selasar-loader

Ayo Jadi Technopreneur!

LINE it!
Zaki Vernando
Zaki Vernando
Material Physics Student | Rumah Kepemimpinan
Journal Mar 18, 2017

XcZYsVel11I_BWXoP6Shh8AKZ8VCE-sw.jpg

Ilustrasi via Maxmanroe.com

Dunia wirausaha menjadi salah satu tren di kalangan anak muda pada zaman sekarang. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya founder-founder muda yang bermunculan beberapa waktu ini, terutama untuk wirausaha yang berbasiskan teknologi.

Bukalapak, Go-jek, Tokopedia, Cravasia, dan lain sebagainya, merupakan sebagian kecil dari pengusaha-pengusaha muda yang mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi saat ini. Kreativitas dan inovasi menjadi senjata andalan mereka untuk ikut terjun langsung dan bersaing dengan pengusaha-pengusaha lain, yang tentunya sudah memiliki pengalaman dan jam terbang yang lebih banyak daripada mereka.

Hal ini tentu saja sangat menguntungkan bagi bangsa Indonesia, karena dengan banyaknya pengusaha-pengusaha muda bermunculan, Indonesia akan mengalami kemajuan yang sangat pesat.

Saat ini, jumlah pengusaha di Indonesia baru mencapai angka 1,5% dari total penduduk (252 juta orang) atau sekitar 3.789.000 pengusaha. Tentu saja  ini sangat berpengaruh bagi Indonesia itu sendiri. Indonesia akan mengalami kemajuan yang sangat pesat dan bisa dikatakan sebagai negara maju apabila jumlah pengusaha yang ada mencapai angka 2%. Artinya, Indonesia membutuhkan 1.7 juta pengusaha lagi untuk mencapai angka 2% tersebut.

Pengertian Wirausaha dan Technopreneur

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Selain itu, wirausaha juga merupakan orang yang mampu menciptakan suatu gagasan menjadi realita. Orang yang tidak hanya memiliki ide yang brilian, namun juga bisa mengeksekusi ide yang brilian tersebut.

Sebuah wirausaha/inkubator bisnis yang berbasiskan teknologi, disebut dengan “Technopreneurship”. Sedangkan mereka yang berwirausaha dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, disebut sebagai seorang “Technopreneur”.

zK5OvhW0zyAAGpoMR9BEfP2KUyJYI8wK.jpg

Technopreneur berasal dari dua kata, yaitu technology dan entrepreneur. Technology merupakan segala jenis penerapan ilmu pengetahuan yang diaplikasikan dengan tujuan untuk memudahkan pekerjaan manusia. Sedangkan Entrepreneur merupakan istilah lain dari pengusaha, yang berasal dari bahasa Inggris.

Technopreneur tidak dibatasi pada wirausaha teknologi informasi (TI) saja, tetapi termasuk juga segala jenis usaha yang memanfaatkan teknologi informasi (TI). Konsep dari technopreneur ini berawal dari kreativitas dan inovasi seseorang atau sekelompok orang yang ingin memberikan solusi dari suatu permasalahan yang terjadi atau yang akan terjadi. Beberapa contoh dari technopreneurship adalah wirausaha dibidang agrobisnis, IT Base, Tour and Travel, dan lain sebagainya.

Elemen Kunci Technopreneurship

kRIYedY0ob1-lb166lofuazn79JLOqcm.jpg

Kreativitas dan Inovasi

Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk memberi ide kreatif dalam memecahkan masalah, atau sebagai kemampuan untuk melihat hubungan-hubungan yang baru antara unsur-unsur yang sudah ada sebelumnya. Dalam hal kreativitas, salah satu yang bisa kita jadikan sebagai contoh adalah Steve Jobs, dengan konsep “Connecting The Dots” nya. Berikut beberapa hal yang tercakup dalam kreativitas;

1. Existential

Existential memiliki makna segala sesuatu yang dialami dan menekankan bahwa sesuatu itu ada. Dalam sebuah kreativitas, eksistensi itu sangat diperlukan. Sebuah kreativitas akan diakui orang lain apabila mampu diterapkan pada suatu hal yang bersifat nyata adanya, bukan hanya angan-angan saja.

