selasar-loader

Puisi: Hujan, Kenangan, dan Tepian Angan-Angan

LINE it!
Amril Taufik Gobel
Amril Taufik Gobel
Smiling Blogger (www.daengbattala.com) , lovely husband, restless father
Journal Feb 24, 2017

eeZkoymxpkyZeD3wBWRAgRukmX9zZcjJ.jpg

Hujan via penulis

Rintik hujan pagi ini membasuh luka yang terlihat samar di balik halimun
Dan entah, janji yang sejatinya akan kutunaikan, terpuruk lunglai di rerumputan
Tak berdaya, bersama senarai kisah kita yang terbang melayang bersama angin
Lenyap, menyisakan jelaga di tepian angan-angan
“Adalah tak tepat,” katamu selalu,”memaknai perjalanan dengan senyum, sementara
relief keheningan menikam perih di sekujur jiwa yang letih”
Kenangan memang tak pernah bisa berdamai dengan harapan
Narasi indah yang kau tuang di selarik sajak pada secarik kertas usang
Adalah ironi yang menyesakkan, ketika angkara menguasai dan aksara jadi luluh makna
Dan menangani kesendirian dalam gumam sedih yang lirih
kerapkali jadi bagian romantika muram atau justru
apologi semu atas kegagalan kita merefleksi diri
bahkan malah kesombongan kita menyikapi impian
“Kerinduan,”tuturmu gundah, “akan menemukan ujung jalannya sendiri, dalam riuh suasana atau senyap gulita
dan biarlah derai hujan utuh membasahinya,
karena kita tak akan menyisakan ruang untuk dusta
 

Cikarang,4012013

497 Views