selasar-loader

Manusia, Teknologi Informasi dan Bisnis

LINE it!
Rizqi Imaduddin
Rizqi Imaduddin
Agribisnis IPB 2017 | Kabid Medkom IMM IPB
Journal Apr 6, 2018

 

WuBImp-jJmbNWLKJ7MR2diCgZciWC5wT.jpg

"Nak, hari ini Ayah tidak bisa mengantarkanmu pergi ke sekolah. Ayah pagi ini ada rapat umum pemegang saham", kata seorang ibu kepada anaknya di suatu pagi.

"Lalu bagaimana aku bisa pergi ke sekolah padahal sepedaku juga masih rusak?" sahut si Anak dengan kebingungan.

"Jangan khawatir anakku, Ibu akan memesan Go-Jek untuk mengantarmu pergi ke sekolah", jawab si Ibu menenangkan.

"Waah asik diantarkan Abang Go-Jek!" jawab si Anak dengan girang.

"Sudah, sekarang betulkan dulu tali sepatumu sebelum Abang Go-Jek nya datang", kata si Ibu sembari mengambil gawainya untuk memesan Go-Jek.


Manusia merupakan makhluk terbaik yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Mereka dibekali dengan akal yang dapat membuat mereka berkembang pesat jauh melampaui rekan sesama mereka di kingdom animalia. Selain itu, dengan akalnya manusia dapat membuat sesuatu, memproses kegiatan maupun mengekstrak bahan yang telah disediakan oleh Tuhan YME untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditentukan sebelumnya¹. Manusia dengan akalnya juga dapat mengoordinasikan aktivitas kerja sehingga dapat selesai secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain². Termasuk di antaranya adalah sumber daya akan informasi yang mereka peroleh.

Manusia telah mulai berkomunikasi mempertukarkan informasi sejak zaman purba dengan cara yang sederhana. Mereka berkomunikasi dengan bahasa isyarat tentang apa yang mereka lihat, rasakan, ataupun yang mereka bayangkan. Berbekal akal dan kemauan keras mereka untuk senantiasa berinovasi, manusia kini telah mencapai sebuah kemajuan yang luar biasa di bidang informasi ini. Pada zaman sekarang manusia saling mempertukarkan informasi dengan berbagai media yang mereka ciptakan yang tentu saja menjanjikan kemudahan, kecepatan, dan ketepatan. Manusia saat ini telah mencapai sebuah era kegemilangan yang ditandai dengan adanya keterbukaan informasi yang seolah-olah menafikan batas ruang dan waktu. Era ini dinamakan sebagai era Teknologi Informasi yang saling terkoneksi, interconnected network (internet).

 

Pada era Teknologi Informasi, batas ruang dan waktu seakan-akan hilang karena keterbukaan, kecepatan, dan ketepatan transfer informasi. Tanpa mengenal batas negara, batas waktu, informasi dari satelit ruang angkasa pun dapat dengan mudah diterima oleh manusia di bumi dengan memanfaatkan teknologi gelombang radio. Oleh karenanya tidak heran bahwa manusia disebut sebagai satu-satunya makhluk yang mampu menaklukkan bahkan mengubah bentuk dunia dengan kelebihan-kelebihan yang mereka miliki.

Selain unggul dalam bidang informasi, dengan akalnya manusia senantiasa berusaha untuk mengoptimalkan keuntungan dari setiap kesempatan, sumber daya, maupun nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan YME. Proses pengoptimalan tersebut yang disebut sebagai bisnis³. Sejak zaman es manusia telah berusaha mengoptimalkan sumber daya yang ada, bahkan seakan-akan ingin menaklukkan dunia untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas. Manusia mulai memikirkan cara memaksimalkan keuntungan dengan saling menukarkan barang yang mereka punya untuk mendapatkan barang yang tidak ada pada mereka. Dari penukaran barang yang sederhana tadi berkembanglah jual-beli yang lebih kompleks dan terkait satu sama lain.

