selasar-loader

Apa yang harus disiapkan untuk menghadapi tahun pemilu 2019?

LINE it!
Answered Jul 23, 2018

eTQhixLc_5iLe0eDqYxMDWhgErOHOno4.png

Hello masyarakat Indonesia! Terima kasih ya kamu sudah nanya, saya akan bantu jawab nih. Sudah pada tahu kan kalau tahun depan akan diadakan pesta demokrasi di negara kita? Ya, pada tanggal 17 April 2019 mendatang akan ada pemilihan umum yang akan memilih para anggota dewan legislatif DPR RI, DPD RI dan DPRD serta yang paling ditunggu-tunggu, kita akan memilih presiden dan wakil presiden. Kamu tim #2019gantipresiden atau #2019tetapjokowi nih? Apapun pilihanmu nanti, jaga selalu sportifitas ya! Be smart! Jadikan pemilu ini sebagai ajang pemersatu rakyat untuk memilih pemimpin terbaik untuk mencapai cita-cita bangsa menuju kesejahteraan umum, bukan malah menjadi penabuh genderang perang antar masyarakat sehingga memecah belah persatuan.

Ngomong-ngomong nih, kenapa sih harus ada pemilu? Sebagai warga negara yang baik, kamu pasti sudah tahu kalau Indonesia ini negara demokrasi sesuai dengan bunyi pasal 1 ayat (2) UUD NRI Tahun 1945 menyatakan dengan tegas hal tersebut, kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Dasar. Pasal inilah yang menjadi landasan bagi pilihan Indonesia akan demokrasi sebagai sistem politiknya. Lalu sebagai negara demokrasi, yang menjadi roh dari setiap proses penyelenggaraan negara adalah kedaulatan rakyat. Nah maka dari itu, yang menjadi salah satu prinsip yang menunjukkan eksistensi kedaulatan rakyat itu adalah adanya pengisian jabatan politik melalui mekanisme perolehan suara terbanyak dalam sebuah pemilihan umum (pemilu). Keberadaan pemilu ini menjadi salah satu indikator demokratis atau tidaknya sebuah negara. Tanpa pemilu, suatu negara bahkan belum dapat dikatakan demokratis. Mengapa? Karena salah satu prosedur yang membuktikan secara kongkritnya negara demokrasi saja tidak dilakukan, bagaimana mungkin disebut demokratis. Maka begitulah kira-kira arti penting pemilu dalam negara yang menyatakan dirinya sebagai negara demokratis.

Tapi sayangnya, sekalipun pemilu merupakan sebuah keharusan, namun tidak serta merta pelaksanaan pemilu akan selalu berjalan sesuai dengan yang dikehendaki konstitusi. Seperti kata pepatah, tidak ada gading yang tak retak, pastinya akan ada peluang yang memungkinkan penyelenggaraan pemilu tidak sesuai dengan asas yang termaktub dalam pasal 22E ayat (1) UUD NRI Tahun 1945, yakni luber jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil). Harus kita sama-sama sadari bahwa pemilu merupakan sebuah kontes perebutan suara rakyat yang pastinya selalu membuka peluang terhadap proses-proses yang tidak demokratis, tidak jujur, dan tidak adil. Buktinya, data dari Mahkamah Konstitusi mencatat perkara perselisihan hasil pemilu pada tahun 2009 - Juni 2018, terhitung sebanyak 657 kasus telah diputus, diantaranya: (a) 627 putusan sengketa pemilu legislatif, (b) 2 sengketa pemilu presiden, dan (c) 28 putusan sengketa pemilu DPD. Begitupula dengan perkara perselisihan hasil pilkada, sejak tahun 2008-Juni 2018, sebanyak 910 kasus telah diputus di MK, diantaranya: (a) 74 permohonan dikabulkan, (b) 468 permohonan ditolak, (c) 339 permohonan tidak diterima, (d) 26 permohonan ditarik kembali, dan (e) 3 permohonan gugur. Data tentang banyaknya kasus perselisihan hasil pemilu atau pilkada yang disengketakan di MK tersebut menunjukkan bahwa adanya ketidakpuasan masyarakat terhadap hasil pemilu/pilkada sehingga berujung pada sengketa pemilu/pilkada di MK.

Berangkat dari data tersebut, maka tidak menutup kemungkinan pada pemilu 2019 nanti, penyelenggaraan Pemilihan Umum Anggota Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) akan berpeluang besar terhadap melonjaknya permohonan sengketa hasil pemilu dan pilkada tersebut dari seluruh pelosok negeri. Bahkan bisa saja sengketa itu berasal dari daerah tempatmu tinggal atau bahkan kamu bagian dari partai politik yang ingin nyaleg atau mungkin juga kerabat dekatmu ingin nyaleg di pemilu tahun depan. Dihubungkan dengan isu sengketa pemilu tadi, apakah kamu sudah siap kalau nantinya akan muncul sengketa hasil pemilu yang melibatkan kamu atau kerabatmu yang nyaleg itu dan mengharuskan kamu untuk memperjuangkan asas luber jurdil dalam penyelenggaraan pemilu yang berusaha dijunjung tinggi oleh negara ini? Sebenarnya tidak harus terlibat secara langsung juga sih, saya rasa juga semua warga negara harus memahami pemilu itu bagaimana, asas-asas pemilu itu apa saja, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat kampanye, jika ada sengketa pemilu harus bagaimana, karena kamu tentunya tidak mau kan dipimpin oleh pemimpin yang salah apalagi hasil dari kecurangan termasuk yang melakukan black campaign.

Jadi, kamu sudah siap untuk menghadapi pemilu 2019 belum? Kalau belum jangan khawatir, selama ada waktu tersisa ini kamu bisa mempersiapkan diri dengan mempelajari seluk beluk pemilu. Tunjukkan bahwa kamu adalah warga negara yang baik yang tidak hanya ikut-ikutan orang lain saja karena masa depan negara ini ada di tanganmu.

192 Views
Write your answer View all answers to this question