selasar-loader

Apakah Baitul Maqdis dan Masjid Al Aqsa adalah bangunan yang sama?

LINE it!
Answered Apr 11, 2018

Andara Geofani
Suka membaca, Engineer, Hobi Makan

Masjidil Aqsa sejatinya bukanlah sebuah ‘bangunan’ masjid seperti yang dibayangkan selama ini.  Namun ia adalah sebuah area/ kompleks yang terletak di Kota Lama Jerusalem, Palestina. 

Dan dalam kompleks itu sekarang ini terdapat lebih dari 60 bangunan bersejarah dan 6 buah di antaranya adalah masjid.

Nama Masjid Al Aqsa adalah nama yang diberikan langsung oleh Allah seperti yang tercantum dalam Al Quran surat Al Israa’ (17) ayat 1 :

Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Pada peristiwa Isra’ Mi’raj di atas, Rasulullah serta para Nabi salat disebuah tempat yang telah ditentukan Allah Ta’ala [(melalui Jibril yang telah membawa Nabi ke sana).  Tempat itu berupa tanah lapang di mana tidak ada bangunan apapun di atasnya, kecuali setumpukan batu.  Di tempat itulah Nabi memimpin salat dengan makmum para Nabi.

Dan tempat itulah yang disebut Allah sebagai Masjidil Aqsa.

PdGlG86MMoJbM-4jlvTXnUKiumkp6QAw.jpg

Jadi Masjidil Aqsa sejatinya bukanlah berupa bangunan masjid seperti dalam bayangan kita selama ini.  Itu hanya sebuah lapangan seluas sekitar  14,4 hektar yang ketika Rasulullah Isra’ Mi’raj di sana, tidak ada satupun bangunan utuh yang berdiri. Hanya reruntuhan bekas masjid yang dulu dibangun oleh Nabi Ibrahim, Ishaq, Daud, dan Sulaiman. 

Lapangan luas itu dikelilingi tembok kokoh. Rasulullah memimpin salat di antara reruntuhan masjid itu, dengan makmum para nabi, rasul dan malaikat.  Sebelum Rasulullah terbang ke Sidratul Muntaha

Saat ini di dalam kompleks Masjidil Aqsa itu telah terdapat lebih dari 60 bangunan bersejarah, yang masing masing memiliki sejarahnya sendiri sendiri.  Tiap bangunan bersejerah itu dibangun satu demi satu setelah peristiwa Isra’ Mi’raj. Pada waktu dan zaman yang berbeda beda dan penguasa yang berbeda-beda pula.

KJAE28qpinldVeyUShOf4Aq8So3NKkZR.jpg

Dome of The Rock sejatinya adalah satu dari 25 kubah kubah yang ada di Masjidil Aqsa.  Dome of The Rock atau dikenal sebagai  Kubah As Sakhrah, yang berarti Kubah Batu.  arena memang berdiri di atas batu raksasa. Dari titik inilah Rasulullah naik ke langit dalam perjalanan  Mi’rajnya. Dari kemudian di atasnya dibangunlah bangunan yang bentuknya kita kenal seperti sekarang.

Sekarang ini Dome Of The Rock difungsikan juga sebagai tempat salat.  Karena memang sejatinya seluruh lokasi/ kompleks itu adalah masjid, orang boleh salat di manapun mereka sukai.

Namun bangunan ini bukanlah masjid (tempat untuk salat). Ini hanya  bangunan biasa yang dibangun oleh Sultan Abdul Malik bin Marwan pada tahun 685-705. Bentuk bangunan segi delapan, dengan tinggi 35 meter.

Kubah Dome of the Rock ini dilapisi potongan emas, sementara bangunannya dihiasi dengan porselin khusus, khat yang sangat indah dan lantainya keramik. Di masa Perang Salib bangunan ini dijadikan gereja dengan ditambahi sebuah altar sementara bulan sabit besar di kubah diganti dengan salib.

Pada tahun 1187, Salahuddin AlAyyubi mengembalikan Kubah As-Sakhrah ke fungsi semula. Pada tahun 2009, Turki memperbarui hiasan bulan sabit pada Kubah As-Sakhrah dengan biaya 250 ribu Euro.

Al Haram Asy Syarif

Masjidil Aqsa juga disebut Al Haram Asy Syarif yang artinya tanah suci yang mulia. Maksudnya “Haram” artinya suci, seperti pada istilah Tanah Haram (tanah suci), Alharamain (dua tanah suci), Masjidil Haram (Masjid Suci) yang maksudnya tempat yang diharamkan melakukan perbuatan yang melanggar kesuciannya. 

Akan tetapi kesucian Masjidil Aqsa berbeda dengan kesucian Masjidil Haram yang memang disebutkan dalam Al Quran.

Kesucian Masjidil Aqsa lebih karena peran pentingnya dalam kehidupan umat dan terlebih lebih sekarang ini Al Aqsa masih dalam penjajahan dan hanya dijadikan objek wisata yang keuntungannya lebih banyak mengalir ke Israel.

Al Haram Asy Syarif atau “tanah suci yang mulia” ini oleh umat Yahudi dan Kristen disebut sebagai Temple Mount  atau Bait Suci dan merupakan suatu tempat paling suci dalam agama Yahudi yang umumnya dipercaya merupakan tempat Bait Pertama dan Bait Kedua dahulu pernah berdiri. Di salah satu tembok Bait Suci itulah terdapat tembok ratapan yang terkenal.

Lalu bagaimana dengan penyebutan nama Baitul Maqdis? Apakah sama dengan yang dimaksud dengan Masjidil Aqsa?

rFFJvWLa84VLd3n1Nz5GTKgE34ok58mi.jpg

Masjidil Aqsa adalah nama yang diberikan oleh Allah seperti dalam surat Al Israa’ (17) ayat 1.  Namun Rasulullah juga menggunakan nama Baitul Maqdis untuk menyebut Masjidil Aqsa.

Selain itu, istilah atau nama Baitul Maqdis juga bisa berarti lebih luas daripada Masjidil Aqsa yang ‘hanya’ seluas 14.4 Hektar.  Perhatikan surat Al Israa’ (17) ayat 1 :

Maha suci Allah Azza wa Jalla yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami barakahi sekelilingnya.

…. yang Kami barakahi sekelilingnya.

Nah, area sekeliling Masjidil Aqsa yang ikut diberkahi Allah Ta’ala itulah yang disebut Baitul Maqdis.  Yang artinya adalah Rumah yang Disucikan.

Baitul Maqdis juga disebut oleh bangsa Palestina dan Arab sebagai Al Quds.

189 Views
Write your answer View all answers to this question