk. Paling curious sama fasilitas2 di negera maju yang sophisticated. Nyebelin ketika ngomong sama native inhabitants yang nggak bisa bahasa Inggris. Duaar, language barriers bisa bikin salah paham dan nyasar. Google translate pun kadang-kadang nggak ngebantu hiks.

Pernah pas di Thailand tanya (pake google translate) "apakah makanan ini mengandung Babi?" Hasilnya?? Kita malah diarahin ke toko jual daging Babi! wkwk. Tapi overall, hal-hal kayak gitu bikin ngangenin. Hmmm.... sekarang lagi ngidam banget pingin solo trip nih :D

Answered Apr 5, 2017
Manoressy Tobias
Seorang skeptis. Banyak pikiran, banyak opini.

ch367zoJPeRRWY2gP118HscHSmaS40qW.jpg

via trivo.ro (FR)

Di minggu-minggu atau bulan-bulan pertama, biasanya masih excited dengan banyak hal baru yang dilihat atau dirasakan.

Lama-lama, kalau sudah mulai kerasan, rasanya biasa saja. Sebelum berangkat studi ke Eropa, saya punya pandangan "Barat" itu selalu lebih superior dari Indonesia dalam segala hal.

Ternyata tidak.

Dalam beberapa hal, betul. Sains dan teknologi, misalnya. Tentu saja "Barat" lebih unggul dari Indonesia. Tapi fasilitas umum? Tergantung. Transportasi umum di Belanda lebih bagus daripada di Jabodetabek, Bandung, atau Surabaya (saya dulu mainnya di sekitar situ saja). Tapi saya juga pernah merasakan naik kereta dalam kota Roma - Vatikan di tahun 2014. Percayalah, KRL Jabodetabek lebih bagus dan nyaman daripada kereta dalam Roma; keretanya remang-remang, kumuh, bau muntah (mungkin saya sedang sial malam itu, entahlah). Lalu saya makan malam di satu restoran kecil di pinggiran downtown Roma. Tiba-tiba, ada 2 orang berkelahi di luar sampai pukul-pukulan dan dorong-dorongan ke kaca jendela restoran. Masih untung mereka tidak baku tembak.

Bicara keamanan, tergantung juga. Di kota Leiden dimana saya dulu studi, kotanya relatif aman. Perempuan bisa jalan kaki sendiri jam 2 pagi tanpa perlu khawatir sesuatu yang buruk terjadi. Tapi di kota besar seperti Amsterdam atau Rotterdam, situasi bisa lebih rawan. Pinggiran kota Amsterdam adalah "sarang" berbagai geng narkoba; dulu pernah ada kejadian dari baku tembak sampai orang dipenggal karena perseteruan geng. Kenalan saya juga pernah ada yang rumahnya dibegal maling di Amsterdam.

Tinggal di luar negeri berpotensi membuka mata kita tentang banyak hal. Berinteraksi dengan berbagai macam orang dari berbagai asal negara, kebudayaan, agama/kepercayaan, etnisitas, gaya hidup yang berbeda-beda. Tinggal di luar negeri juga mengajarkan kita melihat Indonesia dari perspektif luar. Waktu masih di Indonesia, kita mungkin melihat Indonesia "hancur banget". Begitu dilihat dari luar, ternyata Indonesia "jauh lebih hancur" daripada yang kita duga sebelumnya. Hahahaa....

Tinggal di luar negeri bisa membuat kita lebih menghargai hal-hal yang kita take for granted di Indonesia. Selama saya tinggal di luar negeri, saya sering kangen mendadak pada warung pecel lele dekat gang kosan saya di Bandung, angkringan depan kampus, warung nasi Padang, suara ayam berkokok, atau sekadar nongkrong bersama teman-teman di kafe sampai jam 12 malam. Di Belanda banyak restoran Indonesia, tapi saya tetap rindu pada warung pecel dekat kosan saya.

Salah satu hal yang di-take for granted di Indonesia adalah agama. Teman saya yang Muslim pernah ditanya oleh temannya, seorang atheis Inggris, mengapa di bulan puasa harus tidak makan dan minum selama daylight? Kalau begitu, bagaimana nasib mereka yang tinggal di negara-negara yang siangnya sangat panjang? Apakah Allah dulu ketika menurunkan perintah-Nya tidak memikirkan kalau di masa depan akan ada Muslim yang tinggal di tempat-tempat dimana daylight bisa sampai lebih dari 12 jam?

Teman saya sempat tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Itu momen-momen dimana dia menyadari bahwa selama ini dia menjalankan agamanya di Indonesia tanpa pernah benar-benar memahami apa yang dia jalankan.

Dan masih banyak lagi cerita lain. Setidaknya, satu hal yang saya pelajari adalah, ... manusia itu pada dasarnya sama saja. Kewarganegaraan, warna kulit, agama/kepercayaan, pandangan politik, gaya hidup boleh berbeda. Tapi pada dasarnya, semua manusia sama saja.

