selasar-loader

Teknologi untuk Bonus Demografi

LINE it!
Taufiq Anggara Lesmana
Taufiq Anggara Lesmana
Mahasiswa Ekonomi Islam Universitas Padjadjaran 2015
Journal Apr 25, 2017

xN4KmAEK1UmXvSV99rnUvlJR6RNYqrqG.jpeg

Foto via ide-bisnis.com

Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah, baik sumberdaya alamnya dari perairan, pegunungan, pertanian, pertambangan dan lain-lain. Juga sumber daya manusianya yang jumlahnya mencapai lebih dari 250 juta jiwa dengan sebesar 51% merupakan usia produktif. Sehingga menempatkan Indonesia sebagai negara berpenduduk terbanyak posisi keempat dunia yaitu setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat.

Bahkan menurut Badan Pusat Statistik pertumbuhan penduduk di Indonesia akan terus meningkat hingga pada tahun 2035 jumlah penduduk diprediksi akan mencapai 305,6 juta jiwa dengan sebesar 70% merupakan usia produktif.

Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, kini jumlah pengguna internet sebanyak 112,6 juta jiwa, yang ternyata sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan usia 17-23 tahun. Ini menunjukkan bahwa penduduk usia produktif di Indonesia mayoritas merupakan pengguna internet.

Hal ini merupakan potensi bagi Indonesia untuk dapat memberdayakan penduduk berusia produktif untuk dapat memanfaatkan teknologi yang ada dengan semaksimal mungkin. Jika 20 tahun ke depan bonus demografi ini dapat diberdayakan dengan baik maka akan memberikan dampak yang sangan positif bagi pertumbuhan negara.

Karena ketika usia produktif lebih banyak dibandingkan usia non-produktif, dengan asumsi bahwa usia produktif memiliki penghasilan maka maka angka ketergantungan menurun sehingga beban per kepala keluarga akan menurun. Namun sebaliknya jka bonus demografi ini tidak diberdayakan dengan baik, usia produktif yang menganggur justru akan menambah beban negara.

Saat ini jumlah wirausaha di Indonesia adalah sebesar 1,65% dari total penduduk. Jumlah ini masih terbilang kurang jika Indonesia ingin menjadi negara yang maju, belum lagi dilihat dari ketimpangan indeks Gini. Karena rata-rata negara maju di dunia memiliki jumlah wirausaha lebih dari 2% dari total penduduknya, contohnya Singapura yang jumlah wirausahanya sekitar 7% dari total penduduk.

 GPKByc_F2dKnvPDdbg_PMBSpli5zCzyb.jpg

Foto via SlideShare

Di sini saya melihat bahwa teknologi, terutama internet, dapat dijadikan alat yang jitu untuk dapat memberdayakan bonus demografi yang ada. Internet dapat mempermudah para pemuda untuk mengembangkan potensi, ide, kreatifitas, dan gagasan yang dimilikinya hingga dapat direalisasikan dalam bentuk riil.

Misalkan e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, dan sebagainya, yang memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk menjadi pebisnis dengan modal yang tidak terlalu besar. Internet juga dapat dijadikan wadah bagi para pemuda untuk dapat saling berbagi pengalaman atau ilmu yang aplikatif. Sehingga memungkinkan munculnya para bebisnis muda yang memberikan lapangan pekerjaan yang cukup untuk menampuk bonus demografi yang ada.

Usia muda adalah usia yang produktif.

Jangan sia-siakan waktu muda, karena masa muda adalah masa yang paling optimal. Yaitu optimal dalam hal waktu luang, tenaga, semangat, ide, dan banyak hal lainnya. Lakukanlah lima hal sebelum terwujud lima hal yang lain.

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manfaatkan lima perkara sebelum lima perkara: (1) waktu mudamu sebelum datang waktu tuamu, (2) waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu, (3) masa kayamu sebelum datang masa kefakiranmu, (4) Masa luangmu sebelum datang masa sibukmu, (5) hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al Hakim dalam Al Mustadroknya, dikatakan oleh Adz Dzahabiy dalam At Talkhish berdasarkan syarat Bukhari-Muslim. Hadits ini dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Al Jami’ Ash Shogir).

541 Views

Author Overview


Taufiq Anggara Lesmana
Mahasiswa Ekonomi Islam Universitas Padjadjaran 2015

More Journal from Taufiq Anggara Lesmana


Bahasamu, Duniamu
2 years ago

Reader, Learner, dan Leader
2 years ago