selasar-loader

Panduan untuk Uni Fahira Memboikot Perusahaan Pro-LGBT

LINE it!
Arfi Bambani
Arfi Bambani
Cofounder dan Chief Content Officer Selasar
Journal Jul 14, 2017

JbhtvxxrYraH8zM9MubAeVq2lXqFHIcq.jpg

Sebagai penggemar Uni Fahira Idris, informasi apa pun mengenai beliau hampir selalu saya ikuti. Bagi saya, gerakan-gerakan Uni Fahira ini sangat menginspirasikan anak bangsa seperti saya. Minimal, inspirasi tulisan seperti yang Anda baca ini.

Pertama kali Uni Fahira jadi perhatian saya ketika beliau menemui langsung Imam Besar FPI Habib Riziq. Uni Fahira betul-betul pejuang berani, konsekuen dengan sikapnya untuk mengedepankan dialog.

Saya lalu rajin memantau akun Twitter Uni Fahira yang juga pernah menjual kosmetik, sampai-sampai istri saya pun pernah membelinya. Saya pun tak luput memperhatikan sepak terjang beliau memerangi peredaran minuman keras. Terbaru, Uni Fahira mengampanyekan boikot kedai kopi Starbucks.

Uni Fahira yang juga Wakil Ketua Komite III Dewan Perwakilan Daerah itu mendesak pemerintah bersikap tegas dengan mencabut izin Starbucks di Indonesia. Uni mendesak semua pihak terutama umat Islam tidak membeli produk-produk Starbucks karena mereka mendukung propaganda lesbian, gay, biseksual dan transeksual (LGBT) dan pernikahan sesama jenis.

Namun tak lama setelah Uni kampanyekan boikot Starbucks, muncul screen capture Uni Fahira yang men-tweet lagi minum kopi Starbucks. Memang kalau orang-orang sudah begitu bencinya, masa lalu Uni Fahira yang biasa nongkrong di Starbucks pun dijadikan bahan perundungan. Halo netizen, jangan kejam begitu dong. Jangan samakan Uni dulu dengan Uni sekarang yang sudah tercerahkan dong.

77ZcS6V6V0vxM6xOSE6-Z6AhXJgjeK3B.png

Nah, sebagai penggemar Uni Fahira, saya tak ingin ke depan Uni dipermalukan lagi karena tak sadar masih menggunakan produk-produk perusahaan yang mendukung LGBT. Jika netizen bertemu foto-foto Uni pakai produk dari perusahaan pro-LGBT, tolong pahami bahwa saat itu Uni tak tahu atau belum sadar. Tolong jangan di-bully.

Untuk itu, tulisan saya ini ingin memberi masukan soal bagaimana memboikot perusahaan-perusahaan yang mendukung LGBT. Jangan sampai Uni Fahira tidak kaffah melakukan gerakan. Jangan sampai pula Gerakan Uni Fahira setengah-setengah, apalagi sepersekian ratus, soalnya ada ratusan perusahaan besar dunia yang berposisi sama seperti Starbucks ini.

Bagaimana caranya membuat panduan untuk Uni?

Terus terang, saya terinspirasi jurnalis Vice Indonesia yang mencoba 20 jam hidup tanpa melibatkan produk-produk perusahaan pro-LGBT. Saya akan memberi masukan kepada Uni Fahira bagaimana caranya dari bangun tidur sampai tidur lagi tidak menggunakan produk-produk perusahaan pro-LGBT.

Pagi di Rumah

Saat berusaha bangun dari tidur di pagi hari, saya menyarankan Uni menggunakan jam weker konvensional, jangan menggunakan alarm dari telepon seluler. Saya khawatir, telepon seluler yang Uni pakai merupakan produk dari perusahaan pro-LGBT.

Dua sistem operasi telepon pintar (smartphone) paling banyak dipakai saat ini merupakan produk dari perusahaan-perusahaan pro-LGBT. Tim Cook, CEO Apple yang memproduksi iPhone, bahkan seorang gay. Tim Cook sampai bicara begini lho, Uni, "menjadi gay adalah anugerah terbesar Tuhan pernah kasih kepada saya". Sementara Google yang menukangi sistem operasi Android yang paling banyak dipakai di dunia, juga terang-terangan mendukung LGBT.

