selasar-loader

Daya Tahan dan Kemampuan Bouncing Back!

LINE it!
Handry Satriago
Handry Satriago
CEO GE Indonesia
Journal Sep 9, 2016

oZeON9mk6qgPfST43cMBngz9Qm5X_BAa.jpg

Sering dibahas bahwa yang membedakan great leaders dengan yang biasa-biasa saja adalah daya tahannya dalam memperjuangkan ide atau menghadapi kegagalan. Di masa yang penuh dengan "uncertainty" ini, kemampuan daya tahan jadi semakin penting karena surprises sudah merupakan kejadian normal.

Why bother dengan hal ini? Bukankan leader sudah punya visi, eksekusi, inovasi?

Dalam bisnis ataupun hal lain, selalu ada kemungkinan volatility dan external factor yang dapat membuat kesalahan dan kegagalan. Daya tahan adalah kemampuan untuk bertahan dan memantul kembali dari sebuah kesalah dan kegagalan itu.

Leaders tak boleh putus asa!

Agar punya daya tahan yang bagus, seseorang perlu punya mindset mau menerima dan belajar dari kesalahan dan kegagalannya. Diperlukan kebesaran hati dan humility agar bisa mengatakan "saya salah" dan "saya bertanggung jawab".

"Agar punya daya tahan yang bagus, seseorang perlu punya mindset mau menerima dan belajar dari kesalahan dan kegagalannya"

Banyak leaders yang ketika salah atau gagal malah menyalahkan orang lain. Nah, mereka ini tak punya daya tahan untuk bisa jadi leaders hebat. Ada juga leaders yang ngambekan. Ngambek saat anak buahnya jadi pemimpin misalnya. Ga asik leaders macam ini. Tak punya daya tahan.

Sejarah menunjukkan bahwa leaders yang berulang kali gagal dan salah, tetapi belajar dan maju kembali, malah jadi tambah hebat dan dihormati. Begitu juga perusahaan.

Ketika krisis menerpa, perusahaan yang stay and continue to find a better way akan menang. Saya ingat dulu saat krisis 1998, Samsung bukannya kabur dari Indonesia, tetapi malah investasi untuk barang-barang elektronik di sini!

Kunci dari daya tahan ada tiga: (1) confidence bahwa selalu ada jalan, (2) belajar, menerima, dan belajar lagi, dan (3) idea for improvement.

Pengalaman saya, begitu kita menerima keadaan gagal atau salah, muncul suatu kepercayaan diri akan adanya a better way. Selama masih denial dan nyalahin orang atau faktor lain, daya tahan tak akan muncul, dan bouncing back boro-boro bisa dilakukan.

Yes, external factor itu tak bisa dikontrol. Ada aja yang namanya kecolongan, walaupun sudah dimitigasi sebaik mungkin. Kita tak bisa mengontrol external factor atau maunya Tuhan. Tapi kita bisa mengatur bagaimana kita bereaksi terhadap hal tersebut. Butuh perlawanan terhadap diri sendiri untuk bisa punya daya tahan dan bouncing back. Perlawanan terhadap rasa tidak enak, takut, dan ego.

Bertahan dari kesusahan atau kegagalan itu agak mudah, tetapi mampu learning dan making improvement agar bouncing back itu yang susah. Jadi, daya tahan itu proses berantai. Bertahan, kemudian menerima kondisi-learning-improving, dan akhirnya Bouncing Back!

"Leaders sebenernya tidak hanya teruji pada saat krisis, tetapi juga saat sukses"

Leaders sebenernya tidak hanya teruji pada saat krisis, tetapi juga saat sukses. Leaders dengan daya tahan yang baik nggak jumawa saat sukses. Arogansi, kepuasan diri yang berlebihan, serta keserakahan adalah penghancur daya tahan. Sukses seringkali melenakan dan ini ujian juga.

Daya tahan bukan proses pasif yang cuma nrimo. Tanpa proses aktif belajar-making improvement kita ga akan kemana-mana. Daya tahan juga nggak bisa dengan "pasrah" gimana aja nantinya. Perlu usaha untuk menganalisis apa yang bisa diperbaiki dan make action.

Ayah saya selalu bilang "Kesusahan bisa datang kapan saja, tapi nggak boleh berhenti untuk cari cara wujudkan mimpi."

Negara kita punya daya tahan untuk menghadapi cobaan dan kesusahan. Masyarakatnya biasa dengan kesusahan. Masalahnya adalah improvement!

Ayo kita naik kelas. Nggak cuma mampu bertahan di kondisi susah, tetapi mampu find a better way untuk bouncing back!

Untuk memiliki kemampuan daya tahan efektif, diperlukan semangat untuk menjadi lebih baik, lebih maju! Baru bouncing back mechanism-nya bergerak. Banyak yang bisa bertahan di kondisi susah, tetapi banyak ga yang bisa bouncing back dan jadi lebih maju? Di situ semangat berperan.

Kolaborasi juga berperan penting dalam membangun daya tahan yang kuat. Teamwork yang saling mengingatkan dan saling menguatkan hati.

Saya sering bilang "mimpi yg baik itu menular." Iya, kasih tau teman-teman tentang mimpimu. By sharing your dream and goal, you are developing a stronger collaboration with your team... that will support your resilience.

Daya tahan kadang memerlukan jalan berputar. Jalan untuk ambil hal yang "kecil" dulu untuk dapatkan yang "besar" di kemudian hari. Jangan biarkan give up datang. Muter aja dulu jalannya, yang penting tahu mau ke mana. Dengan punya daya tahan, ada kesempatan untuk belajar.

Begitu juga dengan memperjuangkan ide. Ga cuma bagus buruknya ide yang nentuin keberhasilan leader, tetapi juga daya tahan memperjuangkannya. Begitu banyak ide bagus hilang dan tak terwujud karena yang memperjuangkannya cepat putus asa di tengah jalan.

"Begitu banyak ide bagus hilang dan tak terwujud karena yang memperjuangkannya cepat putus asa di tengah jalan"

Di sisi lain, banyak ide biasa aja, tetapi karena terus menerus di-improve saat memperjuangkannya, jadi ide yg breakthrough

 

973 Views