selasar-loader

Handry Satriago Tentang Eksekusi

LINE it!
Handry Satriago
Handry Satriago
CEO GE Indonesia
Journal Nov 30, -0001

moO07h2FztcCMzKHVlBQkrT8GG2wSzQo.jpg

Sebagus apa pun visi, planning, atau karisma seorang pemimpin, at the end of the day pembuktiannya adalah proses eksekusi. Ini mengapa dalam soal leadership, selalu dikatakan "The real leaders are those who get things done!" Pemimpin yang sebenarnya adalah yang mampu menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya hilang. Saya melihat banyak sekali pemimpin yang naik karirnya, terekspos luar biasa, tapi kemudian terlupakan karena eksekusi yang dilakukannya tidak bagus.

Legacy sebuah leadership dibentuk dari rasio Say/Do. Perbandingan antara apa yang dikatakan dengan apa yang dilakukan. Adakalanya hasil eksekusi nya tidak sesuai rencana, tapi orang tetap respek jika melihat ada aksi yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Yang parah adalah rencana muluk sekali, kadang tidak rasional, lalu eksekusinya lemah dan excuse-nya adalah blaming others!

Lalu bagaimana membuat strategi eksekusi yang baik? pertama dimulai dari membuat action plan. Sederhana saja, Anda bisa mulai dengan what, who, when, how. Dalam Action Plan, ada yang disebut milestones. Milestones ini penting dicapai untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar kerja. Visi dan planning perlu terus disosialisasikan, tapi kebanyakan visi tanpa milestones yang sudah dicapai akan membosankan!

Dalam eksekusi, diperlukan TIM yang masing-masing tahu apa yang harus mereka lakukan, everybody accountable! Selalu saja ada “free rider" dalam tim, orang-orang yang tidak kerja, hanya omong, dan akui kerja orang lain sebagai hasil kerjanya. Bagi seorang pemimpin, para “free rider" ini harus di-isolasikan tugasnya, dan beri tugas lebih besar, biasanya mereka kabur sendiri. Bagi tim yang punya “free rider", jangan terpengaruh dan habiskan waktu untuk protes. Just get your things done! Lesson learned dalam kasus “free rider", agar eksekusi bisa dilakukan dengan baik, memang jangan pernah takut untuk mengganti orang yang tidak kapabel. Seorang pemimpin tidak bisa memuaskan semua orang.

Nah, karena zaman sekarang uncertainty sangat tinggi, strategi eksekusi juga harus punya flexibilitas yang tinggi. Adaptasi tim adalah kunci strategi eksekusi dalam dunia yang penuh uncertainty seperti sekarang ini. Kemampuan team untuk beradaptasi ditentukan oleh passion mereka untuk mempelajari hal baru, dan melakukan refleksi. Satu hal penting, jangan pernah mengorbankan integritas dalam melakukan eksekusi. Monitor, monitor, evaluate, dan evaluate! Dua hal penting yang selalu harus dilakukan dalam eksekusi. Makanya ada yang dinamakan "operating rhythm", ritual monitoring dan evaluasi dalam rangkaian eksekusi. Jangan pernah menomorduakan operating rhythm.  Sekali dilanggar, ritmenya akan kacau, eksekusi jadi berantakan.

Eksekusi yang baik juga tidak pernah melupakan reward dan punishmentGood leaders celebrate milestones! Milestones adalah tonggak pencapaian. Dalam satu tahap eksekusi ada beberapa hasil yang dianggap sebagai tonggak capaian. Kita yang definisikan sendiri milestones tersebut, sesuatu yang hasilnya kelihatan oleh orang lain. Misalnya dalam bangun rumah, pondasinya sudah selesai.

Selanjutnya, seorang pemimpin tidak boleh takut dengan protes dalam eksekusi.  Good leaders berani menerima pukulan agar bisa get things done. Dan seorang pemimpin juga harus siap pasang badan untuk timnya ketika eksekusi mereka diganggu orang lain. Lalu dari teman saya CEO dari salah satu BUMN, Ia pernah bilang agar eksekusi berhasil pemimpin harus punya mentalitas "nothing to lose" Kalau pemimpin hanya sibuk untuk nyenengin bosnya dalam eksekusi, maka dia akan kehilangan trust dari timnya. Eksekusi itu bergantung pada seluruh tIm dan tIm harus trust pemimpinnya agar eksekusi itu berhasil. Ingat bukan takut, tapi trust!

Gitu deh sedikit cerita ttg eksekusi. Action plan, operating rhythm, flexibility, trust, disiplin, dan openness, itu kuncinya. O iya, terakhir, eksekusi itu memerlukan speed dan speed tidak dihasilkan dari lamunan tapi dari kerja dan effort untuk akselerasi.

Ayo, kita eksekusi target 2015! Tidak bisa dengan hope saja, karena hope is not a strategy

569 Views