 

Dengan kemauan kerasnya untuk senantiasa berinovasi, manusia mampu mengembangkan dan memasifkan kegiatan mereka dalam memaksimalkan profit. Maka dari itu berkembanglah ilmu forecasting, produksi, dan juga pemasaran. Adanya pembagian dan spesialisasi kerja tersebut menunjukkan adanya sebuah upaya untuk mencapai efektivitas dan efisiensi, sehingga dapat diraih keuntungan maksimal dengan usaha dan modal yang minimal.
Bisnis secara konvensional, meskipun telah jauh lebih maju daripada tukar-menukar barang pada era sebelumnya, tentu memiliki kekurangan. Adanya keterbatasan ruang seperti kios tempat berjualan, keterbatasan penyebarluasan informasi, serta efektivitas, efisiensi, dan ketepatan dalam memasarkan seringkali menjadi penghambat dalam berkembangnya sebuah bisnis. Selain membutuhkan biaya yang lebih besar, waktu yang dihabiskan juga semakin banyak. Manusia dengan kecerdasannya lalu berusaha untuk menciptakan sebuah sistem yang efektif, efisien, tepat sasaran, serta mampu memaksimalkan keuntungan.

Dengan berprinsip pada pemaksimalan keuntungan serta efektivitas dan efisiensi, manusia memadukan bisnis dengan kemajuan teknologi informasi. Mulai dari perencanaan atau forecasting hingga ke pemasaran dapat berjalan lebih baik dan masif dengan adanya pemanfaatan kemajuan teknologi informasi ini. Kalkulasi yang tepat dengan komputer, produksi yang terautomatisasi hingga ke pemasaran yang dapat menjangkau konsumen yang selama ini tidak dapat terjangkau dengan proses yang konvensional. Dampaknya adalah perkembangan bisnis yang cepat, masif, dan juga tidak berbatas ruang dan waktu. Dengannya usaha pengoptimalan keuntungan dapat selangkah lebih maju.

 

Pada saat ini telah bermunculan banyak bisnis yang mengolaborasikan bisnis mereka dengan kemajuan teknologi informasi. Mereka tidak lagi menggunakan cara-cara biasa dan kuno melainkan dengan memanfaatkan keunggulan internet untuk memasifkan bisnis mereka. Sebut saja GO-Jek, Traveloka, BukaLapak, dan masih banyak lainnya. Kemampuan mereka untuk memanfaatkan kemajuan teknologi terbayarkan dengan pertumbuhan bisnis mereka yang pesat, kokoh, bahkan menggurita mencengkeram berbagai lapisan yang ada di masyarakat. Kemajuan bisnis yang berpadu dengan teknologi informasi ini tidak hanya dirasakan oleh para pebisnis maupun pengusaha namun juga dirasakan oleh masyarakat. Kemudahan transaksi, jaminan mutu, serta kemudahan-kemudahan lainnya semakin mengokohkan teknologi informasi sebagai katalisator perkembangan bisnis.

Sungguh tragis nasib perusahaan besar yang telah nyaman dengan pencapaian mereka seperti besarnya market share namun enggan untuk berinovasi. Dari beberapa kejadian kebangkrutan perusahaan yang telah lalu seperti Kodak, Matahari, hingga ke penyewaaan kaset maupun buku, kita dapat mengambil pelajaran bahwa inovasi yang dipadukan dengan teknologi informasi adalah kunci sukses dalam berbisnis. Ketika kita menafikan keunggulan dan kebermanfaatan teknologi informasi justru akan menimbulkan kerugian pada usaha tersebut.
 

Dari beberapa uraian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa bergerak, berinovasi, dan tidak kaku dengan perubahan adalah kunci sukses untuk berbisnis. Barangsiapa meremehkan perkembangan teknologi informasi dan inovasi maka kelak ia akan tergilas dan hilang ditelan zaman.

108 Views

Author Overview


Rizqi Imaduddin
Agribisnis IPB 2017 | Kabid Medkom IMM IPB

More Journal from Rizqi Imaduddin


Manusia dan Apologi
1 year ago

Radikal
1 year ago