selasar-loader

Cisoka: Dusun Wisata Berbasis Alam

LINE it!
Muhammad Bagoes Himawan
Muhammad Bagoes Himawan
Mahasiswa Arsitektur ITB | Peserta Rumah Kepemimpinan Bandung | @goeshhimawan
Journal Apr 13, 2018

x-8G6UHwTvhobRKtt5uF5hKxdvL4F439.jpg

Desa wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (Wiendu,1993). Desa wisata biasanya memiliki kecenderungan kawasan pedesaan yang memiliki kekhasan dan daya tarik sebagai tujuan wisata. Sebagai bagian dari industri pariwisata, tentu saja desa wisata memiliki demand dan supply.

Demand adalah pengguna atau konsumen dari desa wisata tersebut, dalam hal ini sering kita sebut sebagai wisatawan. Sedangkan supply merupakan apa yang ditawarkan oleh industri pariwisata tersebut, dalam hal ini adalah apa yang ditawarkan dari desa wisata. Produk wisata yang ditawarkan sebuah desa wisata bisa bermacam-macam seperti atraksi, fasilitas, kegiatan, jasa, dan sebagainya.

Dusun Cisoka termasuk ke dalam wilayah RT 4 RW 2 Desa Citengah, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Desa tersebut terletak jauh dari jalan nasional dengan kondisi tanpa listrik, dikelilingi oleh perkebunan teh Margawindu, dengan ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut.

Akses jalan dari kantor Desa Citengah ke Dusun Cisoka saat ini dalam kondisi rusak parah, hal ini membuat waktu tempuhnya menjadi lebih lama juga berbahaya karena kondisi jalan yang menanjak dan berada di tepi jurang. Pada sepanjang jalan akses menuju Dusun Cisoka ini juga seringkali mengalami longsor saat musim hujan. Namun, saat ini sedang dilakukan perbaikan jalan, pembuatan dinding penahan, dan juga saluran air pada akses Citengah-Cisoka yang direncanakan selesai pada tahun 2019.

Terdapat 23 kepala keluarga yang tinggal di dusun ini. Mata pencaharian utama warga Dusun Cisoka adalah sebagai petani pemetik teh. Kebanyakan warga Dusun Cisoka merupakan warga pendatang, dari Ciwidey, Garut, dan Pangalengan, yang merupakan pekerja dari pabrik teh yang dahulu memegang hak guna lahan perkebunan teh di wilayah tersebut.

Kegiatan warga sehari-hari selain memetik teh adalah berkebun dengan memanfaatkan lahan di sekitar rumah mereka, tanaman yang ditanam adalah kopi, cabai, jahe, umbi-umbian, dsb. Beberapa warga juga memiliki hewan ternak seperti ayam, kambing, sapi, dan terdapat juga kolam ikan untuk konsumsi.

Pola permukiman di dusun ini termasuk dalam pola permukiman terpusat atau terkumpul. Rumah-rumah warga terkumoul di satu kawasan di mana permukiman tersebut langsung berbatasan dengan kebun-kebun di sekelilingnya. Untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari, warga menggunakan tenaga listrik dari panel surya yang dipasang di setiap rumah dan juga kincir air yang dipasang di sungai. Namun, kondisi accu penyimpan daya dari panel surya pada beberapa rumah sudah rusak dan ada 11 rumah yang tidak memiliki kincir air.

Dusun Cisoka juga memiliki bentang alam yang sangat indah. Di sekeliling dusun penuh dengan pemandangan warnaa hijau dari kebun teh, kopi, dan hutan-hutan. Hutan-hutan tersebut juga merupakan tempat migrasi elang jawa. Dusun ini sering dikunjungi fotografer yang ingin berburu foto elang jawa. Selain itu juga terdapat area off-road track yang sering dikunjungi oleh mahasiswa atau pengunjung pecinta alam. Ada juga air terjun Grobogan yang juga dikembangkan sebagai tempat wisata.

Untuk menarik wisatawan datang ke dusun ini, perlu fasilitas-fasilitas penunjang untuk menunjang kegiatan wisata di dusun ini. Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah bird watch tower untuk kegiatan melihat burung di kawasan tersebut. Namun letak fasilitas ini juga harus diperhatikan agar tidak mengganggu atau merusak ekosistem asli satwa di kawasan tersebut.

Dengan potensi alam yang menakjubkan tersebut, dusun ini juga memilik permasalahan sendiri, yaitu masalah akses. Akses menuju dusun ini bisa dibilang susah. Meski jarak dusun ini dengan Desa Citengah tidak terlalu jauh, tetapi jalan yang tidak rata dan licin waktu hujan membuat waktu tempuh menuju dusun ini terasa lama karena itu perlu adanya perbaikan jalan untuk mempermudah akses menuju dusun ini.

Material jalan yang digunakan sebaiknya tetap mempertahankan sifat menyerap air ke tanah untuk mengurangi potensi longsor. Batu-batuan merupakan salah satu material yang bisa digunakan untuk jalan tapi masih bisa mengalirkan air ke dalam tanah.

Sebagai desa wisata tentu saja diperlukan pusat informasi bagi wisatawan agar wisatawan lebih mengerti tentang kondisi lingkungan sekitar seperti ada apa saja di kawasan tersebut, hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan, jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan harus tahu perlu bertindak apa, dan sebagainya.

Konsep rancangan perbaikan jalan, pengembangan visitor center dan bird watch tower dikembangkan dengan memperhatikan kondisi yang ada di Dusun Cisoka serta kesiapan warga dalam mengelola fasilitas baru tersebut. Dengan rancangan-rancangan tersebut diharapkan mampu memenuhi supply untuk kegiatan pariwisata di Dusun Cisoka dan memakmurkan penduduk setempat.

1715 Views