selasar-loader

Prokrastinasi

LINE it!
Muhamad Fakhrurrozi
Muhamad Fakhrurrozi
ITB 2014 | Rumah Kepemimpinan R2-Bandung Angkatan VIII
Journal Apr 3, 2018

eLvVAX7cjjNk4e4IGG4_MvrarRGAFDZi.jpg

Sumber gambar: collegian.com

Istilah prokrastinasi atau procrastination berasal dari bahasa Latin, procrastinare, yang tersusun dari kata pro dan crastinus. Pro berarti kecenderungan bergerak, cratinus berarti menuju keesokan hari, sehingga jika digabung menjadi menangguhkan atau menunda sampai hari berikutnya. Dalam psikologi, prokrastinasi berarti perilaku mengganti tugas berskala prioritas tinggi atau berkepentingan tinggi dengan tugas berskala prioritas rendah atau berkepentingan rendah, sehingga tugas penting pun tertunda. Perilaku ini sering disebut sebagai mekanisme yang mencakup kecemasan yang berhubungan dengan memulai atau menyelesaikan tugas atau keputusan apapun. Ada tiga kriteria agar suatu perilaku dapat dikelompokkan sebagai prokrastinasi, yaitu harus kontraproduktif, kurang perlu, dan menunda-nunda. (Schraw, dkk. 2007). Ciri-ciri lainnya adalah menunda untuk memulai maupun menyelesaikan tugas yang dihadapi, keterlambatan dalam mengerjakan tugas, kesenjangan waktu antara rencana dan kinerja actual, dan melakukan aktivitas lain yang lebih menyenangkan daripada melakukan tugas yang harus dikerjakan.

Meski dianggap normal bagi manusia sampai batas tertentu, perilaku ini dapat menyebabkan masalah jika dilakukan sampai melewati ambang batas normal. Prokrastinasi dapat menyebabkan stres, rasa bersalah dan krisis, kehilangan produktivitas pribadi, dan penolakan sosial untuk tidak memenuhi tanggung jawab atau komitmen. Semua perasaan tersebut jika digabung dapat menyebabkan prokrastinasi berlebih yang menjadi tanda-tanda gangguan psikologis terpendam. Perilaku ini disebabkan oleh banyak faktor, baik internal maupun eksternal. Faktor internal yaitu kondisi fisik meliputi kesehatan jasmani dan rohani, juga kondisi psikologi individu meliputi kecemasan dan motivasi pribadi. Faktor eksternal yaitu pola asuh orang tua dan kondisi lingkungan yang toleran dan cenderung rendah pengawasan.

Tipe-tipe prokrastinator atau orang yang melakukan prokrastinasi antara lain:

a. The sometime-procrastinator, yaitu seseorang yang melakukan prokrastinasi setiap hari

b. The chronic-procrastinator, yaitu seseorang yang melakukan prokrastinasi dalam semua aspek kehidupannya, sampai menjadi gaya hidupnya.

c. The tense-afraid type, yaitu seseorang yang melakukan prokrastinasi karena sering merasa berada di bawah tekanan untuk mencapai kesuksesan dan selalu merasa takut gagal.

d. The relaxed type, yaitu seseorang yang tidak mau mengambil pusing dengan tugas yang dihadapinya dan merasa bisa melakukannya di lain waktu. Akhirnya orang tersebut memilih melakukan sesuatu yang lebih menyenangkan.

66 Views