selasar-loader

Apakah tantangan dunia farmasi Indonesia saat ini?

LINE it!
Answered Apr 02, 2018

Bagaimana solusinya?


Andini Ika
Mahasiswa Farmasi UI l Peserta Rumah Kepemimpinan Angkatan 8 Regional 1 Jakarta

PhQdWrIl8Go-Vrp1vVJISEGZj9pqNAtT.jpg

Berbincang tentang dunia industri farmasi di Indonesia memang menjadi salah satu sektor andalan yang diprioritaskan karena berperan sebagai penggerak utama perekonomian nasional di masa datang.

Akan tetapi berbagai tantangan dalam dunia farmasi Indonesia juga terbilang cukup banyak.

Fakta hari ini, berdasarkan data Badan POM RI, jumlah industri farmasi di Indonesia mencapai sekitar 280 perusahaan. Akan tetapi masalah utamanya adalah tidak adanya industri bahan baku di Indonesia. Hal ini mengakibatkan 95% bahan baku masih harus diimpor. Masalah-masalah ini sebenarnya didasari oleh kebijakan negara yang belum memadai.

Padahal, menurut beliau, sudah banyak riset-riset dan penelitian yang dilakukan universitas-universitas di Indonesia terkait bahan dasar obat yang sebenarnya mempunyai potensi untuk dipakai di industri. Namun, perhatian pemerintah masih kurang dalam hal ini, terutama pada penyediaan sarana dan prasarana bagi peneliti-peneliti. Terutama pada fasilitas laboratorium dari skala pilot sampai laboratorium berskala industri. Maka seharusnya investasi di sektor riset dan pengembangan (R&D) dan bahan baku industri menjadi peluang yang harus bisa dimaksimalkan pemerintah. Apalagi sektor bahan baku industri telah ditetapkan menjadi prioritas utama dalam roadmap industri farmasi.

“Riset dan pengembangan merupakan fondasi dari industri farmasi. Obat-obatan inovatif yang merupakan hasil dari riset dan pengembangan, adalah komponen utama untuk meningkatkan tingkat peluang hidup di dunia, dengan menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahunnya dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Jorge Wagner, Ketua Umum IPMG (International Pharmaceutical Manufacturer Group)

Kendala lainnya terletak pada regulasi dan birokrasi yang rumit dan mahal dalam membangun pabrik industri obat di dalam negeri. Banyak para investor yang mengeluhkan akan mahalnya biaya. Bahkan ada yang membatalkan karena baru sampai perizinan lokasi saja biayanya sudah bermiliar-miliar

IPMG juga merasa perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta untuk bersama menjawab tantangan yang menjadi kendala bagi pelaku industri farmasi. Selian itu, ada beberapa hal yang harus dipenuhi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat riset dan pengembangan industri farmasi antara lain, sistem politik yang stabil dan transparan, sistem kekayaan intelektual kelas dunia, pasar yang terbuka dan tanpa diskriminasi, jaringan yang kuat antara sektor swasta dan akademisi, dan insentif dalam hal pajak.

150 Views
Write your answer View all answers to this question