selasar-loader

"Healthy Friend" Sebagai Asisten Kesehatan Masa Depan dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0

LINE it!
Journal Aug 26, 2018

male-dentist-examines-teeth-patient-chee

Era millennial saat ini merupakan era yang sangat fluktuatif dengan perubahan kehidupan sosial yang sangat cepat berubah. Mulai dari tahun 1996 dimulainya era millennial yang semula masyarakat masih mengandalkan telepon koin sebagai sarana untuk berkomunikasi jarak jauh, kemudian sektor perdagangan yang masih menerapkan sistem konvensional dengan cara penjual bertatap muka langsung dengan pembeli, hingga membaca koran atau mendengar koran untuk mendapatkan informasi berita terkini. Saat ini, semua berubah seakan kita tidak pernah menyangka perubahan ini akan terjadi di masa depan. Sama halnya, ketika masyarakat zaman sejarah pra kemerdekaan tidak akan pernah menyangka bahwa listrik dapat membantu kehidupan mereka, hingga mesin yang dapat menggantikan tenaga manusia untuk bekerja.

Saat ini kita hidup pada era otomatisasi yang semuanya bisa kita lakukan secara praktis dan instan. Perubahan kehidupan sosial ini sudah menjamah hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia dari berbagai kalangan umur. Sistem konvensional yang sudah lama dianut masyarakat, lama kelamaan pun mulai luntur akibat munculnya ponsel pintar yang menjadi pelengkap kehidupan masyarakat. Dengan ponsel pintar, seakan-akan all of things can be done with one thing. Ditambah lagi, dengan kemunculan internet yang mempermudah jaringan komunikasi dan informasi yang mempermudah penggunanya untuk melihat dunia. Dulu kata pepatah, “Jika kita ingin melihat dunia maka bacalah buku, jika kita ingin dikenal dunia maka menulislah”, saat ini kata-kata itu berubah menjadi “Jika kita ingin melihat dunia maka gunakanlah ponsel, jika kita ingin dikenal dunia maka berbagilah di dunia maya”.

Semua perubahan di atas bukanlah tanpa sebab, bahkan para ilmuwan sudah memprediksi peristiwa ini di masa lalu. Dengan dimulainya Revolusi Industri 4.0 menandakan sebuah era baru, era otomatisasi di berbagai sektor kehidupan, semua bisa dikerjakan secara instan dan praktis tanpa harus mengeluarkan banyak tenaga. Revolusi Industri 4.0 merupakan Revolusi Industri yang semua hal terintegrasi dengan internet. Mulai dari sektor ekonomi, politik, pendidikan, sosial, hingga kesehatan semua terintegrasi dengan internet.

Tentunya perubahan ini sangat membantu di berbagai sektor kehidupan manusia. Tetapi perubahan ini pun jangan diterima dengan mentah-mentah tanpa mengetahui dampak panjang dari perubahan ini. Akibatnya manusia menyukai hal-hal yang dikerjakan secara instan, ini berdampak pada pola piker manusia hingga kondisi fisik manusia yang biasanya untuk berbelanja ataupun belajar harus datang ke pasar atau sekolah, saat ini semua bisa terintegrasi melalui ponsel pintar yang terkoneksi internet.

Konsep Internet of Things (IoT) pada Revolusi Industri 4.0 membuat sebuah gebrakan untuk mengintegrasikan semua hal dengan internet, termasuk sektor kesehatan. Dengan adanya konsep Internet of Things, semua hal yang berurusan dengan birokrasi pelayanan di fasilitas pelayanan kesehatan, jaminan kesehatan, hingga layanan edukasi kesehatan telah diintegrasikan ke Internet. Selain mempermudah masyarakat dalam mendapatkan hak pelayanan kesehatan serta edukasi mengenai kesehatan, ini juga mempermudah urusan administrasi di fasilitas pelayanan kesehatan sehingga hal-hal yang dapat mengganggu masyarakat dalam menerima hak mereka secara efektif dan efisien dapat terpenuhi.

