selasar-loader

Awas Wangiri, Hapus Nomor Teleponmu di Media Sosial!

LINE it!
Andara  Geofani
Andara Geofani
Suka membaca, Engineer, Hobi Makan
Journal Apr 2, 2018

4gmq9n4fHYsCTRZZVm8jqRysFLNTtGFq.jpg

Beberapa hari belakangan sejumlah netizen Indonesia melaporkan telah mendapatkan missed call dari nomor luar negeri yang tak dikenal dengan awalan +242, +882, +224, atau +386. Tidak hanya sekali, panggilan tak terjawab itu bisa dialami hingga lebih dari satu kali dalam sehari dan berasal dari negara yang berbeda.

Bisa jadi kamu memang sedang menunggu telepon dari luar negeri karena berkaitan dengan bisnis atau kegiatan akademik kamu, eits tunggu dulu, jangan sampai karena mendapatkan missed call dari nomor luar negeri lalu melunturkan kewaspadaan kamu loh. Lebih baik kamu mengabaikan panggilan tersebut dan tidak menelepon balik. Kenapa?

Kasus panggilan misterius yang berasal dari luar negeri ini ternyata bukan pertama kalinya terjadi. Kasus ini biasa disebut dengan wangiri. Ini adalah skema penipuan yang sudah sering terjadi sejak awal tahun 2000-an.

Modus penipuan ini pertama kali berasal dari Jepang. Pada tahun 2002, Jepang dilanda kasus scam missed call besar-besaran sampai operator seluler di sana kewalahan. Berdasarkan keterangan salah satu operator seluler di Jepang, wangiri ini adalah skema penipuan yang menargetkan pengguna ponsel secara acak.

Scammer atau penipu membuat hingga ribuan panggilan secara acak kepada nomor ponsel yanga da di berbagai negara dengan hanya sekali dering. Behavior masyarakat yang begitu kecanduan terhadap telepon seluler dimanfaatkan oleh scammer untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya.

Korban yang penasaran karena mendapatkan missed call hingga dua kali ini kemudian menelepon balik nomor tersebut. Di sinilah scammer beraksi dengan menguras tagihan telepon korban. Ketika korban menelepon balik nomor yang melakukan missed call tadi, korban akan dikenai tarif premium sehingga tagihan teleponnya akan membludak. Tagihan telepon inilah yang kemudian akan menjadi keuntungan bagi si penipu.

8Hzrltn5dRURteuVvijJ0HcpembqMl77.jpeg

Ditengarai nilai tarif premium yang menjadi tagihan dan menjadi keuntungan bagi pelaku bisa mencapai 15 sampai dengan 30 USD atau setara dengan Rp207.000—412.000.

Bagi kamu pengguna operator seluler pascabayar, tentu hal ini sangat berbahaya dan merugikan. Untuk itu, mulai saat ini kamu harus mulai hati-hati ketika mendapatkan panggilan tidak terjawab dari nomor-nomor yang berasal dari Kongo, Papua Nugini, Belgia, hingga Afrika. Jangan sampai tagihan telepon kamu membengkak karena membayar rasa penasaran yang sesungguhnya akan hanya akan membuat kamu rugi.

Dilansir dari africanews, Badan Komunikasi Elektronik dan Perwakilan POS (ARPCE) di Republik Kongo sendiri telah mencatat peningkatan penipuan yang melibatkan panggilan telepon dari negara tersebut. ARPCE menyatakan bahwa para penipu mendapatkan nomor telepon korban dari informasi yang diberikan korban saat melakukan sign up aplikasi atau aktivitas online lainnya.

Untuk itu mulai sekarang kamu harus berhati-hati, jika tidak perlu, lebih baik hapus nomor telepon yang tertera pada media sosial seperti Facebook dan Twitter. Jangan sampai kamu memasukkan nomor telepon ke berbagai media sosial lainnya tanpa tujuan yang jelas. Nomor telepon kamu akan sangat mudah disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

Selain itu, jika kamu hobi berbelanja secara online, pastikan juga kamu mengakses situs belanja online yang aman, biasanya dimulai dengan awalan https://. Hal ini akan mengurangi risiko terkena penipuan karena situs dengan awalan https berarti situs tersebut aman serta menjaga detail informasi pribadi kamu dari nomor telepon hingga kartu kredit.

772 Views