selasar-loader

Bagaimana pendapat Anda terkait pernikahan beda agama?

LINE it!
Answered Jun 08, 2017

QDXZmi56m9I3WYs-Nw2-lb16vM3Vbdv8.jpg

Menurut saya sebagaimana yang di riwayatkan bahwa untuk Wanita Muslim dilarang menikahi orang yang beda agama walaupun itu ahlu kitab, tetapi untuk Pria Muslim dibolehkan menikahi hanya dengan ahlu kitab.

ahlu kitab menurut saya bukan hanya terkait pada agama yang di turunkannya kitab sebelum Al-Qur'an (Yahudi mengaku di turunkan Taurat padanya dan Nasrani di turunkan Injil padanya), tetapi ahlu kitab adalah orang yang beriman pada kitab-kitab sebelum al-Qur'an turun, dan jika ia beriman pada kitab sebelum al-Qur'an sudah tentu ia juga hari ini mengimani al-Qur'an. karena dalam kitab-kitab sebelum al-Qur'an sudah di jelaskan akan datangnya Nabi Muhammad, sebagaimana yang di imani oleh seorang yang sebenar-benarnya ahlu Kitab yaitu Waraqoh bin Naufal, ia mengimani Muhammad sebelum Muhammad di turunkan wahyu oleh Allah. inilah sosok ahlu kitab sebenarnya.

terkait pernikahan seorang pria dengan wanita ahlu kitab, Umar bin Khattab pernah juga menasihati seoarang pemuda yang ingin menikahi ahlu kitab dengan mempertanyakan "apakah tidak ada Muslimah yang akan engkau nikahi lagi hingga harus menikahi ahlu Kitab?" dan masa itu mungkin saja ahlu kitab benar-benar masih ada, karena keterbatasan informasi dan dakwah islam masih terbatas, hingga wilayah yang belum di masuki islam masih menganut agama dan mengimani kitab sebelum Al-Qur'an.

namun, hari ini jika di tanyakan kepada saya apakah ada ahlu kitab yang dapat di nikahi oleh pria Muslim? maka jawabannya adalah sebagaimana jawaban Umar bin Khattab, dan menambahi apakah engkau menemui seorang yang benar-benar ahlu kitab di zaman sekarang?

dari sudut pandang agama saja sudah sebegitu jelas akan larangan menikahi ahlu kitab, apalagi jika di pandang dari sisi sosial dan pendidikan anak, bukan bermaksud dengan rasis tetapi bagi pendidikan agama dalam keluarga anak sendiri akan bingung dalam bentuk keyakinannya, dan akan terjadi setidaknya perang ideologi dalam pemikirannya. akankah mengikuti ayahnya yang muslim atau ibunya yang non muslim? bagaiman jika kondisi dunia terkait perbedaan agama yang semakin memanas? kemanakah ia akan berpihak? keluarga ibarat satu kapal, jika kapal mempunyai dua tujuan bagaimana awak kapal akan bekerja? begitu juga dalam keluarga jika mempunyai dua haluan tujuan kemanakah anak akan ikut?

 

292 Views
Write your answer View all answers to this question