selasar-loader

Mereka yang Zalim pada Saudaranya

LINE it!
Mhd Fadly
Mhd Fadly
Freelancer, penulis
Journal Jun 9, 2017

UnjyLLLTpMzdTFiWVdE33YDtT1ndhlgG.jpg

Salat adalah amalan yang paling pertama sekali dilakukan bagi seorang yang telah mengucapkan syahadat. Salat juga adalah hal yang dipertanyakan Malaikat di alam kubur. Perintah salat juga diambil oleh Rasulullah di kala melakukan isra dan miraj. Dan salat juga adalah kewajiban yang banyak terlalaikan oleh pemeluk agama Islam.

Salat yang dilaksanakan lima kali sehari semalam diwajibkan untuk kaum lelaki dilaksanakan di masjid. Banyak keutamaan yang faedah yang diberikan bagi mereka yang salat di masjid. Rasulullah saw. bersabda: “Keutamaan salat berjemaah itu melebihi salat sendirian sejumlah dua puluh tujuh derajat” (HR. Muslim, dari Abdullah bin Umar).

Bagi laki-laki akan kewajiban salat berjemaah di masjid sesuai dengan perkataan Rasulullah: “Aku pernah berniat memerintahkan salat agar didirikan kemudian akan kuperintahkan salah seorang untuk mengimami salat, lalu aku bersama beberapa orang sambil membawa beberapa ikat kayu bakar mendatangi orang-orang yang tidak hadir dalam salat berjemaah, dan aku akan bakar rumah-rumah mereka itu.” (Muttafaq 'alaih).

Namun, terdapat beberapa hal kebiasaan saling menzalimi antara saudara muslim dengan muslim lainnya di saat melaksanakan ibadah salat di masjid, dan itu hampir semua masjid dapat ditemui. Bisa jadi kezaliman ini tidak lain disebabkan karena tidaksampainya ilmu tersebut kepada mereka. Kezaliman tersebut adalah tidak diletakkannya sutrah (pembatas) ketika akan salat.

Fenomena ini sering ditemui di masjid, terutama di masjid fasilitias umum (selain masjid pemukiman). Seseorang datang untuk salat dan ia berdiri di belakang pintu tempat lalu orang keluar masuk masjid dan ia melaksankan salat tanpa memberi batasan/sutrah, maka apa yang terjadi? Muslim yang lain akan terzalimi dengan salatnya. Orang yang telah melaksanakan salat di awal tidak bisa keluar dan yang akan masuk ke dalam masjid tidak akan bisa masuk.

Karena dalam hadis Rasulullah berbunyi: “Seandainya orang yang melintas di depan orang yang sedang salat mengetahui apa (dosa) yang ditanggungnya (lantaran melintasi itu), niscaya dia berdiri (atau berhenti untuk menunggu) selama empat puluh tahun, lebih baik baginya daripada berjalan di depan orang yang sedang mengerjakan sholat." (HR. Bukhori, Muslim, Tirmidzi, Ahmad, Nasa’i, Ibnu Majah, dan Abu Daud)

Hukum Sutrah

Sutrah secara bahasa arab artinya apa pun yang dapat menghalangi (lihat Qamus Al Muhith). Jadi sutrah adalah penghalang. Dalam terminologi ilmu fikih, sutrah artinya segala sesuatu yang berdiri di depan orang yang sedang salat, dapat berupa tongkat, atau tanah yang disusun, atau semacamnya untuk mencegah orang lewat di depannya (Mausu’ah Fiqhiyyah Kuwaitiyyah, 3/176-177)

Hadis Abu Sa’id Al-Khudri bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian salat menghadap sesuatu yang ia jadikan sutrah terhadap orang lain, kemudian ada seseorang yang mencoba lewat di antara ia dengan sutrah, maka cegahlah. Jika ia enggan dicegah maka perangilah ia, karena sesungguhnya ia adalah setan.” (HR. Bukhori)

Yang Dapat Dijadikan Sutrah

Rasulullah saw. pernah bersabda: “Sutrah seseorang ketika salat adalah anak panah, jika seseorang di antara kalian sholat, hendaknya ia menancapkan anak panahnya sebagai sutrah.” (HR. Ahmad)

Ulama mengategorikan sutrah adalah benda yang bersifat tinggi, seperti anak panah, hewan tunggangan, tiang, pohon, tongkat yang ditancapkan, dinding atau orang yang sedang berdiam di hadapan kita. Dan yang tidak bisa dijadikan sutrah adalah mushaf, benda yang menyerupai berhala, segala benda yang membuat diri tidak khusyuk dan garis.

Terkait garis sebagai sutrah sebagaimana di temui di Masjidil Haram, maka terdapat beberapa perbedaan pendapat ulama yang di antara kesimpulannya adalah diperbolehkan garis sebagai sutrah jika tidak ditemukannya benda di sekitar yang bisa dijadikan sutrah. Ini bentuk keringanan jika tidak ditemui sutrah. Dan ulama syafi’iyah berpendapat sajadah lebih diutamakan daripada garis karena sajadah lebih mencocoki dari maksud dan tujuan sutrah.

Sumber foto: Islam Kingdom

488 Views