2. Communicational

Communicational di sini memiliki makna sebuah fakta yang dikomunikasikan. Kreativitas akan berdampak apabila bisa dikomunikasikan kepada orang lain. Sehingga orang lain bisa mengetahui bahwa ide yang akan dibawa itu benar-benar bermanfaat dan memiliki nilai lebih dibandingkan dengan ide orang lain pada umumnya.

3. Instrumental

Instrumental berarti mampu memperhitungkan kesesuaian antara cara yang digunakan dan tujuan yang akan dicapai. Maksudnya adalah kreativitas yang dihasilkan tersebut memiliki kesesuaian antara langkah-langkah yang digunakan dengan tujuan yang akan dicapai di kemudian hari.

4. Orientational

Kreativitas yang dihasilkan harus memiliki orientasi yang jelas. Orientasi di sini maksudnya adalah peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan sebagainya) yang tepat dan benar.

Inovasi merupakan kemampuan mengembangkan/menciptakan ide dan cara baru yang berbeda dari sebelumnya. Sebuah inovasi sangat diperlukan dalam berwirausaha. Inovasi dapat membuat seseorang menjadi terlihat berbeda dari orang lain, terutama dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Karakter Technopreneurship

Xj_0Xa5m0BWd9851tT5bCUSC_hGDS-bF.jpg

Seorang technopreneur pasti memiliki karakter-karakter yang khas, karakter yang dipegang oleh masing-masing dalam menjalankan usahanya. Beberapa karakter yang harus dimiliki oleh seseorang yang ingin bergelut di bidang Technopreneur adalah sebagai berikut:

1. Percaya Diri

Karakater ini merupakan karakter terpenting yang harus dimiliki oleh seorang technopreneur. Seorang pengusaha harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Akan aneh apabila seseorang ingin menjadi technopreneur dan bergelut di dunia wirausaha, tetapi tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Tentu saja ini akan menghambat perjalanannya terutama dalam berwirausaha.  

2. Result Oriented Individuals

Seorang technopreneur harus berorientasi pada hasil yang ingin dicapai. Tidak salah sih jika ada seorang pengusaha yang berorientasi pada proses, tetapi akan lebih baik apabila berorientasi pada hasil. Karena sesuatu itu dinilai dari hasil yang dicapainya. Untuk proses, kita bisa saja menggunakan berbagai cara untuk menggapai hasil tersebut, namun tetap dengan mengutamakan kejujuran tentunya.

3. Original

Karakter seorang technopreneur selanjutnya adalah original, yaitu menjadi orang pertama yang menghasilkan karya tersebut. Dengan kata lain, tidak melakukan plagiat terhadap karya orang lain.

4. Be Risk Taker

Menjadi pribadi yang mau mengambil risiko, merupakan karakter yang diperlukan selanjutnya. Seorang pengusaha yang tidak berani mengambil risiko, tentu tidak akan mengalami perkembangan yang signifikan. Dia akan terjebak di dalam zona nyamannya sendiri. Sedangkan orang yang mau dan siap untuk mengambil risiko dan berani melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukannya, akan membuat dia menjadi lebih cepat berkembang, karena dia mampu untuk keluar dari zona nyamannya sendiri.

5. Leadership

Seorang technopreneur harus memiliki jiwa leadership. Hal ini sangat berguna dalam menjalankan usahanya, terutama dalam memberdayakan orang-orang yang bekerja dengannya. Seorang technopreneur yang memiliki jiwa leadership, akan mampu membantu bawahannya untuk berkembang dan bekerja dengan maksimal sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Dalam membangun suatu usaha, terutama di bidang technopreneurship, sangat penting bagi kita untuk memiliki keyakinan bahwa setiap yang kita lakukan tersebut harus bermanfaat bagi orang lain. Jangan sampai dalam menjalankan suatu usaha, kita malah merugikan orang lain.

Selain itu, kita juga harus tetap menjaga semangat dan kepercayaan diri, karena sebuah kesuksesan yang hakiki itu tidak akan bisa diraih dengan cuma-cuma, namun membutuhkan perjuangan dan keistiqomahan dalam menjalaninya.

702 Views