selasar-loader

Apa pendapat Anda mengenai tudingan Zuhairi Misrawi terhadap PKS?

LINE it!
Answered May 23, 2017

Zuhairi Misrawi melalui akun twitter-nya sempat mengatakan, "Bayangkan kalau PKS berkuasa di negeri ini. Berkuasa di Depok saja sudah menyegel masjid Ahamdiyah. Kehadirannya jadi musibah bagi minoritas."

Apa pendapat Anda mengenai cuitan ini?


Fahri Hamzah
Wakil Ketua DPR RI

1zyQK6b8z1E-G-QySP5UjXavCM3SHaMM.jpg

Saya memandang orang-orang seperti Zuhairi Misrawi tidak tekun berpikir, akhirnya geser, masuk jurang sentimentil, terutama kepada PKS. Saya mengikuti semua perkembangan pemikiran orang-orang yang menyebut dirinya liberal seperti Zuhairi. Tak ada kemajuan. Terutama dalam cara mereka membaca dinamika demokrasi di Indonesia. Dangkal dan emosional. Lebih parah setelah partisan.

Ada berapa yang menjadi lebih matang dan menyadari bahwa motif juga penting dalam berpikir. Dalam Islam, niat adalah rukun dari semua hal. Maka, kaum liberal yang niatnya tidak dewasa makin kelihatan kekanak-kanakan. Serangan Zuhairi kepada PKS selama ini adalah kekanak-kanakan, dangkal, dan bermotif permusuhan.

Saya juga punya kritik yang lalu dianggap musuh oleh segelintir elite PKS. Akan tetapi, jangan lupa bahwa PKS adalah karya mulia. Saya ikut mendirikan PKS dan saya tahu bagaimana sulitnya mentransformasi sebuah gerakan Islam menuju negara.

Kalau bung Zuhairi dan kawan-kawan ingin tuntas, saya sarankan membaca buku Anis Matta, Dari Gerakan Ke Negara. Dalam zaman otoriter, gerakan Islam yang dimusuhi oleh negara akhirnya menjadi gerakan informal. Itulah nasibnya.

Namun siapa, sih, yang tidak dimusuhi oleh penguasa? PDIP tempat bung Zuhairi berkarir juga musuh pemerintah otoriter dulu. Namun setelah rezim otoriter berhenti, kita semua berbenah, demokrasi kita terima sebagai platform bersama. Platform itu kita isi dengan cara kita masing-masing dan kita menentang penyeragaman atas nama apapun.

Sekarang, kalau PKS mengisi ruang kosong yang ikut diciptakannya, saudara mau apa? Saya membaca CV Zuhairi yang ke mana-mana bilang "Moderate Muslim”, tapi kenapa Zuhairi gagal memahami moderasi PKS?

PKS ini sudah 20 tahun berada sebagai partai dan menjadi partisipan dalam negara. Apa salahnya? PKS sudah memimpin ratusan pemda dan mengirimkan ribuan kader sebagai pejabat publik. Kenapa rupanya?

Kalau ada yang melanggar hukum, Zuhairi sebaiknya lapor aparat penegak hukum. Kalau melanggar konstitusi, pasal berapa? Saya lebih mengerti partai ini, bung Zuhairi. Dan saya bisa menjawab semua pertanyaan Zuhairi.

Ada dugaan saya bahwa saudara makin trauma dengan Timur Tengah. Maka, apa saudara bisa waras kalau traumatik? Soal ikhwanul muslimin atau IM, misalnya, mungkin Zuhairi trauma karena ia sekolah di sana. Namun semua ilmiah dan bisa dijelaskan.

Ikhwan dan para pendirinya punya tugas sejarah yang pada masanya telah berjasa luar biasa. Namun ikhwan tidak punya metode lengkap menuju negara dan itulah yang menjelaskan apa yang terjadi sekarang. 

