selasar-loader

Apakah perseteruan Amien Rais vs Luhut bagian dari pembungkaman publik kepada pemerintah?

LINE it!
Answered Apr 02, 2018

Amien Rais menyatakan, program bagi-bagi sertifikat adalah sebuah "pengibulan". Sehari kemudian, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan respon terhadap ucapan Amien. 

Meski tak menyebut secara gamblang nama orangnya, namun Luhut memberikan label "politisi senior" atas ucapannya tersebut. Menurut Luhut, ucapan yang keluar dari mulut seorang Amien itu hanyalah "asbun", atau sama sekali tak didukung dengan data yang akurat. 

Bahkan, Luhut merespon seolah-olah kritik Amien tersebut tidak relevan. Sebagian publik pun merespon tanggapan Luhut kepada Amien Rais tersebut dengan nada nyinyiran. Ada yang menganggap bahwa akan kembali pada jaman Orde Baru, di mana seluruh kritik kepada penguasa dibungkam.

Terus, menurut kalian sebagai warga negara, apakah hal tersebut bagian dari pembungkaman kritik publik kepada pemerintah?

3W9u2wFz3btvwzQLxi5jmFYeQ-69w7ya.jpg


Aries Budiono
Sosiologi Unair / Rumah Kepemimpinan Surabaya

Banyak orang yang berspekulasi bahwa apa yang dilakukan oleh PakLuhut adalah bagian dari pembungkaman kritik terhadap pemerintah. Namun bagi saya tindakan tersebut masih jauh dari tuduhan yang demikian. Indikator utamanya, berita masih bebas memuat berita yang diinginkan, termasuk pemberitaan dengan nada kritik terhadap pemerintah. Kita harus menjadi bangsa yang bijak dalam memandang sebuah persoalan. Saya menilai tindakan dua tokoh tersebut tidak merepresentasikan sebagai sosok negarawan, hanya politisi biasa yang kalkulasi politiknya sebatas menang dan kalah. Pak Amin sebagai tokoh senior dalam politik, bahkan tokoh bangsa kok bisa-bisanya melakukan tuduhan terhadap pemerintah yang sedang "ngibul". Bagaimana tidak tuduhan, wong buktinya tidak jelas, hanya sebatas tuduhan. Kebebnarannya seperti apa ?. Dalam kaidah hukum penuduh yang berkewajiban membuktikan. Sekarang bukti otentiknya apa ?

Pak Luhut juga. Sebagai pemerintah harusnya lebih sabar. Menghadapi tuduhan itu kan hal biasa. Lagipula pemerintahan mana yang benar-benar didukung oleh semua rakyatnya. Jadi ya dimaklumi saja, wajar. Pemimpin itu kan harus memposisikan dirinya sebgai laut. Dia harus meluaskan hatinya, dan menampung segala yang mengalir kepadanya. Marah-marah karena tuduhan, apalagi dengan respon berupa ancaman jelas bukan karakter pemimpin.

Saya tahu, bapak-bapak yang sedang berseteru tadi adalah orang-orang hebat dan berilmu. Kita sebagai anak bangsa perlu mengakui itu. Tapi satu hal yang perlu diingat, diatas ilmu ada etika. Percuma saja berilmu jika etikanya kurang baik. Sebagai bangsa yang besar harusnya para tokoh-tokoh itu menunjukkan keteladanannya dalam mengurus bangsa, bukan sebaliknya.

420 Views
Write your answer View all answers to this question