Ada pilihan lain selain iOs (Apple) dan Android, misalnya telepon seluler yang pakai sistem operasi Windows, Symbian, dan BlackBerry. Sayangnya, Microsoft yang memproduksi Windows juga pendukung kesetaraan hak LGBT. Nokia yang menggunakan Symbian bahkan membuat ponsel-ponsel “pelangi” ala yang sering diasosiasikan dengan LGBT.

Pilihannya, Uni bisa memakai BlackBerry, namun tentunya BlackBerry yang tidak menggunakan Android. Lebih amannya lagi, Uni bisa pakai ponsel sebelum zaman smartphone-smartphone ini, tapi tentu bukan produksi Nokia. Mengapa begitu? Sebagai muslim yang baik, Uni harus menghindari mudarat yang lebih besar, bukan?

Pun Uni jangan nyalakan laptop Mac yang biasa Uni pakai saat berkantor di DPD. Itu produk Apple, Uni. Saya sarankan Uni tidak pakai laptop merek apapun karena rata-rata perangkat kerasnya juga dibuat atau dirancang perusahaan-perusahaan yang pro-LGBT seperti Microsoft. Mungkin ini saatnya Uni pakai buku tulis atau diary saja. Kebanyakan buku tulis di sini produksi perusahaan lokal Indonesia yang tak terlalu peduli dengan isu LGBT-LGBT ini.

RYJXif5KAtL205MKBpheg45M_vr2k_mg.jpg

(Foto: Jurnalmuslim.com)

Karena Uni cuma bisa pakai ponsel bodoh dan buku tulis, dengan begitu Uni pun tak perlu lagi memakai Facebook, Twitter, Instagram, dan WhatsApp yang semuanya buatan perusahaan yang pro-LGBT. Saya sarankan Uni kalau mengontak orang, telepon atau SMS saja. Semua provider telepon kita sepertinya juga tak paham LGBT-LGBT-an ini. Saya ikhlas tak bisa lagi memantau sepak terjang Uni di Twitter karena perusahaan ini juga mendukung LGBT.

Setelah berhati-hati dengan ponsel, Uni bisa bangun tidur, lanjutkan mandi pagi. Nah, supaya Uni terhindar dari produk-produk perusahaan pro-LGBT, hindari bersih-bersih diri menggunakan produk dari perusahaan-perusahaan sebagai berikut: Unilever, Johnson & Johnson, Body Shop, dan Procter & Gamble.

Untuk amannya, agar terhindar dari produk-produk perusahaan yang pro-LGBT, Uni saya sarankan gunakan produk alami buatan Tuhan langsung saja. Misalnya, biji lerak. Nah, kalau di kampung-kampung, masih ada yang pakai biji lerak ini sebagai pengganti sabun lho. Untuk sampo, Uni bisa coba pakai minyak kelapa. Ada teman saya yang pakai minyak kelapa, rambutnya kuat dan indah bahkan sehat sekali.

Selesai mandi, Uni pastikan betul pakaiannya bukan produk dari perusahaan-perusahaan pro-LGBT seperti H&M. Jika perlu, Uni pakai pakaian yang halal sejak dari bahannya. Namun ini perkara mudahlah, kan kebanyakan baju muslim juga buatan Bukittinggi atau Tasikmalaya. Kemungkinan juga yang membuat juga tak paham apa itu LGBT. Aman.

Namun, saya agak khawatir dengan tas-tas yang biasa Uni pakai. Tolong, Uni harus menjauhkan diri dari merek-merek seperti Michael Kors, Kate Spade, Dolce Gabbana, dan Giorgio Armani. Saran saya, Uni lebih baik pakai tas-tas buatan Indonesia saja karena kebanyakan yang berasal dari Eropa atau Amerika itu para pendukung LGBT.

jB5We1IlP99oum-zAYzminGhLyn5NVi6.jpg

Nah, kemudian untuk sepatu, saran saya lagi-lagi, pakailah produk Indonesia. Bahkan sepatu olahraga juga harus hati-hati Uni. Jangan sampai Uni pakai sepatu merek Converse, Nike, Adidas atau Gucci. Waduh, mereka semua pendukung LGBT, Uni.

TuGRHao8yeYjQnx3rrybqOmYxQ8lHeL-.png

Pun kosmetik. Uni sebisa mungkin hindari pakai produk Eropa atau Amerika, rata-rata pendukung LGBT juga. Nah, syukurlah sekarang ada produk dalam negeri yang sedang naik daun. Tentu Uni tahu, bukan?

