selasar-loader

Apa menurut kamu studi banding ke luar negeri ke beberapa negara maju untuk guru itu perlu dilakukan?

LINE it!
Answered Apr 02, 2018

Libur tlah tiba-libur tlah tiba~ siapa yang paling males kalau liburan datang, karena ga bisa dapat uang jajan atau karena ga bisa main ama temen-temen? Yeaah tos~~ pertanda kamu sukaa banget yang namanya nongkrong di sekolah. Kalau udah bahas sekolah, tentu juga ada kisah dengan guru juga kan? Baik itu kenangan dengan cara mengajarnya, atau kisah lainnya. Mereka berusaha memberikan pengajaran yang terbaik untuk kita. Namun terkadang untuk meningkatkan kualitas mengajar yang lebih baik dirasa perlu untuk melakukan studi banding. Nah, saya mau tau dong pendapat kamu, apa menurut kamu studi banding ke luar negeri ke beberapa negara maju untuk guru itu perlu dilakukan? Apalagi bila kita sebagai pemuda yang memberikan akses pada guru untuk keluar negeri.

Terimakasih atas jawaban yang telah selasaers sampaikan,

berdasarkan hasil poling dan jawaban dari rekan-rekan, berikut ini ringkasan ulasan yang dapat dihimpun

https://www.selasar.com/jurnal/40659/Bantu-Guru-Melihat-Dunia-PPI-Dunia


Nining Ardianti
Mahasiswi Fakultas Kehutanan UGM 2014.|Rumah Kepemimpinan Regional 3 Angkatan 8

Survei yang bertujuan untuk mengetahui pendapat terhadap studi banding ke luar negeri ini dilakukan dari tanggal 25 hingga 26 Desember 2017. Ada 220 responden dengan mayoritas perempuan (52,3 persen) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan di luar negeri.

Ketua Komisi Pendidikan PPI Dunia Fadlan Muzakki mengatakan, hasil survei menunjukkan bahwa 90 persen responden mengatakan perlu dilakukan studi banding ke luar negeri.

Alasannya, guru perlu membuka wawasan yang luas bagaimana jiwa seorang guru seharusnya. Standar seorang guru yang masih nasional bisa dinaikkan ke standar internasional. Alasan kedua perlu studi banding sebagai bahan perbandingan untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan dalam proses mengajar.

Di Indonesia, Fadlan, masih sangat banyak guru honorer. Biasanya mereka baru saja selesai studi S1 FKIP dan kemudian menjadi guru yang dimana metode mengajarnya pasti mirip dengan guru-guru sebelumnya.

Dengan melakukan studi banding keluar negeri metode belajar-mengajar yang selama ini dipakai di Indonesia dapat terupgrade dan tentunya akan menghasilkan peningkatan kualitas pendidikan.

Selain itu, dengan studi banding akan merasakan first hand experience alias pengalaman langsung juga tidak kalah penting. Ini juga akan membuka potensi networking antara guru, melampaui batasan ruang dan waktu, juga negara.

Studi banding juga menambah jejaring serta engagement para pengajar dengan dunia pendidikan internasional sehingga diharapkan akan lahir metode-metode mengajar atau mendidik yang kian efektif dan efisien bagi setiap insan pembelajar di tanah air.

Alasan terakhir, terang Fadlan, karena Indonesia belum punya cukup ahli yang memiliki pengetahuan yang mumpuni untuk mengambil keputusan dan menjalankan tugas negara. Kalaupun selama ini studi banding dirasa kurang efektif, yang salah bukan studi bandingnya.

Melainkan kemampuan belajar orang-orangnya, tempat studi bandingnya, ketidaksesuaian topik studi dengan keadaan di lapangan, dan hal-hal non-teknis lainnya.

202 Views
Write your answer View all answers to this question