selasar-loader

Sumpah Kita pada Bangsa ini

LINE it!
Astuti Purwaningsih
Astuti Purwaningsih
Mahasiswi Ilmu Komputer UGM | Rumah Kepemimpinan 8
Journal Apr 2, 2018

Hasil gambar untuk sumpah pemuda

Organisasi seharusnya berkarakter. Menurut Eyang Husein (Dewan Pembina RK), organisasi berkarakter seharusnya seperti Squadron ini. Setiap bulannya diadakan rapat seluruh staf dan dihadiri oleh semua pegawai mulai dari staf biasa hingga semua petingginya. Di dalam rapat itu, semua orang wajib meletakkan pangkat atau jabatan yang dia miliki. Semua orang yang hadir dianggap memiliki jabatan yang sama, yaitu manusia biasa yang mungkin memiliki banyak kesalahan dan kekhilafan. Rapat tersebut memiliki dua agenda utama, yaitu membahas apa saja yang telah terjadi pada satu bulan sebelumnya (evaluasi kegiatan), dan yang kedua adalah merencanakan kedepannya akan seperti apa.Semua orang memiliki hak suara yang sama. Bahkan, jika staf biasa mau membongkar semua kesalahan pemimpinnya, itu adalah hal yang lumrah. Semuanya diselesaikan dalam forum dan pascaforum itu. Tidak ada rasa malu atau sakit hati yang tertanam pada hati mereka. Dari sini kita belajar bahwa suatu organisasi berkarakter haruslah memenuhi transparansi dan pengawasan yang melekat.

Bagaimana dengan organisasi besar seperti sebuah negara? Khususnya bangsa Indonesia yang tanahnya kita tinggali ini. Kita harus meyakini bahwa orang-orang yang mendirikan bangsa ini adalah orang-orang besar. Kita bisa melihat dari teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang merupakan cita-cita bangsa. Jika ditelusuri lebih dalam lagi, maka nilai-nilai yang terkandung dalam teks pembukaan tersebut telah terkandung dalam Islam.

Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan sumpah yang harus kita penuhi pada bangsa ini. Pertama, mencerdaskan kehidupan bangsa. Dari sini kita tahu bahwa hal pertama yang harus dilakukan untuk suatu bangsa adalah mencerdaskan bangsa, dan mencerdaskan seseorang dimulai dari membaca. Kedua, meningkatkan kesejahteraan. Dalam kepemimpinan Rasulullah, beliau selalu mengutamakan kesejahteraan rakyat, mulai dari perekonomian dan sosialnya. Terlebih, di dalam Islam, kita diwajibkan untuk berinfak jika kita mampu. Hal tersebut merupakan salah satu penyebab bangkitnya kesejahteraan umat. Ketiga, mewujudkan keadilan sosial. Adil berarti memiliki takaran yang sama. Begitupun dalam kehidupan sosial, dalam kekayaan misalnya, kekayaan tidak boleh tersentral di satu titik, melainkan harus rata dan didistribusikan karena sesungguhnya kekayaan hanyalah milik Allah, yang memiliki asmaul husna, Al-Ghani, Yang Maha Kaya. Terakhir, turut serta dalam perdamaian dunia. Hal tersebut ditunjukkan lewat sikap Soekarno yang kemudian mencetuskan Konferensi Asia-Afrika. KAA tersebut adalah momentum terbesar kemerdekaan negara-negara Asia Afrika. Hal tersebut menjadi titik balik untuk Indonesia yang tercertus dalam Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober 1928.

Sumpah Pemuda mengandung makna bahwa kita merupakan Satu Nusa, Satu Bahasa, dan Satu Tanah Air. Hal ini tercetus dalam Jami’atul hasy, yang merupakan konsep dari Rumah Kepemimpinan. Beberapa hal di antaranya adalah pemahaman islam yang komprehensif, integritas, kredibilitas, kepemimpinan, dan lain-lain.

38 Views
Sponsored