selasar-loader

Pesan untuk Calon Founder Startup

LINE it!
Hanifah Nisrina C
Hanifah Nisrina C
Co-founder, Field Researcher @Bantuternak | Rumah Kepemimpinan Batch 8
Journal Mar 2, 2018

Hasil gambar untuk start up

Sumber gambar: http://uangonline.com/deretan-start-up-ini-gagal-di-tengah-jalan/

 

Startup telah menjadi tren sejak 5 tahun terakhir. Para minellials berbondong-bondong memecahkan masalahnya dengan solusi membuat startup. Lantas, apakah yang dimaksud dengan startup?

Mengutuip dari Ericries, “Startup sendiri artinya adalah adalah institusi manusia yang dirancang untuk menciptakan produk atau jasa baru di tengah ketidakpastian yang ekstrem”. Berbeda dengan wirausaha atau entrepreneur yang memiliki arti siapapun yang menciptakan produk atau bisnis baru di tengah ketidakpastian yang ekstrem, entah dia bekerja di badan pemerintah, perusahaan yang disokong VC atau perusahaan nirlaba. Ciri khas startup adalah menyediakan produk atau jasa yang menyelesaikan masalah manusia dengan inovasi baru yang memiliki impact dengan skala besar di waktu atau momen yang tepat.

Namun, kebanyakan “bakal” founder tidak mengetahui stage yang harus dilalui oleh para founder startup, berikut penjelasannya.

 

Saya telah memiliki ide. Apa yang harus saya lakukan?

Carilah co-founder yang mampu berdiskusi brainstorm dengan ide dari permasalahanmu. Temukan partner yang tepat untuk memulai. Hal yang terpenting adalah dia mau diajak bekerja sama dalam suka maupun duka. Visi yang sama saja tidak cukup.

 

Tim kamu sudah kuat?

Lakukan desain sprint dengan timmu. Cari tahu masalah utama yang harus diselesaikan. Googlle desain spint kit menyediakan cara-cara agar kamu dapat mengeksekusi idemu dalam waktu singkat. Tahukah kamu bahwa perusahaan sekelas Google hanya membutuhkan waktu lima hari untuk melakukan desain sprint?

 

Validasi marketmu dengan mengikuti kompetisi atau inkubasi

Kompetisi yang ada seperti hackaton dari Google, inkubasi startup berguna untuk menemukan mentor yang tepat. Namun, apabila tanpa kompetisi dan ikubasi kamu telah menemukan mentor yang tepat, itu juga lebih baik.

 

Jangan pikirkan uang terlebih dahulu

Fokus pada pemecahan masalah. Bagaimana fitur atau tools yang kamu ciptakan dapat membantu orang banyak dan solved problem.

 

Idemu sudah ada yang punya? Cari unique value proposition dari kompetitormu.

Cari hal lain yang membuat produkmu unik. Jangan memngambil jatah atau  range terlalu luas. Fokus dengan apa yang harus kamu selesaikan. Setelah kamu menemukan initi masalah atau akar masalahnya, selesaikan itu dan buat fitur yang berkaitan. Jika benar-benar sudah terlalu mainstream, lakukan pivot. Kembali lakukan sprint dan tulis di javelin board.

 

Go public!

Apabila produkmu sudah siap, buatlah MVP dan ikuti kompetisi untuk mendukung akusisi produkmu. Hal lainnya yang diperlu dilakukan ialah siapkan paten, pelirisan aplikasi, dan lain sebagainya.

100 Views