selasar-loader

Apa yang membedakan startup business dengan UMKM rintisan?

LINE it!
Answered May 06, 2018

Hanifah Nisrina C
Co-founder, Field Researcher @Bantuternak | Rumah Kepemimpinan Batch 8

FiXxkP8zSBiSbUagNlPzoDSZ5NW8pQ1J.jpg

Saya teringat dengan jawaban mentor saya ketika ditanya, "Apa yang membuat beda antara startup dengan 'bisnis biasa'?". Bisnis biasa, dalam hal ini adalah UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah). 

"Bisnis Modelnya", jawabnya.

Bisnis model pada UMKM bisa dibilang sudah valid. Contoh sederhananya UKMKM Kuliner, seperti Kebab Turki Baba Rafi.

 foBkCzEk5Oz-H5WwFy0zZralfeY_07my.png

Kebab Turki Baba Rafi milik Hendy Setiono bisa dibilang UMKM yang sukses hingga saat ini. Mereka sudah memiliki bisnis model yang jelas. Pelanggan membeli kebab, kebab turki menjual kebab.

Berbeda dengan startup, yang bisnis modelnya bisa berubah kapan saja, menyesuaikan dengan keinginan customer melalui berbagai riset dan pengujian. Kondisi ini biasa disebut dengan Lean Startup.

Menurut Eric Ries, Lean startup adalah sebuah proses penciptaan startup yang berfokus pada cepatnya penciptaan prototype startup dengan tujuan asumsi pengujian.

Sekarang coba perhatikan diagram dibawah ini :

SIpqT-PCtuC8FOAAwrZcH0HfHWCgEJSe.png

Diagram tersebut merupakan alur bagaimana startup yang menerapkan konsep lean bekerja. Tiga tahapan/alur  pengujian tersebut disebut dengan validate learning, yaitu mempertemukan antara learn, build, dan measure.

Lalu, apa berbedaan lainnya antara bisnis tradisional dengan startup?
Berikut adalah jawabannya :

-yt7rK-GYnc4naxk2BBqjsX5nz0gqs2Y.jpg

 

192 Views
Write your answer View all answers to this question