selasar-loader

Mengapa air laut asin?

LINE it!
Answered Jun 04, 2017

Naufan Nurrosyid P
Pernah menjadi tukang bebersih di Lab TheoComp ITB

xl2Bu_J0y63PppzZIinbNpLR4ZfZzElv.jpg

Sederhana, karena siklus air.

Jadi begini, air hujan yang melewati tanah dan bebatuan akan menghanyutkan berbagai mineral yang menempel di atas permukannya. Air tersebut terus mengalir menuju penampungan akhir, yaitu lautan.

Dengan demikian, mineral dengan jumlah cukup besar mengisi air laut. Saat air laut melanjutkan siklus air, air laut menguap untuk membentuk awan. Pada proses ini, mineral tidak ikut teruapkan. Alhasil, air laut menjadi asin karena mineral yang tidak teruapkan, sedangkan air hujan tidak asin karena hanya air saja yang menguap membentuk awan yang kemudian menjadi hujan.

Sp3vceaiCfyOWFrLEYaMftkrUAezEz5S.gif

Ingin yang lebih menarik?

Mari kita kembali sekitar 4.5 hingga 3.5 juta tahun yang lalu, saat planet kita masih berada di zaman Hadeon. Di masa itu, bumi masih dalam bentuk lelehan panas yang berotasi pada porosnya.

Dalam wujud ini, unsur-unsur dengan massa atom yang berat seperti Besi, Nikel, juga Emas sebagian besar berada pada bagian yang lebih dalam, di sekitar inti planet. Sementara itu, atom dengan massa yang lebih ringan, seperti Silikon, Magnesium, Klor, dan Natrium tertahan pada permukaan.

Saat suhu bumi mendingin, atom-atom yang lebih ringan tersebut  mengalami kondensasi dan berubah menjadi kerak bumi. Membentuk sedimen, bebatuan, juga bukit dan gunung-gunung.

Lautan sendiri terbentuk saat masa Hadeon berakhir. Dan beberapa tahun setelahnya, siklus air untuk pertama kalinya mulai terbentuk.

Air dari lautan awal tersebut menguap akibat suhu matahari, untuk kemudian membentuk awan. Dari awan turunlah hujan yang mulai membasahi tanah dan bebatuan. Diketahui sebelumnya bahwa permukaan tanah dan bebatuan tersebut mengandung berbagai mineral, seperti magnesium, natrium, ataupun klor.

Air hujan turun dan akhirnya membentuk aliran sungai, sambil menyapu tanah dan bebatuan. Hal tersebut mengakibatkan hanyutnya mineral hingga terkumpul kembali di lautan.

Saat siklus air berikutnya terjadi, mineral dari proses sebelumnya, tidak ikut menguap membentuk awan karena suhu yang mengenai lautan tidak cukup panas untuk menguapkan mereka. Akibatnya, hanya air (H2O) yang menguap membentuk awan, sedangkan para mineral tertinggal di laut.

Proses tersebut terjadi jutaan tahun, hingga akhirnya laut mengakumulasi jumlah mineral. Dengan adanya mineral tersebut lah, air laut berasa asin.

Lantas, mengapa tingkat keasinan rata-rata dari lautan cenderung konstan dalam ribuan tahun terakhir?

Hal tersebut karena planet kita telah pewe. Ya, Bumi telah menemukan kesetimbangan antarlaju penguapan air laut dan laju pencairan air murni yang berasal dari salju, es yang mencair, serta lelehan dari sumber air murni yang masih sedikit berkontak dengan mineral pembawa garam.

Berbicara tentang tingkat keasinan air laut, tidak semua laut memiliki rasa asin yang sama. Melainkan sangat bergantung pada letak geografisnya.

Sebagai contoh, lautan pada daerah baltik atau daerah dekat dengan kutub memiliki tingkat keasinan yang rendah. Hal tersebut karena laju penguapan airnya rendah, serta adanya bantuan es yang mencair. Ditambah sedikitnya kontak air hujan dengan sungai bermineral, mengakibatkan berkurangnya konsentrasi mineral dalam laut.

Berbeda dengan lautan yang berada di daratan Arab, dengan si primadona laut mati. Lautan yang berada di daerah ekuator, memiliki laju penguapan air yang sangat tinggi akibat suhu panas dari matahari. Hujan pun malas turun di daerah ini.  Akibatnya, konsentrasi mineral lebih tinggi karena semakin banyak air yang menguap dibandingkan pada laut-laut lain.

O4qeS_7PfxngBW0Gqxds8-ILCl3f1dba.jpg

Lantas bagaimana dengan danau? Mengapa tidak asin?

Karena luas permukaan danau tidak begitu besar dibandingkan dengan lautan. Hal ini mengakibatkan jumlah air yang menguap menjadi sedikit. Dan umumnya, danau memiliki sumber mineral yang terbatas akibat faktor geologisnya. Oleh sebab itu, danau akan cenderung berasa tawar.

Demikian siklus air mendesain laut menjadi asin, dan tentu saja bukan karena keringat ikan yang larut akibat terlalu lama berenang.
:)

545 Views
Write your answer View all answers to this question