Maka tugas generasi baru adalah melengkapi perjalanan, termasuk memperbaiki cara memandang negara. Itu hanya mungkin terjadi di ruang demokrasi. Bahkan, ruang itu tidak disediakan oleh negara yang menyebut diri Islam.

Saya sendiri sekarang mengamati para pemikir eksperimental baru seperti Rached Ghannouchi di Tunisia. Sama dengan saya, beliau bilang Nabi SAW dulu mendirikan negara sipil madani, bukan negara agama.

Dan pandangan ini final ketika PKS tahun 1998 mendirikan partai dan menjadi bagian dari negara sipil ini. Maka, semua tentang PKS sudah ada dasarnya: ada konstitusi UUD 1945, ada UU Parpol, dan ada UU lain yang relevan.

Sekarang, saya mau menjawab spesifik soal Ahmadiyah dan Wali Kota Depok, meski saya gak paham apa yang terjadi. Namun PKS sudah memimpin depok 3 periode dan 2 periode oleh Dr. Nuhmahmudi Ismail, mantan Menteri Kehutanan era Gus Dur.

Seorang wali kota, kalau melanggar UU, boleh dilaporkan ke polisi atau DPRD sehingga dia bisa dipersoalkan. Partai Zuhairi, PDIP, juga salah satu partai terbesar di Depok. Tentu PDIP akan bertindak tegas kalau wali kota melanggar UU. Maka demikianlah demokrasi kita mengatur semuanya melalui hukum, termasuk menghadapi perbedaan yang ada.

Sebagai intelektual, bung Zuhairi seharusnya mendukung pendekatan dialog dan penegakan hukum. Saya heran kenapa Zuhairi bisa gembira banget kalau presiden secara sepihak membubarkan ormas? Bukankah nanti bisa mengundang presiden yang datang kemudian bisa membubarkan siapa saja? Termasuk Ahmadiyah.

Padahal, tugas kita sebagai intelektual adalah melarang eksekutif mengambil tugas yudikatif. Eksekutif seharusnya mengembangkan dialog dan menggunakan instrumen penegakan hukum yang ada dalam kendalinya. Itu saja.

Segala ancaman kepada kebebasan bersyarikat dan berkumpul serta menyampaikan pendapat secara lisan dan tulisan harus dilawan. Inilah demokrasi kita, bung Zuhairi, dan PKS dalam 19 tahun ini telah menyumbang untuk semua ini.

Saya sayangkan Zuhairi menjadi yang panik bersama yang panik dan kurang pengetahuan soal demokrasi kita. Dan lebih disayangkan jika Zuhairi terlibat menjual keraguan kepada orang lain terhadap  sesama anak bangsa seperti PKS.

PKS adalah ikhtiar mulia, bung Zuhairi. Dan partai ini tidak dimulai dengan adanya uang atau tokoh. PKS digerakkan oleh cita-cita membangun bangsa yang mandiri dan punya wibawa di mata dunia.

Saya memang menyayangkan pimpinan yang sekarang yang makin kurang membuka dialog, tapi itu kan mirip Zuhairi juga. Yang saya lawan di manapun adalah kemalasan berbeda pendapat karena itu musuh demokrasi kita.

Tidakkah bung Zuhairi mendengar pidato "gebuk" dan "bubarkan" dengan perasaan terganggu? Saya akan gunakan sisa umur saya untuk melawan tirani, meski dia berwajah ramah, mudah senyum, dan santun. Namun saya akan membela perbedaan di antara kita dengan cara yang telah kita sepakati bersama, bukan sepihak.

Dari jauh, saya mendoakan agar Zuhairi dan para pimpinan PKS sekarang lebih mengerti cara menghargai perbedaan. Agar taman NKRI kita ditumbuhi seribu bunga yang harum semerbak ke seluruh dunia, mengharumkan nama bangsa dan agama.

Amin.

13786 Views
Write your answer View all answers to this question