selasar-loader

UNBK Matematika, Sulit atau Momok Siswa Sebangsa Setanah Air?

LINE it!
Erin Nuzulia Istiqomah
Erin Nuzulia Istiqomah
Project Compiler at Selasar, Editor, Penikmat Buku
Journal Apr 13, 2018

vKJIPvS4E47qXY32hwrPmmMa519NEGYG.jpg

Hal ini berawal dari curhatan para siswa usai menyelesaikan soal UNBK Matematika di kolom komentar instagram Kemendikbud. Berbagai keluhan diberikan para siswa, mulai dari bernada sinis, bercanda, hingga frustrasi. Dari pantauan saya sendiri, banyak sekali siswa yang mengatakan bahwa ia sudah belajar mati-matian, ikut bimbel dan privat sana sini, tetapi tidak juga bisa menaklukan soal UNBK matematika. 

GIjmaGUgv28EkZH_W_qmWkVbzpoMoZfk.png

Toss dek, sama! 

Saya dulu ya begitu kok. Berbeda dengan UN SMP, nilai UN matematika ketika SMP saya sempurna. Menjadi salah satu yang mendapat nilai matematika sempurna di tengah ratusan siswa SMP lainnya ketika itu. Ternyata, matematika SMA tidak semudah menjalani puber di SMP, ketika mengerjakan soal Matematika UN SMA, ada 12 nomor dari 40 nomor yang tidak saya kerjakan. Sialnya, itu terjadi di hari ulang tahun saya ke 18. 

Bedanya dulu saya tidak punya instagram untuk mengadu ramai-ramai bareng siswa lain setanah air ke akun Kemdikbud atau Menteri Pendidikan sih (sekarang juga masih tidak punya instagram ehehe). Butuh dua bulan menjalani hidup tak tenang dibayang-bayangi ketidaklulusan karena mata pelajaran yang dulunya amat saya cintai. Singkat cerita, saya bahkan hanya memiliki pilihan dari orangtua “Ambil kuliah jurusan pendidikan Matematika atau tidak kuliah sama sekali”. Lah piye? Lha wong 12 nomor tidak diisi ngongo kuwi.

Cerita di atas tidak saya ada-adakan, kenyataannya demikian. 

Itu bukan kisah pertama, itu kisah berulang tiap tahun. Saya bersekolah di SMA Unggulan di Jakarta, bahkan saat masuk SMA kelas X, 40 orang siswa di kelas saya memiliki nilai UN Matematika sempurna, 100. Tanpa terkecuali. 

Namun SMA memang kejam. Apalagi kalau mengambil jurusan IPA (bukan berarti IPS juga mudah loh!). Tingkatan kesulitannya jauh berbeda dengan SMP. Fase inilah yang membuat rambut rontok, badan kurus, tidur seadanya, tidak ada waktu untuk main, dihabiskan untuk belajar di bimbel. Ketika UN? 12 nomor tidak sempat menghitung. Harus asal tembak. Iya kalau benar, kalau salah? Ahahaha

Tidak hanya saya, ketua OSIS SMA saya di tahun sebelumnya bahkan sampai membanting meja dan menangis sejadi-jadinya saat kertas ujiannya diambil pengawas karena waktu mengerjakan sudah habis. 

Belum lagi cerita senior lainnya menghadapi horornya UN Matematika. 

Rasanya, memang hampir setiap tahun kisah cinta dengan UN Matematika ini terulang. Entah karena bayang-bayang trauma masa lalu yang diceritakan senior atau memang kita yang terlalu menganggap pelajaran ini sakral dan tak ada pawangnya. 

Kenyataannya Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Kapuspendik) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Muhamad Abduh mengatakan soal Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) matematika sudah sesuai dengan kisi-kisi yang diberikan.

Sudah sesuai Dek adek? 

Ini loh cuplikan pernyataan Bapak Abduh. "Dari perspektif kami, soal-soal yang diujikan sudah sesuai dengan kisi-kisi yang ditetapkan," ujar Abduh kepada Antara di Jakarta, Jumat (12/4/2018).

Jadi ini salah siapa? 

Tahun ini memang Kemdikbud mulai memberlakukan soal yang membutuhkan daya nalar tingkat tinggi atau high order thinking skills atau HOTS pada Ujian Nasional (UN) 2018. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas dari UN tersebut dengan memasukkan soal HOTS.

Soal seperti itu nantinya akan menjadi standar pelaksanaan UN hingga tahun 202 dan diharapkan mampu mendeteksi kemampuan siswa.

Bahkan ternyata untuk tahun ini, baru ada 10 persen dari jumlah soal yang memerlukan daya nalar tinggi.

Well, baru 10% dari jumlah soal, tetapi akun Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy (@muhadjir_effendy) sudah diserbu ribuan siswa yang melayangkan protes. 

Bayangkan bagaimana siswa Indonesia akan menghadapi UNBK Matematika ini di tahun 2019, 2020, dan tahun berikutnya hingga 2025 yang sudah 100% mengadaptasi soal yang membutuhkan daya nalar tingkat tinggi atau high order thinking skills atau HOTS pada Ujian Nasional (UN)? 

Rasanya akan terjadi demo besar-besaran memprotes penyelenggaraan UNBK Matematika atau bisa jadi bagi Bapak Ibu sekalian pembuat soal UNBK Matematika harus bersiap mengungsikan diri agar tidak menjadi sasaran amukan massa ini. 

Tentu ini bercanda, ehehehe. Jelas baik Kemdikbud maupun siswa harus sama-sama berbenah. Kemdikbud jelas harus menyelenggarakan evaluasi besar-besaran agar hal seperti ini tidak menjadi rutinitas tiap tahun. Siswa pun tentu harus mampu lebih bijak menghadapi tekanan saat ujian hingga mampu mengerjakan soal dengan baik sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. 

Orangtua juga rasanya harus mampu menjadi salah satu supporting system bagi siswa, agar tekanan yang didapatkan siswa ketika ujian, tidak bertambah-tambah. 

03XkonbBarcznpLsTIcW2klQVs3mq-HO.png

Presenter kondang Deddy Corbuzer yang selama ini ikut mengamati dunia pendidikan juga menyuarakan tentang betapa pentingnya peran orangtua dalam akun instagramnya. 

Apapun yang telah terjadi pada pertempuran ilmiah ini, semoga Adek-adek sekalian mendapatkan hasil terbaik. Jangan lupa untuk terus bermain sambil belajar, mengingat SBMPTN dan berbagai tes masuk universitas akan segera dimulai. Perjuangan belum berakhir. Jangan sampai fokus teralihkan karena hal ini.

Semangat!

447 Views