selasar-loader

Apakah taktik perang terbaik di dunia sepanjang sejarah?

LINE it!
Answered Jun 02, 2017

Perang tidak hanya melahirkan duka-nestapa, tetapi juga gagasan-gagasan ulung tentang cara memenangkannya dan (dengan demikian) menghentikan penderitaan secepat mungkin. Dengan demikian, perang melahirkan ahli-ahli strategi. Nah, strategi perang apakah yang menurut Anda terbaik sepanjang sejarah?


Benaya Adiguna
Miliatry History Enthusiast

Dari seluruh perang yang pernah dilakoni umat manusia ada beberapa taktik dan strategi yang mencuri hati. Perang-perang seperti Napoleonic Wars melahirkan corps d'armée, American civil war melahirkan total war  yang dicetuskan Mayor Jenderal William Tecumseh Sherman dan Perang Dunia II melahirkan Blitzkrieg yang dicetuskan oleh Kolonel Jenderal Heinz Guderian.

Namun ribuan tahun lalu ada sebuah kekaisaran yang bisa bertahan hingga lebih dari 500 tahun dengan taktik perang yang hampir tidak berubah. Kekaisaran Romawi berkembang dari sekedar negara kota menjadi superpower pada masanya dan mendominasi kawasan Mediterania selama ratusan tahun. Roman Legion menjadi mesin perang yang manakutkan bagi para musuh. 

Roman Legion merupakah pasukan yang sangat displin dan merupakan pasukan professional bukan wajib militer. Romawi menjadi pertama yang melakukan pembagian satuan dari tingkat tertinggi sampai tingkat terendah seperti pembagian pangkat tentara modern. Satu Legion terdiri dari 10 cohort yang terdiri dari beberapa century dengan 80-100 orang (setara batalion) yang dipimpin seorang centurion, dan di dukung 2 satuan kavaleri dan beberapa auxilary infantry. Satu Legion (Legio) akan dikomandoi oleh seorang Legatus yang dibantu oleh beberapa military tribune. 

Taktik yang digunakan sangat revolusioner pada masanya karena mereka sangat pandai menyimpan tenaga dan sangat piawai dalam bermanuver dalam formasi. Formasi seperti testudo digunakan dalam situasi penyerangan benteng dan dibantu penggunaan artileri seperti balista dan onager. Dalam pertempuran medan terbuka mereka sangat terkenaldalam hal menyimpan tenaga dan fleksibilitas dalam bermanuver.

Saat itu taktik phalanx masih mendominasi kawasan itu, namun romawi menantang dengan sistem pertempuran yang menjadi antitesis dari sistem phalanx. Sistem phalanx pada dasarnya mereupakan turunan dari taktik Alexander Agung dengan phalanx berada di tengan dan di support oleh infantry ringan/ skrimisher yang berfungsi menyerap serangan lawan dan membuat lawan terfokus di tengah. Lalu kavaleri sebagai senjata utama akan mencari celah untuk melakukan serang pamungkas.

Roman Legion malakukan pendekatan yang lain, dimulai dari sistem maniple lalu cohort

Formasi

Pada sistem maniple legionaire akan membuat formasi triplex acies yakni 3 lines formation, dengan urutan Hastati, Pricipes, Trairii. Formasi yang dibentuk bukan formasi biasa tapi seperti kotak catur dimana terdapat gap sebesar 1 maniple yang berfungsi sebagai jalur mundur bagi light infantry. Namun setelah Marian Reform, formasi ini berubah menjadi sistem cohort (satuan setingkat resien pengganti maniple) dimana Cohort pertama hingga kelima berada di baris pertama dan cohort keenam hingga ke sepuluh berada di baris kedua dan di dukung pasukan cadangan dan kavaleri di sayap.

Fleksibel dan Mematikan

Formasi sangat fleksibel sehingga bila diserang dari sayap atau belakang, baris kedua akan dengan mudah berbalik dan menahan gempuran lawan seperti yang pernah di lakukan Julius Caesar di Galia. Berbeda dengan phalanx yang hanya bisa maju tanpa bisa berbuat sesuatu bila diserang dari sayap atau belakang. Bila digempur dari depan Phalanx akan dengan mudah menghajar musuhnya, namun ketika diserang dari belakang, mereka akan dibantai tanpa ampun seperti yang terjadi di Cynoscephalae antara Romawi dan Macedonia dimana formasi phalanx macedonia hancur berantakan setelah diserang dari belakang. Ditambah, setiap Legionaire membawa 2 tombak yang dinamakan pila yang berfungsi serpti javelin. Biasanya sebelum bertempur jarak dekat, mereka akan melempar pila dahulu lalu menghunus pedang. sehingga formasi lawan mejadi hancur dan lebih mudah dihancurkan dalam pertempuran jarak dekat.

Interval Fighting

Ini adalah taktik unik yang diciptakan dan dieksekusi dengan sangat baik oleh tentara romawi. Pasukan romawi akan menggelar formasi dengan kedalaman yang cukup banyak mendekati kedalaman formasi phalanx (hingga 8-10 orang kebelakang). Normalnya formasi phalnx, hanya 3 baris terdepan yang akan berhadapan langsung dengan musuh, sehingga di baris selanjutnya hanya sebagai pendukung saja. Tapi pasukan romawi memberlakukan sistem yang unik yakni dengan cara bergatian. Jadi, baris terdepan akan bertempur dengan musuh selama waktu yang ditentukan, bila diberikan sinyal (peluit atau terompet) maka mereka akan pindah ke baris paling belakang. Lalu baris kedua akan menggantikan mereka dan kemudia ketiga, keempat dan seterusnya. Sehingga mereka bisa menyimpan tenaga dan berperang lebih lama. Sehingga musuh akan berhadapan dengan lawan yang segar bugar terus menerus, suggguh taktik yang sangat jenius. Oleh karena itu ketika berhadapan dengan pasukan barbar denngan jumlah lebih besar hal yang tak mungkin menjadi mungkin (Battle of Alesia, Boudica Rebellion, dll).

 

 

 

 

17503 Views
Write your answer View all answers to this question