selasar-loader

Apa hukum investasi saham dalam Hukum Islam?

LINE it!
Answered Apr 03, 2018

zgccTqKPa5Y9QsbLBLzDBj0jjABYbEE4.jpg

Tentang hukum pasar modal atau investasi saham secara khusus. Dewan Syariah Nasional MUI telah menelitinya dan membuat fatwa terkait pasar modal. Fatwa tersebut adalah Fatwa DSN No. 40 Tahun 2003 tentang pasar modal dan pedoman umum penerapan prinsip syariah di bidang pasar modal. Pendapat para ulama yang menyatakan kebolehan jual beli saham pada perusahaan-perusahaan yang memiliki bisnis yang mubah, antara lain dikemukakan oleh Dr. Muhammad ‘Abdul Ghaffar al-Syarif. Mubah sendiri adalah sebuah status hukum terhadap suatu aktivitas dalam dunia Islam. Aktivitas yang berstatus hukum mubah boleh untuk dilakukan, bahkan lebih condong kepada dianjurkan (bersifat perintah), namun tidak ada janji berupa konsekuensi berupa pahala terhadapnya.

Jadi apakah investasi saham benar - benar haram. Little brief explanation, why it should exist, Untuk apa ada pasar saham ? Kalau memang investasi saham selama ini ada unsur keharamannya :

Menurut MUI, Pasar Modal dibutuhkan karena hal berikut:

  1. Perkembangan ekonomi suatu negara dipengaruhi dengan perkembangan pasar modal.
  2. Pasar modal syariah telah dikembangkan di beberapa negara.
  3. Umat Islam membutuhkan Pasar Modal yang sesuai prinsip syariah.

Oleh karena kebutuhan akan pasar modal itulah DSN MUI memandang perlu menetapkan halal haram pasar modal. Atau, bagaimana cara membentuk pasar modal yang sesuai syariah.

    Pasar modal merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penawaran umum dan perdagangan efek, perusahaan publik yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek. Saham Syariah adalah saham sebagaimana saham konvensional sedangkan saham syariah dengan konvensional secara garis besar ada tiga, yaitu:

  1. Akadnya ketika bertransaksi saham
  2. Pengelolaan perusahaan (yang menerbitkan saham)
  3. Cara Penerbitan saham

Jadi di antara yang dilarang oleh syariah adalah transaksi yang didalamnya terdapat unsur spekulasi dan mengandung gharar atau ketidakpastian yaitu transaksi yang didalamnya dimungkinkan terjadinya penipuan (khida), karena itu gharar termasuk pengertian memakan harta orang lain dengan cara bathil atau tidak sah.

 


Taufiq Anggara
Ekonomi Islam Unpad'15 | Rumah Kepemimpinan Regional 2 Bandung

Boleh, tapi tergantung...

Secara hukum, sebagai umat muslim kita diharuskan menaati amir(pemimpin). Dalam hal ini sebagai WNI pemimpin kita adalah pemerintah, dan dalam hal investasi saham pihak yang berwewenang adalah OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan MUI (Majelis Ulama Indonesia).

Simpelnya, kita sebagai masyarakat awan tinggal menaati OJK dan MUI. Dalam Islam hukum menaati pemimpin wajib bukan?

OJK dan DSN-MUI menyebutkan syarat-syarat investasi saham syariah, yaitu;
1. Total utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 82% (Utang yang berbasis bunga dibandingkan dengan total ekuitas tidak lebih dari 45%:55%)
2. Total pendapatan bunga dan pendapatan tidak halal lainnya dibandingkan dengan total pendapatan tidak lebih dari 10%
3. Efek syariah yang diterbitkan di luar negeri yang memenuhi prinsip-prinsip syariah di pasar modal

Terlepas dari pendapat pribadi dan masyarakat umum mengenai kehalalan investasi saham, sebagai umat muslim kita wajib menaati pemimpin, dan syarat-syarat di atas merupakan keputusan dari pemimpin kita.

Wallahua'lam

174 Views
Write your answer View all answers to this question
Sponsored