Diharapkan dengan adanya Revolusi Industri 4.0 ini dapat membantu sistem kesehatan nasional di Indonesia, serta membantu para praktisi kesehatan dalam mengatasi problematika kesehatan masyarakat di Indonesia yang semakin beragam dan tak berujung. Problematika masalah kesehatan masyarakat di Indonesia yang perlu perhatian khusus oleh Tenaga Kesehatan Masyarakat khusunya saya sebagai Mahasiswa Kesehatan Masyarakat adalah gerakan pembaharuan yang mendobrak pemikiran serta perilaku di kehidupan masyarakat mengenai urgensi kesehatan dalam kehidupan. Bisa kita dapat ketahui, dari menurut survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada Maret 2017, pembelanjaan tertinggi masyarakat miskin di perkotaan adalah beras (20,11 persen), kemudian rokok kretek filter (11,79 persen). Sedangkan di pedesaan, pembelanjaan tertinggi masyarakat miskin adalah beras (26,46 persen) dan rokok kretek filter (11,53 persen). Dari hasil survei yang telah dilakukan BPS dapat dijadikan cerminan kehidupan masyarakat sekarang, khususnya masyarakat marjinal yang masih mengutamakan membeli rokok disbanding membelik komoditas kebutuhan rumah tangga. Artinya masyarakat masih belum paham seberapa penting aspek kesehatan bagi dirinya serta keluarganya, kemudian apa resiko yang bisa dirasakan akibat mengesampingkan masalah kesehatan, serta apa manfaat bagi mereka apabila mereka dapat paham akan kondisi kesehatan mereka. Itulah yang harus dilakukan oleh gerakan pembaharuan seperti kita semua khususnya mahasiswa Kesehatan Masyarakat. Mahasiswa sebagai agent of change, tidak hanya membela aspirasi masyarakat saja di depan hukum, tidak hanya mencurahkan aspirasi masyarakat dalam tulisan ataupun aksi, tetapi mahasiswa harus ikut merasakan apa yang dirasakan oleh masyarakat dan harus mengerti kondisi mereka, serta mencari solusi dari permasalahan mereka. Karena belum tentu, solusi yang kita gaungkan dan tawarkan ke mereka menjadi solusi terbaik bagi mereka, bahkan solusi yang kita buat dapat menambah permasalahan baru yang lebih kompleks. Oleh karena itu, mahasiswa tidak harus sebagai orang yang solutif, tapi juga harus sebagai simpatisan dan empatisan mengenai masalah kesehatan di masyarakat.

Oleh karena itu, pada zaman millennial ini kita perlu mengintegrasikan kemajuan teknologi dalam memecahkan permasalahan kesehatan masyarakat. Yakni dengan mengembangkan “Healthy Friend” yakni sebuah teman sehatmu yang tersedia di berbagai aplikasi software baik di ponsel pintar dan komputer. Diharapkan dengan terciptanya sebuah aplikasi ini dapat menjadi teman sehatmu yang menjadi pengingat akan kesehatanmu, memantau status kesehatanmu, serta teman konsultasi kesehatanmu. Aplikasi ini tidak hanya menjadi teman kesehatanmu saja, tetapi aplikasi ini juga dirancang sedemikian rupa bagaimana ia juga paham akan kondisi temannya dari sisi ekonomi, pendidikan, sprititualitas, beban pikiran, dan sebagainya. Karena sejatinya, definisi sehat tidak hanya kondisi bebas dari penyakit atau cacat, tetapi  kondisi sempurna secara fisik, mental, dan sosial bahkan spiritualitas yang memungkinkan seseorang untuk hidup secara produktif secara sosial dan ekonomi. (Menurut UU NO. 23 tahun 1992). Artinya semua aspek kondisi tubuh juga perlu dijaga kestabilitasannya agar tetap optimal, sehingga dapat memenuhi kondisi sehat secara sempurna. Tetapi aplikasi ini juga dapat menjamah masyarakat marjinal yang tidak mampu secara ekonomi membeli ponsel pintar maupun komputer dengan cara menawarkan aplikasi ini ke dinas/kementrian kesehatan untuk menggunakan aplikasi ini sebagai fasilitas umum yang dapat dijangkau di fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan terdekat seperti, posyandu, puskesmas, klinik, dan rumah sakit. Sehingga aplikasi ini membawa kebermanfaatan bagi seluruh masyarakat.

324 Views
Sponsored

Author Overview