selasar-loader

Mengapa transportasi berbasis aplikasi digemari?

LINE it!
Answered May 07, 2017

Kartika Aprilia
Indonesian Literature, University of Indonesia.

tlBmxUf4IhujEM-OGSjQonCWblD6I8sI.jpg

Transportasi yang setiap hari saya gunakan adalah KRL (Kereta Rangkaian Listrik). Selain harganya murah, transportasi ini juga cepat dan terjangkau sekali.

Jika saya ingin pergi ke kampus, saya pasti menggunakan KRL. Dari Stasiun Bekasi saya akan transit di Stasiun Manggarai, kemudian pindah ke jalur 6 untuk naik kereta jurusan Bogor. Nantinya saya akan turun di Stasiun UI dan menempuh perjalanan lagi ke kampus saya. Hal tersebut sangat memudahkan saya dalam aktivitas di kampus.

Tidak hanya itu, jika saya ingin berpergian ke manapun, saya akan menggunakan kereta. Seperti saat ingin ke kantor di daerah Kemang, saya akan menggunakan kereta dengan turun di Stasiun Pasar Minggu. Begitupun dengan perjalanan lainnya. Saya akan mencari informasi daerah tersebut dekat dengan stasiun apa. Dengan begitu saya akan naik kereta.

Meskipun mudah, namun naik KRL butuh perjuangan. Di jam-jam tertentu akan ada banyak orang yang naik kereta. Tidak peduli seberapa banyak orang, yang penting tetap naik kereta. Berdesak-desakan, lari-larian, berebut tempat duduk, sudah menjadi hal yang biasa bagi saya.

Namun, itulah perjuangan. Transportasi murah dan terjangkau harus pula ada pengorbanannya. Jadi, jangan heran jika Anda naik KRL dan orang-orang sangat 'ambis'. Hal itu sudah menjadi hal yang biasa di kalanan commuters.

(Sumber gambar: beritatrans.com)

244 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored