selasar-loader

Apa saja objek wisata yang harus dikunjungi di Korea Selatan?

LINE it!
Answered May 31, 2017

Ma Isa Lombu
Penikmat Budaya

mbEVknhhi0h3Uft7kBCVIc_M8RPMNVXW.jpg

Saya mengunjungi Korea Selatan kurang lebih pada pertengahan tahun 2017. Yang jelas, di Korea Selatan ada cukup banyak destinasi wisata yang bisa dijelajahi. Mungkin kondisinya agak mirip Turki. Jika sebagian besar wisata Turki ada di Istanbul, Seoul adalah kota dimana tempat wisata di Korea Selatan paling banyak ditemukan.

Pendapat saya jelas subjektif. Tapi menurut saya ada 4 tempat “wajib” dikunjungi kala berada di Korea Selatan. Beberapa di antaranya adalah:

1. Pasar Namdaemun

dldT2AhP5u5oBmEkYO-d7MGgx228g9AG.jpg

Jikalau Bali memiliki Pasar Sukawati, Korea Selatan punya Pasar Namdaemun. Bedanya, pasar Namdaemun ini adalah pasar segala ada, tidak hanya pasar souvenir seperti Sukawati di Bali. 

Pasar ini merupakan pasar tradisional terbesar di Korea dengan umur yang sudah lebih dari 600 tahun. Sangat tua! Pasar inilah yang biasa dikunjungi oleh para turis mancanegara untuk membeli apapun yang bernuansa Korea, mulai dari makanan, hingga souvenir lucu-lucu yang tidak dapat ditemukan di Indonesia. 

Satu lagi, harganya murah!

2. Bukchon Hanok Village

9jwt1OuBJX3fPOdgmRsyEaAEeN4J7NTy.jpg

Salah satu hal unik yang dapat kita temui di Korea Selatan adalah harmoni antara modern dan tradisional. Apa buktinya? 

Jika Anda berkunjung di Seoul, saya jamin Anda tidak akan kesulitan menemui tempat-tempat bernuansa tradisional di tengah gedung pencakar langit yang bertebaran di sekitar kota. Mulai dari Kuil yang berusia ratusan tahun, pasar sampai kota tua yang memiliki tampilan kontras dengan keadaan kota yang canggih.

Di Bukchon Hanok Village lah para wisatawan dapat memanjakan mata akan bangunan tradisional Korea yang masih dipertahankan. Mengunjungi Bukchon Hanok Village, kita seakan dipaksa mengarungi mesin waktu untuk kembali ke masa lalu dan tinggal dengan keluarga raja yang memang dahulu hidup di sana. 

3. War Memorial of Korea

6y1iA3tDt1WV0MKm-aQYGq8AwGFAzG8b.jpg
Untuk para pecinta sejarah, sepertinya museum ini adalah museum terpenting yang harus dikunjungi kala berada di Korea Selatan. 

Seperti kita ketahui bahwa perang bisa saja pecah antara Korea Utara yang menjunjung tinggi demokrasi dan Korea Utara yang komunis. Perang dapat pecah kapanpun karena hubungan antarkedua negara ini masih dalam tahapan gencatan senjata, belum berdamai!

Perang yang berlangsung sejak tanggal 25 Juni 1950 – 27 Juli 1953 (3 tahun, 1 bulan and 2 hari) ini berhasil dengan sukses memisahkan antara korea Utara dan Korea Selatan. Perang dingin yang terjadi sekarang ini rasanya patut untuk dipelajari dan diketahui detailnya oleh para turis yang berkunjung ke Korea Selatan.

Museum ini dibangun di Korea Selatan, maka wajar sudut pandang yang diambil adalah sudut pandang Korea Selatan. Berbeda jika kita berkunjung ke Pyongyang, maka sudut pandang Kora Utaralah yang diambil. 

Macam museum Satriamandala di Jakarta, di sini kita bisa melihat diorama, video, arsip senjata, alusista bahkan nama-nama tentara yang gugur selama peperangan. Perlu diketahui bahwa perang Korea dimulai ketika Korea Utara menyerang Korea Selatan dengan sebuah invasi militer. Korea Selatan dibantu oleh United Nation (PBB), yang direpresentasikan oleh negara-negara anggotanya, dan Amerika Serikat untuk melawan Korea Utara yang dibantu oleh China dan Rusia. Dikarenakan perang Korea ini jadi “perang banyak negara”, maka prasasti para tentara dari banyak negara yang gugur, juga dapat ditemukan di sini.

4. Namiseom Island

pIAf_VGniVnTfs6uTuAWQiFS9eMRAKTb.jpg

Pulau ini tidak jauh dari Seoul. Karena kedekatan jarak inilah yang akhirnya membuat para turis yang berkunjung ke Seoul, mampir ke Pulau Namiseom.

Tema wisata alam mungkin adalah tema yang paling cocok ketika berkunjung ke pulau yang kental akan nuansa drama korea-nya ini. Pulau Winter Sonata, katanya. Sebuah drama korea yang cukup terkenal di zamannya. 

Di pulau ini dapat kita temui deretan pohon yang tersusun dengan jarak teratur yang akan tampak sangat indah ketika dikunjungi kala musim gugur. Pohon yang tersusun rapih itu ternyata adalah buah karya dari seorang mantan gubernur Bank of Korea yang bernama Minn Byeong-do. Pada tahun 1965, Ia membeli pulau Nami dan ingin tinggal dengan harmoni bersama alam dengan beberapa pohon chestnut, poplar dan mulberry. Tiga jenis pohon yang dapat kita temui sekarang ini di Nami Island. 

280 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored

Author Overview


Ma Isa Lombu
Pendiri selasar.com | Alumnus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia