selasar-loader

Bagaimana cara menetapkan impian?

LINE it!
Answered Dec 03, 2018

Alif Ramahurmuzi
Vice External President of HIPOTESA IPB| PM Bakti Nusa 8 Bogor | Ekonom Muda

Sebagian orang belum menemukan cita2nya. Sebagian lainnya sudah menemukannya dalam bentuk profesi. Sebagian kecil lainnya sudah betul memaknai arti kata Dreams, Cita-Cita, Visi Hidup, dan kata lain yang sejenis.

Tahun lalu, saya mendapatkan pencerahan dari @lembarimpian.id dan kang @supriatnaufree terkait konsep impian. Konsep ini menjadikan sebuah impian tidak akan pernah mati, sekalipun pemiliknya mati.  Artinya, impian kita bisa dilanjutkan oleh orang lain bahkan bisa jadi impian bersama, Luar biasa!
. . 
Biasanya: Impian saya menjadi seorang Dokter, Menjadi Seorang Guru, Menjadi Presiden, dan lain sebagainya. Impian seperti ini tidak salah, tapi ketika sudah tercapai apa yang akan kita lakukan? Dan ketika mati sebelum mencapainya apakah kita disebut gagal?
. . 
Nah, konsep yang lebih tepat adalah mengganti profesi dengan nilai atau kata kerja yang berkelanjutan serta bersifat kolektif, tapi tetap spesifik. Contoh: "Impian Saya Ingin Menjadikan Indonesia sebagai Negara Maju sebelum Tahun 2045 melalui Sektor Perencanaan Pembangunan Nasional" 
Terlihat agak muluk-muluk, namun profesi yang bisa ditempuh menjadi banyak:  Menteri Bappenas, Staff Ahli Bappenas, jadi Peneliti Ahli yang risetnya menjadi rujukan Bappenas, atau menjadi Konsultan Bappenas sekalipun, dsb
. . 
Selain itu, Ketika ternyata ditengah jalan kita meninggal, pasti ada orang lain yang melanjutkan impian tersebut.  Ketika ternyata Indonesia sudah menjadi negara maju ditahun 2045 pun, mempertahankan "kemajuan negara Indonesia" Dari tiap indikatornya atau Improvement "kemajuan Indonesia" akan terus menjadi penyambung impian tersebut.
. . 
Akhir kata, yuk perluas makna impian/cita-cita kita :)

77 Views
Write your answer View all answers to this question