selasar-loader

Kecanduan Gim dan Jaminan Kesehatan Nasional

LINE it!
Hari Nugroho
Hari Nugroho
Medical Doctor with Addiction Medicine training
Journal Jun 26, 2018

(gambar via nypost.com)

 

Pada hari Senin (18/06/2018), Badan Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi meluncurkan Klasifikasi Penyakit Internasional terbaru yaitu International Classification of Diseases – 11 (ICD-11). Versi ini merupakan pembaharuan dari ICD versi sebelumnya (ICD-10) yang telah digunakan selama ini. Peluncuran ini dimaksudkan agar negara-negara yang berafiliasi dengan WHO dapat merencanakan penggunaan versi terbaru dari ICD-11, mempersiapkan penerjemahan ke bahasa yang digunakan oleh negara tersebut, dan tentu saja melatih para pekerja sektor kesehatan untuk menggunaan klasifikasi baru yang termuat dalam ICD-11.

Menariknya, dalam ICD-11 yang diluncurkan terdapat klasifikasi gangguan baru yaitu kecanduan gim, baik gim luring maupun daring. Banyak perdebatan tentang hal ini, namun WHO pada akhirnya tetap memasukkan klasifikasi baru ini ke dalam ICD-11 di golongan Addictive Disorders setelah mempertimbangankan berbagai masukan baik berupa hasil riset maupun pendapat ahli dari berbagai disiplin ilmu dan berbagai negara.

 

Potensi Masalah

Sepanjang tahun 2017, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencatat lebih dari 50 % populasi Indonesia atau mencapai 143 juta orang telah terhubung dengan internet dengan dominasi usia muda (Kompas.com 22/02/2018). Penggunaan internet yang pesat, ternyata tidak hanya digunakan untuk menunjang industri kreatif seperti video blogging namun juga merupakan sarana untuk terhubung dengan gim daring.

Data Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) di tahun 2014, menunjukkan bahwa 10.10 % dari aktivitas penggunaan Internet di Indonesia adalah untuk gim daring. Pasar gim daring Indonesia disebut sebagai salah satu yang tertinggi di dunia, dan nomor satu di Asia Tenggara. Indonesia juga mencatat pemasangan aplikasi gim di telepon pintar pada kuartal ke-empat tahun 2016 meningkat hingga tiga kali lipat jika dibandingkan dengan kuartal yang sama di tahun 2015 sebagai mana dilansir oleh SuperData. Gim daring yang saat ini sedang menjadi tren Mobile Legends telah diunduh hingga 35 juta kali dari Google Play Store, dan 8 juta diantaranya dimainkan secara aktif. Fakta ini bisa menjadi potensi masalah kedepannya.

WHO dalam ICD-11 mendefinisikan gangguan penggunaan gim sebagai perilaku yang persisten atau berulang untuk memainkan gim baik daring maupun luring yang tidak dapat dikontrol, kemudian terjadi peningkatan prioritas untuk terus bermain gim dan meninggalkan aktivitas sehari-hari, serta terus-menerus memainkan gim tersebut meskipun telah terjadi konsekuensi negatif pada kehidupan pribadi maupun sosial.

Bukan tidak mungkin jika kriteria di ICD-11 digunakan untuk melakukan penapisan terhadap gamers Indonesia yang disebut mencapai 42.8 juta orang, akan banyak yang terdiagnosis mengalami masalah ini. Para praktisi seperti sejawat psikiater telah sering mendapat pasien kecanduan gim, baik anak maupun dewasa. Adanya klasifikasi baru ini dapat mempermudah para tenaga kesehatan untuk mengidentifikasi, dan merancang terapi yang diperlukan.

Selain itu, klasifikasi baru ini dapat mendorong pemerintah untuk memetakan masalah secara akurat, serta mengkampanyekan penggunaan internet dan gawai secara sehat, khususnya terkait dengan penggunaan aplikasi gim, sebagai perwujudan pencegahan masalah yang lebih lanjut.

 

Masuk Dalam Sistem Jaminan Kesehatan Nasional

Tidak dipungkiri gangguan terkait adiksi hingga saat ini masih belum ditanggung oleh sistem jaminan kesehatan nasional Indonesia, padahal tatalaksana penanganan adiksi begitu penting dan butuh kontinuitas. Oleh sebab itu perlu kiranya dipikirkan agar adiksi termasuk di dalamnya kecanduan gim dapat menjadi bagian dari sistem jaminan kesehatan nasional. 

Efek kecanduan gim tidak terbatas pada kondisi psikis, namun juga erat kaitannya dengan penyakit lain, semisal peningkatan konsumsi rokok, terjadi obesitas, maupun penggunaan narkoba khususnya jenis stimulan. Beberapa kali ditemukan kasus-kasus komorbiditas kecanduan gim dengan penggunaan methamphetamine (sabu) dengan tujuan agar tetap terjaga sepanjang malam ketika bermain gim.

Apalah artinya sebuah klasifikasi penyakit baru jika akses terhadap terapi masih sulit, padahal WHO berharap adopsi ICD-11 dapat meningkatkan akses terhadap layanan terapi. Peningkatan akses terhadap terapi yang ditanggung oleh sistem jaminan kesehatan nasional akan dapat mengurangi dampak buruk akibat kecanduan gim, seperti penyakit jantung, stroke yang berasal dari peningkatan konsumsi rokok, narkoba, dan obesitas selama bermain gim. Gangguan cemas dan depresi yang mungkin terjadi juga akan lebih mudah untuk ditangani secara efektif.

***

Hari Nugroho

Mahasiwa MSc in Addiction Studies King’s College London

Penerima Beasiswa Chevening 2017/2018

192 Views