selasar-loader

Keresahan Kartini terhadap Islam

LINE it!
Mella Maulida
Mella Maulida
student of agriculture, Padjadjaran University. Relawan pecinta yatim dhuafa
Journal Apr 22, 2018

KqeHGkvJW7iJ9XGNMpjiw0GoOhoecrCU.jpg

Siapa yang tidak kenal wanita hebat paling dikenal sepanjang sejarah Indonesia? R.A. Kartini adalah pahlawan sepanjang masa untuk memperjuangkan pendidikan Nusantara. Habis Gelap Terbitlah Terang adalah kumpulan surat untuk teman-teman di Eropa yang dibukukan dan menjadi sejarah sampai saat ini.

Surat-surat yang beliau tulis untuk teman-teman di Negeri Kincir Angin begitu menggugah, di antaranya ialah untuk Estella H. Zeehandelaar, nyonya van Kol, nyonya Abendanon, dll. Surat-surat itu membuat mereka mengenal sosok R.A. Kartini yang penuh semangat dan visioner. Pemikirannya tajam dan kritis. Satu hal yang menjadi poros pemikiran beliau adalah hak 'bebas' bagi perempuan. Pemikiran-pemikiran ini adalah hasil interaksi beliau dengan orang-orang Barat (Eropa) yang saat itu menjadi pusat perhatian R.A. Kartini karena kemajuan bangsanya. 

Keresahan atas Islam

Beliau dikenal suka bercerita, mulai dari keseharian sampai soal pemikirannya. Salah satunya ialah saat R.A Kartini mengungkapkan keresahannya tentang agama Islam yang selama ini ia anut. Menjadi Islam karena nenek moyangnya Islam, ia tak pernah paham dengan Surat Alfatihah yang selama ini ia hapal. Ia bertanya, kenapa Alquran tak boleh diterjemahkan ke dalam bahasa Jawa?

Pertemuannya dengan Kyai Soleh Darat membuka hati dan pikirannya. Allah memberikan jawaban untuk  Kartini melalui terjemahan surah Alfatihah yang Kyai Soleh Darat paparkan. Seketika, hati ibu Kartini tergugah. Begitu menenangkan sanubari, kata beliau. Dengan meyakinkan Kyai untuk mengajari terjemahan Alquran, akhirnya  Kartini mendapat pelajaran berupa terjemahan Qur'an dalam bahasa Jawa. 

Perlahan, pandangan Kartini mengenai Eropa berubah 180 derajat. Beliau menemukan peradaban paling memukau dan rasional dibandingkan dengan peradaban Eropa: para muslim. Setiap pelajaran yang Kyai Soleh Darat jelaskan terpatri dalam hati dan pikiran  Kartini.

Kartini menerapkan nilai-nilai Islam yang diketahuinya. Tak hanya itu, beliau meluruskan pandangannya terhadap Islam, salah satunya dengan surat yang beliau kirim untuk Ny.Abendanon pada 27 Oktober 1902. Surat itu berisi tentang ungkapan bahwa Islam tidak seperti yang difitnah saat itu.

Perjalanan Kartini mengenal Islam sampai pada kajian terjemahan surat ke-14, yaitu surat Ibrahim. Sayang, pelajaran itu belum sempat tertuntaskan. Kyai Soleh Darat terlebih dahulu dipanggil Allah untuk menghadap ke haribaan-Nya. 

Kira-kira kalau Kartini dapat menyelesaikan terjemah Alquran sampai surat Alahzab atau Annur tentang menutup aurat, mungkinkah beliau tampil dalam balutan jilbab dan khimar?

Allahualam bissawab.
 

Ilustrasi via harian.analisadaily

2782 Views

Author Overview


Mella Maulida
student of agriculture, Padjadjaran University. Relawan pecinta yatim dhuafa