Sarapan? Uni saya sarankan makan pagi ala orang Indonesia kebanyakan saja, misalnya lontong sayur, bubur ayam atau nasi uduk. Uni bisa juga sarapan makan buah-buahan seperti saya. Jangan sampai Uni sarapan ala barat seperti susu dengan oatmeal atau sereal karena saya khawatir diproduksi Unilever atau Nestle yang juga pro-LGBT.

Berangkat Kerja

Nah, tiba saatnya Uni berangkat pergi bekerja ke gedung Dewan Perwakilan Daerah. Uni harus hati-hati memilih mobil untuk bekerja, bisa-bisa Uni nanti difoto wartawan atau netizen sedang mengendarai mobil-mobil produksi perusahaan yang pro-LGBT.

Syukurlah Uni, sebuah situs membuat daftar mobil-mobil yang gay friendly (baca ramah LGBT). Menurut situs ini, cuma ada dua produsen mobil yang sikapnya seperti Uni, tidak suka dengan LGBT yaitu Kia dan Suzuki. Kemudian ada 4 produsen lain yang tak diketahui sikapnya, yakni Ferrari, Lamborghini, Lotus dan Maserati.

Sementara produsen mobil lainnya termasuk yang paling populer di Indonesia yaitu Toyota adalah pendukung LGBT. Namun dalam daftarnya, Proton yang milik Malaysia tidak termasuk. Jadi, untuk amannya, Uni saya sarankan pakai kendaraan kalau tidak Kia, Suzuki, ya Proton. Syukur-syukur Uni punya Ferrari, Lamborghini, Lotus, dan Maserati, tapi sebaiknya dihindari karena Uni tahu sendiri, perusahaan-perusahaan di Barat kebanyakan pendukung LGBT.

Kalau misalnya Uni sampai naik sepeda motor (misalnya kepepet harus naik ojek), tolong jangan naik sepeda motor produksi Honda. Mereka juga pendukung LGBT lho, Uni. Uni bisa naik sepeda motor Yamaha atau Suzuki. Jadi, misalnya Uni pesan Go-Bike, pastikan tanya pengemudinya, apakah sepeda motornya merek selain Honda. Jika sepeda motornya Honda, batalkan saja Uni. Bahaya jika Uni sampai difoto pakai produk pendukung LGBT. Terus, Uni juga jangan pakai aplikasi Uber. Sumpah, Uber juga dukung LGBT, Uni.

Nah, saat di depan wartawan, Uni harus menghindari pakai produk-produk yang khas Eropa atau Amerika. Saya khawatir, ada wartawan yang suka investigasi, mencari tahu siapa produsen tas, kacamata atau arloji yang biasa Uni kenakan. Untuk amannya, Uni pakai tas, kacamata dan jam tangan Rp50.000 yang dijual di ITC-ITC saja. Saya yakin, pembuatnya di daratan China sana tak peduli juga dengan isu LGBT-LGBT.

Tiba saatnya makan atau minum. Nah, Uni ternyata bukan saja harus menghindari Starbucks. Uni harus tahu bahwa McDonalds, KFC, Burger King dan Wendy’s ternyata semuanya pro-LGBT. Jadi, agar Uni aman dari bully netizen jika sampai kepergok makan di tempat-tempat itu, Uni makannya di rumah makan Padang, Warteg atau warung Sunda/ Betawi saja. Dijamin, 1.000 persen tak ada isu LGBT-LGBT-an.

Jika Uni mau berkunjung ke daerah, maklum sebagai senator, Uni jangan pula sampai menaiki pesawat-pesawat Boeing. Boeing dibuat perusahaan yang mendukung LGBT, Uni. Bahkan Boeing beri pensiun karyawannya yang menikah sesama jenis. Uni harus mengupayakan naik pesawat jenis Airbus, Cessna, Embraer atau Bombardier, karena sejauh ini tak ada urusan dengan LGBT.

Nah, Uni, begitu saja sedikit masukan dari adinda. Semoga Uni tetap bisa istiqomah dan konsisten berjuang.  Tolong Uni jaga kesehatan ya, jangan sampai sakit dan harus minum obat karena banyak perusahaan obat juga pendukung LGBT.

Selamat berjuang, Uni.

Disclaimer:

Tulisan ini adalah opini pribadi, tidak mewakili perusahaan atau organisasi tempat saya terafiliasi.

Keterangan foto:

Semua foto dari akun Twitter @fahiraidris kecuali yang disebutkan lain.

11913 Views