Selain itu, orang asing/"bule" juga tidak selalu lebih baik daripada orang Indonesia. Kadang mungkin kita merasa inferior terhadap orang "bule"; kita merasa mereka lebih pintar, lebih hebat. Ada kalanya betul di beberapa kasus, tapi tidak semua orang "bule" lebih hebat daripada orang Indonesia. Saya juga pernah bertemu dengan "bule" yang bodohnya mirip orang-orang demo bayaran di Indonesia kok...

Answered Apr 6, 2017
Febrina Rachmayanti
Literature and a touch of make-up

QP6Dfsc7h-o971ghi4XwWnf4ZIttnn58.jpg

via ace-educationgroup.com (FR)

Waktu saya berumur 5 tahun, saya harus pindah ke Malaysia, Kuala Lumpur karena keperluan dinas ayah saya. Di sana, ayah dan ibu saya bekerja di KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia) sehingga saya memulai SD di SIK (Sekolah Indonesia Kuala Lumpur). Saya tinggal di sana selama empat tahun setengah.

LHK_XuSumVJPzzK5ZdySi8AvmRdB4GD4.jpg

via sekolahindonesia.edu.my (FR)

Tidak ada yang berbeda dengan Indonesia, hanya saja saya dipaparkan pada lingkungan dengan ras yang cukup berbeda. Ada Cina, India, dan Melayu. Tidak seperti di Indonesia, di Malaysia saya harus mengubah struktur bahasa saya dengan bahasa Melayu. Walaupun secara kasat mata sama, tetapi percayalah, itu berbeda.

Saya sekolah di sekolah Indonesia yang notabenenya berbahasa Indonesia. Namun, pengajar dan pegawai sebagian berasal dari Malaysia dan menggunakan bahasa Malaysia. Oleh sebab itulah, pengaruh bahasa Malaysia dahulu sangat melekat pada diri saya.

Iklim dan udara di Malaysia sama dengan Indonesia. Hal tersebut tidak terlalu berbekas di perasaan saya. Namun, lingkungan dengan perbedaan ras yang lebih mencolok dari Indonesia yang membuat saya paham bahwa keberagaman itu harusnya diterima saja.

Answered Apr 8, 2017

Question Overview


5 Followers
933 Views
Last Asked 2 years ago

Related Questions


Apakah merek parfum yang paling cocok untuk wanita?

Apakah perbedaan antara parfum dan cologne?

Apa yang membuat harga parfum begitu mahal?

Apakah wanita mengenakan parfum untuk menarik perhatian pria atau ada alasan lainnya?

Apa tujuan laki-laki memakai parfum?

Bagaimana cara memakai parfum yang benar?

Bagaimana cara memakai cologne yang benar?

Apakah parfum yang aromanya paling maskulin?

Apakah parfum yang aromanya paling feminin?

Parfum pria apa yang aromanya bisa diterima oleh semua orang?

Apa motto hidup paling keren?

Siapakah cinta pertama Anda?

Siapa orang yang sangat berpengaruh dalam hidup Anda?

Apa fenomena alam yang menakjubkan menurut Anda?

Apa video penyelamatan menakjubkan yang pernah anda lihat?

Apa prinsip atau motto hidup yang kamu pegang?

Kenapa kamu percaya bumi itu datar?

Apa rahasiamu yang tidak diberitahukan kepada siapapun di dunia nyata tapi diberitahukan di selasar dengan fitur anonim?

Bagaimana agar tetap termotivasi?

Pekerjaan apa yang paling menyenangkan di dunia?

Apa pengalaman terburuk yang pernah Anda alami seumur hidup?

Apa pengalaman terbaik/terindah yang pernah Anda alami sepanjang hidup Anda?

Bagaimana cara Anda meniti karier dari bawah sampai ke puncak?

Bagaimana rasanya ditipu/difitnah/dizalimi oleh orang lain?

Apa hal yang paling berbahaya/berisiko yang pernah Anda lakukan?

Apa pengalaman yang paling mengesankan selama hidup Anda?

Apa cerita nyata yang Anda alami tapi banyak orang tidak percaya?

Apa cerita hebat mengenai orang tua Anda yang akan ceritakan ke anak Anda?

Apa pengalaman kehidupan yang paling berkesan dalam diri Anda?

Apa hal paling menyedihkan yang pernah Anda dengar, baca, dan lihat?

Bagaimana cara jadi diplomat?

Siapa Menteri Luar Negeri Indonesia paling keren sepanjang masa?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan menyekolahkan anak ke luar negeri dan mengapa hal itu penting?

Apa yang harus dipersiapkan saat akan melakukan perjalanan ke luar negeri dan mengapa hal itu penting?

Bagaimana cara mengejar wajib pajak yang menyembunyikan atau menyimpan uang/asetnya di sejumlah bank luar negeri?

Siapa Triyono Wibowo?

Apa saja hal yang dirindukan dari Indonesia ketika sedang berpergian atau pergi ke luar negeri?

Mengapa Indonesia selalu tersingkir dari media Barat?