selasar-loader

Bagaimana mengoptimasi nilai tambah penyelenggaraan Asian Games 2018 bagi seluruh kalangan warga Jakarta?

LINE it!
Answered May 06, 2018

Hatfan Hizriyan Syaidan
Kepala Departemen Keilmuan BEM FEB UI 2017 | Rumah Kepemimpinan Jakarta

logo-AG.jpg

Dampak ekonomi dan sosial dari penyelenggaraan acara olahraga berskala besar selalu menjadi isu yang kontroversial. Pembangunan infrastruktur seperti stadion, wisma atlet, hotel serta perawatan dan perbaikan fasilitas umum pesat terjadi. Kita dapat belajar dari negara Afrika Selatan sebagai tuan rumah penyelenggara Piala Dunia 2010, saya memilih Afrika Selatan karena memiliki lanskap ekonomi yang mirip dengan Indonesia, negara berkembang atau emerging countries

Afrika Selatan secara langsung menghabiskan lebih dari 4 miliar dolar AS (USD) untuk menjadi tuan rumah piala (Cohen 2010), dan miliaran lainnya dalam peningkatan infrastruktur terkait di kota-kota tuan rumah (Desal dan Vahed 2010). Secara keseluruhan, pemerintah Afrika Selatan menghabiskan lebih dari 13 miliar Rand Afrika Selatan (ZAR) untuk perbaikan infrastruktur dan transportasi (setara dengan Rp14 triliun kurs hari ini) . Belanja ini secara langsung menciptakan 130.000 pekerjaan konstruksi (Marcus, 2010), dan secara tidak langsung menghasilkan 415.000 pekerjaan (Sylvester dan Harju 2010). Piala Dunia 2010 pun menambahkan 0,5% –atau ZAR 93 miliar — ke PDB Afrika Selatan pada tahun 2010.

Meskipun total manfaat bagi Afrika Selatan sebagai tuan rumah mampu melebihi biaya ‘ekonomi’nya, kritikan tetap terlempar pada kegagalan keuntungan ekonomi yang didistribusikan secara merata. Kritik lain berpendapat bahwa belanja infrastruktur terlalu sempit terfokus pada kebutuhan Piala Dunia. Ditambah lagi, penyerapan pekerja konstruksi sebesar 130.000 sebagian besar dinilai bersifat sementara.

Namun demikian, melihat Piala Dunia atau perhelatan kompetisi olahraga lainnya hanya melalui lensa ekonomi akan menutupi sebagian besar dampak olahraga terhadap masyarakat — terutama ketika tempat masyarakat tersebut waktu menjadi tuan rumah perhelatan kompetisi yang melibatkan negara-negara lain di dunia. Bahkan jika keuntungan ekonomi dari menyelenggarakannya meragukan, mungkin kohesi sosial yang mampu menjadi inspirasi persatuan masyarakat bisa menutupi harga yang harus dibayar. Apalagi di tengah kondisi bangsa Indonesia saat ini yang seakan terpecah menjadi haters dan lovers. Saya pikir tidak hanya kalangan warga Jakarta, tetapi juga seluruh masyarakat Indonesia, dapat berpartisipasi dan bersatu mendukung Indonesia.

191 Views
Muhammad Imran

Please make sure you using the correct logo of Asian Games 2018  Aug 8, 2018

Write your answer View all answers to this question