selasar-loader

September, Bulan Rilis Otomotif yang Fantastis

LINE it!
Hilmy  Maulana
Hilmy Maulana
memperbaiki diri tanpa henti. Serving you exceed your expectations
Journal Oct 11, 2017

mUVqajLPaNpO2hGlnXO5h984ooxJQC8F.jpg

Akhir kuartal ketiga 2017 menjadi waktu yang layak ditandai sebagai bulan yang fantastis bagi pengamat transportasi di Indonesia. Pasalnya di kuartal ketiga ini, banyak terobosan inovasi di bidang transportasi yang dirilis. Berikut ini akan dirinci beberapa terobosan yang rilis pada kuartal ketiga 2017

1. Bus Dek Ganda

Bus Dek Ganda, atau populer dikenal dengan sebutan Double Decker, merupakan bis yang dilengkapi dengan dua buah dek yang tersusun secara vertikal, dalam satu sasis bis yang menopangnya. Pada bulan September kemarin, tercatat ada tiga Perusahaan Otobis yang sedang membangun asetnya untuk mengembangkan kenyamanan serta keamanan bagi para pengelaju sekalian.

LTvnnbY0ntMplLzuXgMlIibkQB8YTODh.jpg

Yang pertama, ada PO Harapan Jaya yang bermarkas di Tulungagung, Jawa Timur. PO yang dicirikan dengan warna putih-oranye dan gambar kuda berderap ini melakukan terobosan baru, setelah sebelumnya merilis unit Bis terbarunya yang berbasis Hino RM1ESKU 380 dengan mengadopsi model bodi “Legacy Sky SR2 Xtra High Decker” di GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) 2017 yang bertempat di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai  (ICE BSD) di Tangerang.

Terbaru, kini PO Harapan Jaya merilis bis tingkat dengan tiga gardan dari perusahaan otomobil dari Swedia, Scania. Tipe Scania K410Ib dengan Opticruise Transmission menjadi pilihan bagi pemilik PO untuk menjadi penyokong bodi “All New Super Jetbus 2 Super Double Decker” karya karoseri Adiputro wirasejati, malang.

QVZJdD_O6WKRALYS7-a49g7YACyBnlgF.jpg

Yang tidak ingin kalah, ada pula Bus dek Ganda dari pemain Purwodadenan, PO Garuda Mas. Yang merilis bus dek ganda dalam balutan bodi “All New Super Jetbus 2 Super Double Decker”, juga rajutan Karoseri Adiputro Wirasejati malang.

Namun, yang membedakannya dengan milik PO Harapan Jaya adalah sasis yang menyokongnya. PO Garuda Mas mempercayakan Mercedes-Benz OC 5000 RF 2542 sebagai penyokong bis berbobot maksimal 25 ton tersebut. Ditopang mesin 420 tenaga kuda dari mesin OM 457 LA karya mercedes-benz, nampaknya akan menjadi alternatif pilihan bagi penglaju yang berasal dari Jawa Timur dan Jawa Tengah dalam melakukan perjalanan menuju Ibukota.

Terakhir, adalah rilisan dari PO Pandawa 87 yang bermarkas di Pasuruan dan Boyolali. Perusahaan yang berfokus pada bidang jasa transportasi wisata ini diam-diam tengah mempersiapkan sebuah bis dek ganda yang senada dengan milik PO Garuda Mas. Dibekali mesin OM 457 LA dari Mercedes-Benz, juga menggunakan bodi yang sama. Nampaknya, akan menjadi sensasi perjalanan wisata yang baru, ketika menggunakan bus dengan dek ganda di Indonesia.

2. Kereta Bandara Soekarno-Hatta

rxXh82-l_a4KACXPQJH0-noB1D1Icl-B.jpg

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menerima kedatangan perdana satu rangkaian KA Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Kereta tersebut kini ditempatkan di Balai Yasa, Manggarai, Jakarta Selatan. 

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengungkapkan, KA Bandara Soetta ini dalam satu rangkaian memiliki enam gerbong. Secara bertahap, rangkaian KA Bandara ini akan datang hingga Oktober 2017. Dengan total jumlah sebanyak 10 train sett.

Memiliki warna dasar putih dengan corak oranye dan biru, KA ini memasang logo a Railink di bagian depan dengan warna emas. Nantinya, PT Railink yang menjadi anak usaha KAI akan mengoperasikan KA Bandara ini.

Rencananya, KA Bandara ini akan dilakukan uji beban dalam satu minggu ke depan. Uji beban ini akan dilakukan dengan kecepatan maksimal ke arah Bekasi atau Tangerang, karena baru rute itu yang memiliki aliran listrik, karena KA Bandara ini akan dioperasikan menggunakan listrik. Pembuatannya, KA Bandara ini dilakukan di markas PT INKA (Persero) di Madiun. Mesin yang digunakan merupakan mesin dari Bombardier. "Harapan kami tidak muluk-muluk, tahun ini sudah beroperasi, paling cepat November," tegas Edi Sukmoro.

3. KA Wijaya Kusuma

0zfCAhTzolHzVk-p-e6iwS0G3zKSiYac.jpg

Petak jalan Cilacap ke arah timur akan makin ramai dengan hadirnya layanan kereta api yang baru dari PT Kereta Api Indonesia. Dengan Relasi Cilacap – Yogyakarta – Solo pergi-pulang, akan menambah pilihan bagi penglaju yang beradadi sekitar kota tersebut untuk memilih KA Wijaya Kusuma sebagai pilihan menuju kota tujuan.

Sebelumnya, relasi Cilacap – Yogyakarta – Solo dikuasi oleh PO Riyan transport yang mengalokasikan armadanya di kelas patas di kota tersebut. Namun, kini ada pilihan baru dengan hadirnya KA Wijaya Kusuma. Kereta ini menggunakan model kereta K3 Image terbaru tahun produksi 2017. Dengan kelas Ekonomi Premium, sama seperti yang digunakan oleh Kereta Jayakarta Premium Relasi Surabaya Gubeng-Pasar Senen.

Kereta ini dikenal lebih nyaman, ekslusif serta menawarkan akses multimedia yang lebih baik dari seri ekonomi sebelumnya. Kereta api ini juga diluncurkan untuk memperingati 72 Tahun karya PT Kereta Api Indonesiar (Persero). Selain dikarenakan juga untuk mengisi kekosongan kereta di petak cilacap.

Begitulah sedikit yang bisa dibagikan oleh penulis, akhir kata, semoga bermanfaat dan mencerahkan.

352 Views