selasar-loader

Apakah Undang-undang di Indonesia sudah mencakup semua lini kehidupan?

Last Updated Apr 4, 2017

2 answers

Sort by Date | Votes
Arsil Kurus
Kepala divisi hukum dan kebijakan peradilan LEIP

psT0MrQbQi1DO15dfJxbSje0qDERgfoS.jpg

via supplychainindonesia.com (KAM)

Mengingat batasan dari "lini kehidupan" itu tidak jelas, setidakjelas batas dari alam semesta, maka pertanyaan ini belum bisa dijawab. 

Answered Apr 7, 2017


           
YOSEF NAHU
SOSIOLOGI UNDANA 
ASAL:MANGGARAI NTTKBSaLNJU9wCvMQ0dHxhhrkV9-EPhbpqC.jpg

Dapat kita kenal bahwa sejarah perjudian sudah muncul beribu-ribu tahun yang lalu sejak di kenalnya sejarah manusia. Perjudian merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat yang menimbulkan banyak dampak negatif dan salah satu bentuk patologi sosial. Berbagai cara dilakukan dalam penanganan perjudian yang saat ini tetap hidup dalam masyarakat. Meski pada hakekatnya perjudian merupakan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama, moral, kesusilaan maupun hukum, namun perjudian masih menunjukkan eksistensinya, dulunya hanya terjadi dikalangan orang dewasa pria. Sekarang sudah menjalar ke berbagai elemen masyarakat anak-anak dan remaja yang tidak lagi memandang baik pria maupun wanita. Perjudian membahayakan bagi penghidupan dan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Meski demikian berbagai perjudian tetap berkembang seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Macam dan  bentuk perjudian saat ini sudah merebak dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Berbicara soal penjudian salah satunya judi kartu,di manggarai NTT baik manggarai timur,manggarai barat dan manggarai raya judi kartu sudah menjadi budaya,mengapa saya katakan demikian karna berdasarkan penelitian mahasiswa sosiologi bahwa dari pihak gereja sudah perna melakukan doa pengkutukan ksusus bagi para penjudi di manggarai tapi cara ini sia-sia.Satu budaya yang unik di manggarai yaitu pesta sekolah acara ini acara pengumpulan dana bagi keluarga yang anaknya mau melanjutkan studi ke perguruan tinggi,dan acara ini di undang secara resmi oleh pihak keluarga yang menyelenggarakan pesta tersebut.setiap undangan yang hadir di persilakan untuk menjabat tangan  dan menyerah uang di atas tempat yang telah di sediakan  yang secara terbuka.mengapa terbuka supaya undangan yang memberikan uang secara segan2 kalau kita kasih 10.000 kan malu terpaksa 50.000 atau 100.000.
Untuk menambahkan hasil pihak pesta membuka area salah satunya buka tempat judi kartu dimana pihak pesta memperistimewakan mereka yang judi dengan menyediakan tempat yaitu rumah di sekitar tempat pesta  dan setiap putaran dalam permainan judi ini pihak yang menang siap menerima potongan dan potongan itu di beri ke pihak penyelenggara pesta.Dari potongan ini bisa menghasilkan 10 juta atau 15 juta bahkan lebih.
Mengapa saya katakan judi di manggarai ini tidak melagar hukum karna undang-undang yang mengatur melarang perjudian disini tidak berlaku.
Satu fenomena lagi di manggarai sekarang  pas acara duka (meninggal dunia)untuk menghilangkan rasa jenu pas mete pada malam hari di rumah duka maka buka sebuah tempat judi maen kartu.
Disini menurut saya terjadi pergeseran karna pada zaman dulu tidak ada maen kartu tapi buat sebuah permainan yaitu menggunakan cincin  yaitu cincinnya di edar sambil menyayi lalu ditebak .
Disini lagi -lagi undang-undang tentang perjudian tdk berlaku.

saya perna liat masyarakat yang datang merantau atau yang sudah menetap untuk selamanya si sini yaitu orang  manggarai  bermain judi kartu  bahkan ada mahasiswa juga.
Persoalan ini saya analisis dengan masyrakat yang  datang merantau di kota kupang mungkin pengaruh faktor kebiasan di daerahnya  sehingga terbawa sampai tanah perantauan.
Analisis ini saya menggunakan teori belajar/teori sosialisasi dimana teori ini mengatakan penyimpangan prilaku adalah hal dari proses belajar.Edwin H.Sutherland salah satu ahli  teori dengan teorinya asosiasi diferensial dia menyebutkan bahwa kejahatan adalah kosekuensi dari kemahiran dan penguasaan atas suatu sikap /tindakan yang dipelajari dari norma -norma yang menyimpang terutama dari subkultur atau teman-teman sebaya yang menyimpang.
Dua fenonena ini menang ada dampak positifnya saling tolong menolong dan untuk menghibur bagi yang berduka.tapi bagi saya ini perlu kita sadari bahwa ini pelanggaran hukum,dan akan membawa dampak negatif lain juga.judi kartu yang di lakukan ini dapat di tonton oleh orang lain termasuk anak-anak.sehingga jangan heran kalau anak-anak yang masih kecil bisa bermain kartu.Akiibat dari lingkungan ini sehingga pola pikir mereka suda terpengaruh bahwa judi kartu ini hal yang biasa.

Answered Dec 22, 2017