selasar-loader

PT Pelni: Moda Transportasi yang Lama Luput dari Perhatian

LINE it!
Amala Rahmatia Putri
Amala Rahmatia Putri
Public Health, UI | Awardee Rumah Kepemimpinan Jakarta 8'
Journal Aug 7, 2017

WSEEKjhWN7QGDcMnkp1dpMPFIFHw6fd0.jpg

Apa yang terbayang dalam benak Anda ketika Anda membaca PT Pelni? Bukan tidak mungkin beberapa diantara kita masih ragu jika ditanyakan apa itu Pelni dan apa kepanjangannya. Dilansir dari situs resminya, Pelni merupakan singkatan dari Pelayaran Nasional Indonesia.

Pelni ini adalah perusahaan persero pelayaran nasional yang menyediakan jasa transportasi laut, meliputi jasa angkutan penumpang dan muatan barang antarpulau. Saat ini, perusahaan mengoperasikan 26 kapal penumpang, 46 kapal perintis, 6 kapal barang tol laut dan 1 kapal ternak.

Hal yang kemudian disayangkan adalah impresi negatif kuat yang justru tercitrakan dalam perjalanan 4 hari 3 malam dari Tanjung Priok, Jakarta, menuju Natuna, Kepulauan Riau. Masih ingatkah Anda ketika, dulu, transportasi kereta masih sangat semrawut, sekitar sewindu lalu?

Ketika para penumpang mendapatkan karcis dengan nomor kursi tertera, namun tetap harus berebut kursi satu dengan lainnya dengan ancaman kemungkinan kehabisan kursi dan terpaksa harus berdiri dari lokasi keberangkatan hingga tempat tujuan?

Hal tersebut, setelah satu windu terlewat, ternyata masih menjadi hal umum dalam perjalanan kapal di bulan Juli‚ÄďAgustus 2017 kemarin. Ketika berjuang antri menaiki tangga kapal dan akhirnya sampai di lambung kapal, para Anak Buah Kapal (ABK), alih-alih mengarahkan sesuai dengan nomor kasur dan dek masing-masing penumpang, malah mengarahkan untuk mengisi kasur kosong yang tersedia tanpa memperhatikan nomor. Hampir seluruh penumpang tergesa mencari tempat paling nyaman untuk menghabiskan empat hari ke depan di dalam kapal.

Ketika segala kesulitan berebut kasur dan pada akhirnya terpaksa rombongan terbagi di dua dek yang berbeda baru saja selesai, dengan santainya kecoa-kecoa kecil seukuran kuku kelingking atau lebih kecil berlarian di dinding kapal dan bawah kasur. Kehororan tersebut belum sampai puncak hingga keesokan paginya, ketika bermaksud untuk mandi di kamar mandi umum, terdapat keran yang bocor sehingga membuat becek seluruh kamar mandi tersebut.

Lupakan sementara mengenai pintu shower yang tidak bisa dikunci atau washtafel yang tidak berfungsi dengan normal (ada keran yang mati dan sisa washtafel tersebut bocor). Kebecekan tersebut diperparah dengan bau yang tidak sedap karena ternyata masih ada orang yang buang air besar lalu tidak disiram. Tidak mungkin tidak mandi karena bangun tidur dengan keadaan berkeringat seluruh tubuh sebab AC dek tersebut sedikit bermasalah. Luar biasa!

Menilik secara umum kondisi geografis di Indonesia yang merupakan sebuah negara kepulauan, tak dipungkiri transportasi laut sudah semestinya tidak boleh menjadi perhatian nomor dua, terlebih untuk kapal Pelni yang merupakan transportasi laut milik negara.

Struktur demografis Indonesia yang terpusat di Pulau Jawa dan beberapa pulau besar lain dapat menjadi penyebab mengapa keadaan transportasi laut sampai sebegitunya tertinggal dibanding transportasi darat ataupun udara; karena tidak banyak pihak berwenang yang merasakan ketidaknyamanan di atas kapal sebagaimana dirasakan para penumpangnya tersebut.

Padahal, jika melihat urgensi dan potensinya, transportasi laut benar-benar menjadi top priority perbaikan sistem transportasi di Indonesia. Transportasi laut sangat penting karena dengan terbentang begitu banyaknya kepulauan-kepulauan di Indonesia, tidak mungkin semuanya ditempuh menggunakan transportasi darat.

Mungkin juga karena terpisah laut atau selat. Selain itu, tak semua pulau, baik secara ketersediaan infrastruktur maupun keadaan geografi, sesuai untuk pembuatan landasan pacu sehingga mampu mengakomodasi transportasi udara. Lalu, satu-satunya transportasi yang tersisa adalah kapal.

Contoh nyatannya ketika kita akan bertolak ke Banda Neira, satu-satunya pilihan yang tersisa dari Ambon adalah menggunakan kapal karena pesawat kecil yang tadinya melayani rute tersebut perlu memberikan subsidi kepada masyarakat agar terjangkau. Namun, akhirnya rute tersebut justru ditutup sementara. Belum lagi membahas dari segi potensi transportasi laut sebagai objek unggul pariwisata di Indonesia yang sebagian besar kawasannya terdiri dari kawasan perairan.

Pada akhirnya, PT Pelni sebagai transportasi laut milik negara merupakan moda transportasi yang sangat vital di Indonesia sebagai negara kepulauan. Keberadaan transportasi laut dari pemerintah ini menunjukkan niat mulia pemerintah dalam menghubungkan gugusan ratusan pulau di Indonesia ini agar lebih mudah diakses.

PT Pelni sebagai sarana transportasi laut ini juga sangat potensial apabila hendak dikembangkan menjadi salah satu daya tarik wisata di Indonesia. Oleh karena itu, untuk mengakomodasi kepentingan pelayanan bagi penumpang dan kepentingan potensi pemasukan negara, hal pertama dan utama yang perlu diperbaiki adalah sistem pengorganisasian kapal. Hal itu dimaksudkan agar moda transportasi laut ini menjadi transportasi yang dipilih baik karena pelayanannya maupun kenyamanannya.

Tidak ada kata terlambat untuk mulai berubah. Bahkan, bukankah kita masih ingat tahun 2009 lalu, ketika keadaan kereta api masih sangat tidak nyaman? Bukan tidak mungkin, jika perbaikan dilakukan secara serius, lima hingga sepuluh tahun dari sekarang, pemasukkan PT Pelni akan bertambah berkali-kali lipat karena para penumpang, baik domestik maupun mancanegara, memilih untuk menggunakan moda transportasi laut sembari menikmati indahnya laut dan gugusan pulau di Indonesia.

Sumber gambar: Merdeka

708 Views