Ahok dan Orang Sakti (Bagian 1)

Written 7 months ago | 18 Views

Beberapa waktu lalu, media mencatat, Ahok  'menyanjung' Yusril dengan sebutan 'orang hebat'. Yusril lantas menjawab dengan mengakui bahwa Ahok 'orang sakti'. Gubernur ibukota yang tampak sibuk supaya terpilih lagi itu, tentu saja bukan sedang betul-betul menyanjung. Ada serangan di balik pujian.

Di lain pihak, Yusril sebagai pakar hukum dan pengacara, sekaligus politisi yang sedang berjuang masuk ke dalam bursa Pilgub DKI Jakarta, agaknya membalas, seperti ungkapan Betawi, “lu jual, gue beli”.

Fragmen 'berbalas pantun'  itu mungkin kini sudah agak dilupakan. Padahal kalau diselidiki, tambahan makna yang dilakukan keduanya terhadap kata “hebat” dan “sakti”, utamanya dalam konteks asas persamaan di depan hukum, cukup menarik untuk digali. Benarkah hebat? Di sebelah mana saktinya? Namun itu bukan pokok tulisan kali ini.

"Padahal kalau diselidiki, tambahan makna yang dilakukan keduanya terhadap kata “hebat” dan “sakti”, utamanya dalam konteks asas persamaan di depan hukum, cukup menarik untuk digali. Benarkah hebat? Di sebelah mana saktinya?"

Julukan, gelaran, sebutan, atau apapun istilahnya, tentu saja sejak dahulu tergolong biasa. Termasuk pada masa kerajaan-kerajaan berdiri di persada nusantara. Terkait itu, ada satu nama atau gelar yang sayang kalau dilewatkan, berasal dari ratusan tahun silam. Dialah Sang Ratu Sakti, raja ke-4 kerajaan Pakuan Pajajaran[1] yang diperkirakan berkuasa sejak tahun 1543 M.

Berbeda dengan sang founding father yakni Sri Baduga Maharaja yang memimpin masa kejayaan Pakuan Pajajaran, reputasi Ratu Sakti sebagai pemimpin ternyata sungguh buruk.

Jika pada masa Sri Baduga kerajaan mencakup Sunda Kalapa, Banten, dan nyaris seluruh bagian Jawa Barat, pada masa Ratu Sakti, justru tanda-tanda kemunduranlah yang kian terasa. Seperti kata peribahasa “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang,” kisah Ratu Sakti terceritakan pula dalam sejumlah penuturan kekinian.   

Si Orang Sakti...

Read More using Facebook Account

Author Overview


More from this author


Ahok dan Orang Sakti (Bagian 2)
7 months ago

Ada Apa dengan Nonton? (Bag.1)
6 months ago

Puisi: Lembar-Lembar Ibukota
4 months ago

Ada Apa dengan Nonton? (Bag.2)
6 months ago

Hari Mereka
6 months ago