selasar-loader

BAGAIMANA MENGHADAPI BERITA HOAX DALAM TAHUN POLITIK YANG AKAN DATANG

LINE it!
Answered Oct 03, 2018

Kita akan masuk ke dalam tahun politik lagi pada Oktober 2018 nanti, seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya pada saat pilkada DKI, tentunya berita hoax yang sarat akan sara, tentunya akan menjadi makanan kita sehari-hari, bagaimana pendapat kamu dalam menghadapinya?


Ratu Nur Mustika
PM Bakti Nusa 8 | Kepala Bidang Riset dan Keilmuan BEM Undip 2018

Saat ini kita tengah memasuki tahun-tahun politik dimana Indonesia akan merayakan Pesta demokrasi terbesarnya pada tahun 2019 mendatang. Berbagai isu berlalu-lalang selama tahun 2018 ini dan akan semakin memuncak dan memanas bertambahnya waktu menjelang Pemilu 2019. Yang perlu kita perhatikan yaitu tidak semua informasi dan berita yang beredar dapat langsung kita percayai. Pada era sekarang ini, terdapat informasi yang tidak terbatas yang bisa didapatkan melalui media-media yang ada termasuk didalamnya banyak beredar berita bohong atau hoax. Berita hoax yang dipercaya dapat memengaruhi persepsi publik sehingga dapat berakibat besar pada perselisihan pendapat hingga perpecahan. Untuk menghadapi berita Hoax, dibutuhkan Literasi Media, yaitu kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan mengkomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk media. Dalam menghadapi berita, terlebih dahulu kita harus Tabayun. Tabayyun secara bahasa memiliki arti mencari kejelasan tentang sesuatu hingga jelas benar keadaannya. Sedangkan secara istilah adalah meneliti dan meyeleksi berita, tidak tergesa-gesa dalam memutuskan masalah baik dalam hal hukum, kebijakan dan sebagainya hingga jelas-jelas benar permasalahannya. Berikut salah satu hadits yang menekankan peningnya tabayun: ” Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun), agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatan itu” (QS. Al-Hujurat: Ayat 6) Berikut tips dalam menghadapi hoax dari Septiaji Eko Nugroho, Inisiator Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (MAFINDO): 1. Hati-hati dengan judul provokatif Berita hoax seringkali menggunakan judul sensasional yang provokatif, misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinya pun bisa diambil dari berita media resmi, hanya saja diubah-ubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat berita palsu itu. 2. Cermati alamat situs Untuk informasi yang diperoleh dari website atau mencantumkan link, cermatilah alamat URL situs dimaksud. Berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi Dewan Pers akan lebih mudah diminta pertanggungjawabannya. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia terdapat sekitar 43.000 situs di Indonesia yang mengklaim sebagai portal berita. Dari jumlah tersebut, yang sudah terverifikasi sebagai situs berita resmi tak sampai 300. Artinya, terdapat setidaknya puluhan ribu situs yang berpotensi menyebarkan berita palsu di internet yang mesti diwaspadai. 3. Periksa fakta Perhatikan dari mana berita berasal dan siapa sumbernya? Apakah dari institusi resmi seperti KPK atau Polri? Perhatikan keberimbangan sumber berita. Jika hanya ada satu sumber, pembaca tidak bisa mendapatkan gambaran yang utuh. Hal lain yang perlu diamati adalah perbedaan antara berita yang dibuat berdasarkan fakta dan opini. Fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti, sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita, sehingga memiliki kecenderungan untuk bersifat subyektif. 4. Cek keaslian foto Di era teknologi digital saat ini , bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video. Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca. Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan. 5. Ikut Dalam grup diskusi anti-hoax Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti-hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di grup-grup diskusi ini, warganet bisa ikut bertanya, apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

91 Views
Write your answer View all answers to this question