selasar-loader

Siapa yang bisa menggantikan triumvirat jika triumvirat tidak bisa menggantikan presiden dan wakil presiden?

LINE it!
Answered Aug 02, 2018

Ketika presiden tidak lagi bisa memegang pemerintahan di Indonesia, selanjutnya akan digantikan oleh wakil presiden, dan jika wakil presisen tidak bisa, digantikan lagi oleh triumvirat.


sandiyudha .
Mantan Ketua Umum HMI Hukum UGM

Tidak ada, kondisi demikian bukan merupakan titik penting terkait pengaturan apabila terjadi kondisi Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan dalam konstitusi Indonesia, yaitu UUD 1945.

Pertama-tama harus didudukkan terlebih dahulu bahwa triumvirat disini merujuk kepada 3 Menteri Negara yang nomenklatur urusan kementeriannya disebutkan secara tegas dalam UUD 1945, yaitu Menteri Luar Negeri, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan. Ketiga Menteri ini (Triumvirat) nantinya akan menjadi pelaksana tugas kepresidenan apabila Presiden dan Wakil Presiden berhenti, mangkat, diberhentikan, atau tidak dapat melaksanakan kewajibannya secara bersamaan (Pasal 8 ayat (3) UUD 1945).

Jika dicermati, pengaturan pada Pasal 8 ayat (3) a quo hanya menempatkan triumvirat sebagai "pelaksana tugas kepresidenan" yang dilaksanakan secara bersama-sama oleh ketiga menteri itu, sehingga triumvirat sejatinya tidak menggantikan presiden namun sebatas "melaksanakan tugas kepresidenan". Melaksanakan tugas kepresidenan tentu berbeda dengan menggantikan Presiden dan Wakil Presiden. Penggantian Presiden misalnya, sesuai dengan ketentuan Pasal 8 ayat (1) UUD 1945, maka apabila Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya, ia digantikan oleh Wakil Presiden sampai habis masa jabatannya. Kondisi demikian pernah terjadi saat Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya karena desakan reformasi, akhirnya ia digantikan oleh Habibie, dan Habibie pun menjadi Presiden. Kondisi serupa juga terjadi saat Gusdur sebagai Presiden digantikan oleh Megawati yang merupakan Wakil Presidennya karena sidang umum MPR menarik mandat Gusdur sebagai Presiden.

Oleh karena itu dalam membahas terkait triumvirat harus ada kehati-hatian karena triumvirat tidak mengganti Presiden dan Wakil Presiden melainkan melaksanakan tugas kepresidenan secara bersama-sama. Pun jika terjadi kondisi Presiden dan Wakil Presiden mangkat, berhenti, diberhentikan, atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya secara bersamaan dan triumvirat melaksanakan tugas kepresidenan secara bersama-sama, maka selambat-lambatnya tiga puluh hari setelah itu, MPR melaksanakan sidang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang diusulkan oleh Partai Politik atau Gabungan Partai Politik yang pasangan calon Presiden dan Wakil Presidennya meraih suara terbanyak pertama dan kedua dalam pemilihan umum sebelumnya, sampai berakhir masa jabatannya (Pasal 8 ayat (3) UUD 1945). 

Mekanisme konstitusi yang demikian mensiratkan bahwa memang kedudukan triumvirat hanya sebagai pelaksana tugas kepresidenan sementara, bukan pengganti Presiden dan Wakil Presiden sehingga titik tekannya adalah penggantian Presiden dan Wakil Presiden bukan Penggantian triumviratnya. karena jika demikian adanya, maka nanti akan terus bergulir pertanyaan seperti, "Siapa yang nanti akan menggantikan pengganti triumvirat apabila pengganti triumvirat tidak bisa juga untuk menggantikan triumvirat?". Dan hal demikian tidak akan ada habisnya.

391 Views
Write your answer View all answers to this question