selasar-loader

Handry Satriago tentang Interpersonal Skills

LINE it!
Handry Satriago
Handry Satriago
CEO GE Indonesia
Journal Jan 28, 2016

lGDny-plbmVMOsPVAcKOfbd7qrnv2avn.jpg

Dalam kajian manajemen, Interpersonal Skills (kemampuan interpersonal) bukan topik baru. Anda bisa menemukannya di berbagai tempat, mulai dari pelatihan, buku, sampai berbagai laman internet. Kita sudah sering mempelajari teorinya.

Namun, seringkali, praktik kita di lapangan memunculkan beberapa pertanyaan yang menggelitik. Mengapa dalam bekerja ada saja  orang yang menyebalkan dan tidak asik? Rasanya malas kalau harus bekerjasama dengan orang semacam itu. Di sisi lain, ada juga orang yang rasanya asik saja, senang saja  kalau kerja bersama dia, dan mempengaruhi kerja kita jadi enak.  

Interpersonal Skills, adalah kemampuan dalam berinteraksi dengan orang lain. Hal ini memainkan peranan penting dalam  keseluruhan kinerja kita. Seringkali promosi dalam  bekerja tidak hanya ditentukan oleh hasil kerja, tapi oleh pendapat orang lain tentang bekerja dengan kita. Walau hasil kerja bagus, tetapi kalau banyak orang yang berkata "Ga suka ah, kerja bareng si Anu...or si Anu itu arogan,"promosi pun terjegal. Good employeesdo not only meet the target, they make impact. Dampaknya ditentukan oleh interaksi dengan orang lain.  

" Good employees do not only meet the target, they make impact "

Nah, Interpersonal Skill di sini penting dalam bekerja. Ia tidak ditentukan oleh sifat orang yang introvert or extrovert atau dari tingkat pendidikan. Sebagaimana saya sampaikan sebelumnya, teknik Interpersonal Skills banyak sekali tersedia di internet atau buku. Saya inginmenyampaikan yang praktis dan yang saya ketahui saja .

Pertama, tersenyumlah! Ini adalah hal yang paling sederhana untuk meningkatkan kemampuan interpersonal skil. Senyum. Yes, smile is part ofinterpersonal skills. It is very easy one! Katanya hanya dibutuhkan 26 otot wajah untuk tersenyum. Sementara untuk cemberut butuh 62 otot. Lebih banyak mana usaha yang diperlukan? Berdasarkan lebih dari dua puluh tahun pengalaman saya bekerja,jauh lebih enak kerja bareng orang yang murah senyum dari yang murah cemberut. Smile will set up a good ambience of working.   

Kedua, biasanya menyapa dan menegur rekan kerja. Katakan "hi or hallo" pada orang di kantor akan membuat interaksi jadi lebih mudah. Tidak perlu harus disapa duluan baru mau menyapa. Kadang-kadang, karena kebetulan anda memiliki posisi yang lebih tinggi, anda gengsi untuk menyapa terlebih dulu. Hal ini sudah tidak zaman!  

Ketiga, perhatikan komunikasi verbal kita. Yang paling mendasar adalah "think before you talk". Apalagi di forum. Jangan asal show off. Berdebat itu biasa. Punya pendapat berbeda itu penting. Namun, seninya ada pada bagaimana menyampaikannya tanpa menjelekkan orang lain. Aturan dasar utama dalam berdebat  adalah menghormati pendapat lain.  Frase seperti "I respect your opinion, atau I listen to you...but my opinion is..." (“Saya menghormati pandangan anda” atau “Saya mendengarkan anda…tapi pandangan saya adalah..”) ini sangat dihargai dalaminterpersonal skill

Keempat, perhatikan juga komunikasi non-verbal kita. Satu contoh kecil:  berbicara dengan mengacungkan jemari adalah tidak simpatik. Gunakan telapak tangan saja.

Kelima, jadilah proaktif. Tentu ada perbedaan yang besar antara proaktif dengan "sok aktif". Jadilah proaktif untuk memulai pertukaran pendapat, mengingatkan lagi pada tujuan ketika ada konflik debat, menunjukkan solusi yang baik, dan seterusnya. Untuk proaktif dibutuhkan pengamatan keadaan, dan keinginan untuk menolong menyelesaikan atau mempercepat sesuatu.  

Malas atau tidak peduli, atau malah "ntar juga ada yang ngerjain" lalu "bukan urusan gue ah.." itu bukaninterpersonal skill yang baik. Orang-orang menilai seberapa proaktif anda bahkan dalam kondisi yang sangat sederhana. Misalnya spidol papan tulis tidak ada, “can you help to find out?” Apakah anda akan proaktif mencarinya atau malah pura-pura tidak tahu?

Interpersonal skills juga berkaitan dengan obrolan sehari-hari. Lelah tentunya kalau bekerja dengan orang yang tiap hari obrolannya adalah keluhan, apalagi bergosip terus! Interpersonal skills menuntut empati. Kemauan untuk mendengar, membantu, dan berbagi akan memberi anda tempat di tim anda. Willing to listen, willing to help, willing to share, will give you a special place in your team's heart.

Team? Friends? are they involved in determine our career? I say yes...when they love and respect us, they will support us.  

Banyak CEO yang ketika ditanya kenapa Anda yang dipilih diantara kandidat yang lain, mereka menjawab dengan "karena tim saya mencintai saya."Interpersonal Skills "mengharamkan" orang yang "Free Rider." Orang lain yang usaha, dia yang akan mengklaim prestasinya. Mentalitas seperti ini jangan dibiarkan tumbuh.Interpersonal Skills perlu membuang jauh-jauh arogansi dan pamer. Rendah hatilah. Being humble is always giving you a good thing in the interaction with people.

Akhirnya, interpersonal skills memerlukan konsep bekerja yang selalu memperlakukan semua orang dengan sama. Dengan itu, kita terbuka pada ide-ide dari siapa saja. Orang-orang menyukai orang-orang yang gemar belajar. Pasti ada saja orang yang membantu jika kita memiliki keinginan untuk terus membangun kualitas diri kita.

801 Views