selasar-loader

Waspadai Osteosarkoma Tumor Ganas pada Tulang sejak dini!

LINE it!
FKUI Imeri Ventura
FKUI Imeri Ventura
Unit Kerja Khusus yang bergerak di bidang Bisnis dan Pengabdian Masyarakat
Journal Apr 12, 2018

LhpYMRsFUKqwyJWMs-j47FH0bpZZax2p.png
Pakar kanker tulang FKUI-RSCM, Dr. dr. Achmad Fauzi Kamal, SpOT(K)

Bertepatan dengan hari Kanker Tulang Se-Indonesia yang jatuh pada tanggal 11 April 2018, kami akan mengulas informasi mengenai salah satu kanker tulang, yaitu Osteosarkoma. Sebelumnya, perlu kita ketahui terlebih dahulu definisi umum dari tumor. Tumor adalah pertumbuhan sel yang berlebihan tanpa tujuan tertentu serta berbeda struktur dan fungsinya dari sel sekitarnya.

Tumor tulang dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu tumor jinak dan tumor ganas. Tumor ganas inilah yang disebut dengan kanker. Kanker adalah salah satu penyakit yang tidak memandang usia maupun lokasi.

Menurut pakar kanker tulang, Dr. dr. Achmad Fauzi Kamal, SpOT(K), Osteosarkoma adalah tumor ganas yang asalnya dari tulang. Osteosarkoma dalam definisi klinis adalah tumor ganas primer tulang yang menghasilkan atau memproduksi tulang disertai dengan sel-sel ganas (osteoblas) dan banyak ditemui pada dekade ke-2 remaja, yaitu pada usia 10-20 tahun.

Osteosarkoma mempunyai two peaks (dua puncak) peningkatan jumlah kasus yaitu usia anak–anak dan remaja. Pada dekade pertama, kasus Osteosarkoma banyak ditemukan pada usia 0-10 tahun. Pada dekade ke-2, kasus banyak ditemukan pada penderita usia 10-20 tahun. Pada dekade kedua inilah paling banyak ditemukan kasus Osteosarkoma. Kemudian Osteosarkoma juga ditemukan pada usia yang lebih lanjut, yaitu pada usia 50-60 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan ditemukannya Osteosarkoma pada usia lainnya, namun dengan jumlah lebih rendah.

Gejala Awal Osteosarkoma

Gejala awal dari Osteosarkoma yang paling banyak terjadi adalah rasa nyeri yang berlangsung secara progresif. Nyeri ini semakin lama semakin hebat dan menjadi konstan pada area sendi. Kemudian, gejala lanjutannya adalah terdapat sebuah benjolan. Benjolan ini sering ditemukan pada pasien Osteosarkoma di area sekitar lutut atau sendi lainnya pada remaja, khususnya dekade kedua. Benjolan ini jika tidak ditangani dengan benar akan semakin membesar.

Kebanyakan penyebab tumor tulang sampai saat ini, apapun jenisnya termasuk Osteosarkoma itu sendiri, tidak diketahui secara pasti. Namun demikian, beberapa faktor predisposisi dapat dihubungkan dengan penyebab Osteosarkoma, misalnya genetik, yaitu seseorang dengan adanya gen RB1 mempunyai potensi untuk mengalami Osteosarkoma. Penyebab lain bisa berasal dari pascaradiasi, virus, dan zat kimia.

Pengobatan Osteosarkoma

Hal yang paling penting dalam kasus Osteosarkoma adalah diagnosis sedini mungkin. Artinya, jika benar menderita Osteosarkoma, semakin awal seseorang mendapat didiagnosis, akan semakin baik penanganannya. Sebab, pasien dapat lebih awal diterapi sehingga hasilnya secara umum akan lebih baik. Ketika pasien yang sudah melakukan serangkaian pemeriksaan laboratorium mendapatkan hasil yaitu benar menderita Osteosarkoma, diperlukan beberapa tindakan penanganan yang benar.

Pada kasus Osteosarkoma, penatalaksanaan pengobatan pada umumnya adalah kemoterapi–pembedahan–kemoterapi. Pembedahan yang dimaksud di sini adalah tindakan operasi. Operasi yang dilakukan ada dua macam, sesuai dengan tingkat keparahan dari pasien Osteosarkoma. Yang pertama, ada limb savage surgery yaitu operasi penyelamatan tungkai. Yang kedua adalah limb ablation yaitu pengamputasian tulang yang terkena tumor. Ketika tingkat Osteosarkoma sudah cukup parah, maka pasien mendapatkan penanganan amputasi pada tulang yang terkena tumor ganas tersebut.

Dalam kasus penanganan Osteosarkoma, tidak semua rumah sakit mampu menangani kasus tersebut. Biasanya, pasien akan dirujuk ke beberapa rumah sakit yang memiliki tenaga ahli yang cukup kompeten dan berpengalaman dalam menangani kasus Osteosarkoma serta rumah sakit yang memiliki fasilitas memadai.

Persentase kasus Kanker Tulang Osteosarkoma di Indonesia tidak terlalu banyak. Kira-kira, jumlahnya hanya 1% dari seluruh penyakit tumor ganas lainnya. Namun, jika kita merujuk kepada jumlah penduduk di Indonesia, jumlahnya tentu jadi banyak.

Rumah sakit dengan fasilitas yang rendah belum tentu satu tahun sekali bertemu dengan kasus Osteosarkoma, sedangkan rumah sakit tipe B sudah lumayan banyak karena mendapat rujukan dari rumah sakit yang lebih rendah tingkat fasilitasnya. Pada rumah sakit tipe A yang ada di Jakarta, jumlah kasus meningkat karena faskes ini menjadi rumah sakit rujukan di mana ia bisa menangani 30-40 kasus selama satu tahun.

Saat ini, Osteosarkoma merupakan tumor primer ganas pada tulang, bahkan dari analisisnya, kanker tulang ini merupakan yang paling ganas di antara kanker tulang lainnya.

Hal yang perlu diperhatikan ketika menemukan gejala seperti disebutkan di atas adalah mengalami nyeri pada daerah sendi, khususnya (yang paling banyak terjadi) adalah sendi lutut dan adanya benjolan pada remaja usia dekade kedua (10-20 tahun, yang paling banyak terjadi). Maka, apabila Anda mengalami gejala ini, kami sarankan Anda untuk segera pergi ke pusat layanan kesehatan agar dapat diperiksa oleh dokter dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Jangan pergi ke pengobatan alternatif karena ketika jika penderita benar terkena Osteosarkoma, pijatan dan ramuan atau obat oles bisa mempercepat pertumbuhan tumor tersebut dalam hitungan beberapa pekan. Kalau sudah sangat besar dan sudah pecah, pada umumnya, sel sudah lepas dan menyebar ke tempat lain. (MSR)

 

Ilustrasi via dok.pribadi

891 Views

Author Overview


FKUI Imeri Ventura
Unit Kerja Khusus yang bergerak di bidang Bisnis dan Pengabdian Masyarakat