selasar-loader

'Design Thinking' vs 'Design Sprint', Apa Bedanya?

LINE it!
Hanifah Nisrina C
Hanifah Nisrina C
Co-founder, Field Researcher @Bantuternak | Rumah Kepemimpinan Batch 8
Journal Jan 15, 2018

 

sJQ0UtqdvO7jpNjNwdujK6cxV3xB0nSsVygc0XAK

Bayangkan jika kamu menjalani peran sabagai serang juru masak sekaligus pemilik restoran. Mari kita mulai dengan analogi ini.

Ya. Kita akan membuat produk innovative bernama burger!

Belajar dari film The Founder (2016) yang menceritakan bagaimana perjalanan seorang founder kakak adik Mac and Dic McDonald, yang membuat Burger dalam waktu singkat dengan teknik “Burger Ballet : Symphony of efficiency, not a waste of motion" yang mendeskripsikan bagaimana kreasinya dapat mengubah amerika menjadi the rest of the world eats. Ketika rata-rata restoran membuat burger dalam waktu 30 menit. Dua bersaudara ini hanya membuat dalam waktu 30 detik, dengan teknik burger ballet-nya.

 

0Xc9UIVC96UQ93ug3wNgFfiVJUtRJ2t3.jpg

Mac dan Dic Donalds bersaudara. Sumber : https://i.ytimg.com

Mac dan Dic Donalds menerapkan design thinking ketika membangun dapurnya. Sedangkan produk bernama burger yang hanya disajikan 30 detik tersebut dalah hasil dari design sprint-nya.

Design thinking is a human-centered approach to innovation that draws from the designer’s toolkit to integrate the needs of people, the possibilities of technology, and the requirements for business success.
— Tim Brown, president and CEO, IDEO

Baiklah, jadi, jika inovasi adalah alasan kita untuk menggunakan sistem / pola pikir seperti Design Thinking, maka kita perlu mendefinisikan apa itu Design Thinking dalam konteks analogi makanan.

Desain Thinking adalah kelas memasak. Di kelas memasak kamu mempelajari filosofi memasak secara umum, bagaimana rasa bekerja, bahan mana yang saling melengkapi, bagaimana menyiapkan barang-barang tertentu (memotong bawang, memasak daging, membuat saus). Jika kamu belajar memasak di restoran sekelas Mc Donalds, maka kamu harus mempelajari Design Thinking Burger Ballets milik Mac and Dic Donalds.

Lalu Apa itu Design Sprint?

The sprint is a five-day process for answering critical business questions through design, prototyping, and testing ideas with customers
-Jake Knapp, Author of SPRINT and one of the inventors of the Design Sprint

Design Sprint lebih daripada pola pikir, filosofi atau toolkit sistem yang dijalani. Lebih mengarah pada how-nya membuat suatu produk/layanan/bisnis.

Design sprint ibarat resep. Ini menunjukkan kepada bahan apa yang diperlukan, apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya dan dalam kasus dapur yang lebih besar, siapa yang harus melakukan apa.

0RuE2jwXJzuQAYWUwvKYNC-0dRbeFXvMW4rBfcO0

Bahan-bahan yang diperlukan dalam design sprint. Photo by Elli O. on Unsplash

Saya akan membuat burger dengan bahan : 2 potong roti, 3 lapis keju, 6 iris bawang bombay, 2 slices tomat, 3 slices selada, dan 1 daging yang masak

Jadi, apa bedanya?

Membuat sebuah restoran dengan koki yang hebat memang keren, tapi tanpa resep, produk akan sia-sia. Perlu adanya riset untuk mencari tahu bagaimana cara membuat hidangan burger yang fantastis (melebihi kecepatan Mc Donalds, mungkin?). Fokus kepada, resep apa yang membuat customer puas? berapa detik waktu yang diperlukan, berapa suhu api, jenis tungku apa yang digunakan untuk pemanggangan daging?

Design Thinking adalah fondasi inovasi. Tapi Design Sprint adalah salah satu cara yang hebat untuk mengeksekusi semua itu secara sistematis.

244 Views