selasar-loader

Apakah Rupiah Kini akan melemah seperti tahun 1998?

LINE it!
Answered Oct 02, 2018

Hipotesa FEM IPB
Himpunan Profesi dan Peminat Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan IPB

6834EHSEwDpCD65vYy-a8-u10ia8QJLL.jpg

Pelemahan rupiah adalah sebuah fenomena yang sangat ramai diperbincangkan belakangan ini. Fenomena pelemahan rupiah pada saat ini tidak terlepas dari gejolak perekonomian global dan juga kondisi perekonomian didalam negeri. Faktor eksternal dari luar negeri yang menjadi penyebab adanya capital outflow adalah terutama dari sisi penguatan ekonomi amerika serikat dengan pertumbuhan ekonomi yang pada tahun 2018 melebihi 4% , pengangguran berada di titik paling rendah semenjak 18 tahun terakhir yang dikutip melalui CNN money. Bank sentral amerika juga telah memanfaatkan momentum perbaikan ekonomi dengan mulai meningkatkan suku bunga The Fed sampai diatas 2% serta kebijakan proteksionisme dagang dengan tiongkok yaitu saling memberikan tarif terhadap perdagangan impor keduanya yang biasa disebut sebagai perang dagang. Amerika memberikan tarif 10% terhadap produk tiongkok sebesar 200 miliar USD, dan tiongkok diduga akan membalas dengan memberikan tarif impor sebesar 60 miliar USD. Kebijakan amerika terkait penurunan pajak korporat dari 35% menjadi 20% pun menjadikan amerika sebagai negara dengan iklim bisnis yang semakin kondusif. 

 

MvrfbfqphvPjg7gVl33MnhMMzWrotjz6.jpg

Tentu hal-hal eksternal tersebut sangat mempengaruhi keluar masuknya aliran modal di Indonesia yang berikutnya berdampak terhadap pelemahan rupiah. Tidak bisa dipungkiri Indonesia akan sangat banyak terpengaruh oleh keadaan perekonomian luar dikarenakan Indonesia pernah termasuk dalam 5 negara rentan terhadap ekonomi global bersamaan dengan brazil, turki, argentina, afrika selatan ( S&P Global 2013) dengan indikator defisit transaksi berjalan dan tingkat suku bunga. Pada saat ini ada perubahan penyusunan 5 negara terentan sedunia dan Indonesia diperkirakan sudah dianggap lebih kuat sekarang. Fakta bahwa Indonesia baru saja dalam tahap transisi menjadi lebih kuat ini membuktikan bahwa pelemahan Rupiah terjadi karena perekonomian global sangatlah relevan. Data pendukung kuatnya dampak eksternal Ini adalah fakta bahwa amerika dan tiongkok adalah negara dengan tujuan ekspor terbesar Indonesia  dengan hasil ekspor ke amerika lebih dari 15 miliar USD dan ke Tiongkok lebih dari 10 miliar USD ( kementrian perindustrian 2016), sehingga kebijakan terkait dua negara tersebut jelas sangat berdampak. Faktor eksternal lainya adalah faktor spekulan terkait krisis yang terjadi di Turki dan Argentina yang membawa stigma negatif bahwa akan terjadi hal yang sama dengan negara berkembang lainya, termasuk indonesia.

Pelemahan Rupiah ini menciptakan spekulasi dan kekhawatiran akan terjadinya krisis seperti yang terjadi pada tahun 1998. Dengan nominal rupiah yang sama-sama sudah memasuki angka psikologis baru yaitu menyentuh Rp15.000 seperti tahun 1998. Untuk dapat mengkaji hal tersebut lebih dalam maka kita harus mengkaji dari segi faktor internal terhadap pelemahan Rupiah, Faktor yang paling utama adalah defisit transaksi berjalan Indonesia yang sudah mencapai 3% terhadap PDB (Bank Indonesia 2018). Pertumbuhan ekspor Indonesia diatas 12% namun kalah terhadap pertumbuhan Impor yang melebihi 24% (badan Pusat statistik 2018) inilah faktor internal utama pelemahan rupiah.

 

Mari kita kaji bersama,dengan keadaan defisit perdagangan kita pada saat ini, apakah fundamental ekonomi Indonesia berpotensi besar mengalami krisis atau tidak, dengan mengacu pada perbandingan keadaan ekonomi sekarang dengan 20 tahun yang lalu pada tahun 1998. Pelemahan nilai rupiah saat ini adalah kurang lebih sebesar 10%, sedangkan pelemahan rupiah saat Tahun 1998 diperkirakan lebih dari 300% dari mulai Rp 2.800 sampai hampir Rp16.000. dalam hal kelayakan investasi Indonesia sekarang telah dinilai layak investasi dengan rating BBB-/stable outlook (Standard and Poor 2018), sedangkan pada tahun 1998 rating Indonesia anjlok B-/outlook negative. Bila dilihat dari segi inflasi maka Indonesia sekarang stabil kurang lebih diangka 3,3% (Bloomberg economics 2018)  sedangkan pada saat 1998 sangatlah besar diatas 70%. Hal yang tidak kalah penting sebagai fondasi sebuah negara adalah cadangan devisa Indonesia yang pada saat ini sebesar 118,3 miliar USD ( badan pusat statistik 2018) jauh lebih kuat dibanding tahun 1998 yang kemungkinan 15-18 miliar USD. Pertumbuhan ekonomi indonesia pada saat ini adalah sekitar 5,27% terhadap PDB sedangkan pertumbuhan ekonomi pada tahun 1998 bahkan mengalami minus lebih dari 13%. Setelah kita coba ulas bersama maka lebih terlihat jelas bahwa kondisi Indonesia sekarang dengan Tahun 1998 jauh berbeda, namun tidak bisa dipungkiri bahwa defisit neraca transaksi berjalan haruslah diwaspadai, begitupula dengan suku bunga Bank Indonesia, Bank Indonesia harus sangat mempertimbangkan dengan matang peningkatanya demi kebaikan daya beli masyarakat dan produktifitas perbankan dalam negeri.

 

G0Lrzv4dDTaOXjjPEV9DTcSgp3HddjuE.jpg

Pemerintah sudah melakukan berbagai Upaya dalam meredam pelemahan Rupiah, seperti merevisi tarif impor terhadap 900 barang, menciptakan Biodiesel campuran bahan kelapa sawit 20%, menaikan  Bi rate sampai 5,5% , memberikan kemudahan ekspor dengan tax allowance, dan tax holiday. dan Menunda proyek pembangunan yang menggunakan bahan baku impor dalam jumlah besar. Sebagai masyarakat marilah kita ikut membantu menguatkan rupiah, dengan memaksimalkan penggunaan transportasi umum, membeli produk lokal, melakukan wisata dalam negeri bukan keluar negeri, mengurangi konsumsi barang elektronik dari luar Indonesia dan yang terutama adalah bangga menggunakan rupiah serta tetap kritis kepada pemerintah, dengan begitu masyarakat secara bersamaan dapat menyebar semangat optimisme dan kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi Indonesia.

171 Views
Write your answer View all answers to this question

Author Overview


Hipotesa FEM IPB
Himpunan Profesi dan Peminat Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan IPB

More Answers from Hipotesa FEM IPB