selasar-loader

Apa perbedaan karakter antara formasi 4-3-3 dan 4-4-2?

LINE it!
Answered Mar 29, 2018

Mana yang lebih efektif?


Dalam menyerang formasi 4-4-2 mengandalkan 2 striker berbeda type, biasanya satu type predator/ target man yang naluri cetak goalnya tinggi disertai memiliki dukungan fisik yang kuat untuk duel seperti Cristian Vieri, Hernan Crespo atau Zlatan Ibrahimovic, sedang pasangannya adalah tipe advance forward yang memiliki tehnik tinggi dalam driblling dan kecepatan seperti Alessandro Del Piero, Totti, Dybala, atau Alexander Pato. Serangan pada formasi ini juga didukung oleh kedua sayap yang mengandalkan kecepatan dan umpan panjang, mereka biasanya menyusur sisi samping lapangan sampai ujung dan melepaskan umpan ke arah target man (pemain sayap legendaris: Donadoni, David Beckham, Sebastian Deisler). Namun model pemain sayap seperti ini jarang dipakai sekarang, karena striker tipe target man juga jarang ditemui dan pemain sayap macam ini banyak yang tak berkembang padahal memiliki skill hebat seperti Aaron Lennon, Joaquin, Vicente, Joe Cole. Sebagai gantinya kedua pemain sayap tidak lagi lurus ke depan namun memotong lapangan tengah dan melakukan penetrasi langsung ke gawang, dengan menyilangkan posisi. Pemain model ini mulai banyak dipakai semenjak keberhasilan C. Ronaldo menjadi top score di MU. Dan prototipenya mulai banyak bermunculan seperti Neymar, Eden Hazard, Juan Cuadrado, Frederico Bernadeschi sampai Frederico Chiesa. Pada formasi 4-3-3 striker tunggal biasanya ditopang oleh ke dua striker sayap yang sama-sama mengandalkan dribling dan kecepatan. Striker juga tidak harus memiliki fisik yang hebat untuk melakukan duel, uniknya bahkan kadang juga hanya dipasang sebagai false nine yang tak memiliki naluri mencetak gol ataupun dribling yang bagus. Fabregas yang berposisi gelandang pernah dipakai dalam formasi ini, atau Francesco Totti yang sudah tua dan kecepatannya jauh menurun juga melakukan hal yang sama. Fungsi keduanya hampir mirip Trequertista pembagi bola, kepada kedua sis penyerang di kanan kiri yang memiliki skill komplet, meliputi kecepatan, dribling dan finishing yang bagus seperti Ronaldinho, Messi, Robben, atau M. Salah. Serangan dari sisi sayap pada formasi 4-3-3 ini biasanya berawal dari kedua bek sayap yang melakukan overlapping di sisi lapangan. Jadi bisa dibayangkan kekuatan serangan formasi ini,  karena pada suatu waktu terdapat 5 pemain menyerang di garis depan.

Dalam pertahanan formasi 4-3-3 lebih rawan. Dua bek sayap yang maju overlapping meninggalkan lubang di kedua sisi lapangan. Biasanya pada formasi ini terdapat dua jenis bek yang berbeda type, satu organisator pertahanan yang jago membaca arah serangan lawan dan memulai serangan (Ball Playing Defender) seperti Mthias Ginter, Stones, Pique, Romagnoli dan satunya tipe petarung yang mengandalkan kecepatan atau kekuatan fisik untuk meredam serangan seawal mungkin seperti Manolas, Ivan Cordoba, Mascherano, Ramos. Celahnya, pada formasi ini saat menghadapi pemain lawan yang  memiliki skema serangan balik dengan pemain sayap yang cepat. Bisa dilihat saat Roben mengeksploitasi wilayah Pique dan Robben saat Bayern menghajar Barcelona dan Belanda mengalahkan Spanyol sama-sama dengan skor telak. Pada formasi 4-4-2 kedua bek bisa bertipe sama, utamanya mereka harus memiliki kemampuan standart dalam bertahan, seperti heading, tackling, dan marking. Sering muncul duet-duet bek legendaris dalam formasi ini seperti Thuram-Cannavaro, Nesta-Stam, Terry-Carvalho, Vidic-Ferdinand.

Dalam pertarungan di lini tengah formasi 4-4-2 dapat mengandalkan dua gelandang dengan naluri bertahan yang sama. Emeron dan Viera pernah bermain bersama di Juventus, Gerrard dan Lucas Leiva di Liverpool, Damiano Tomassi-Emerson, atau Albertini-Ambrosini. Hal ini adalah untuk menyeimbangkan permainan, dengan penguasaan lini tengah dan memulai serangan dari kedua sisi sayap. Atau memasang duet yang sangat berbeda karakter, yang satu sangat bertahan (defensif midfielder) dan yang satunya sangat menyerang (attacking midfelder) formasi ini berkembang menjadi 4-4-2 diamond yang paling sukses adalah Zinedine Zidane dengan duetnya di Perancis Claude Makelele dan di Juventus dengan Edgar Davids atau Deschamp. Pada formasi 4-3-3 gelandang tengah umumnya ditempati gelandang jangkar, berfungsi meredam serangan dengan tackling yang bagus dan kemampuan mentransisi bertahan menjadi menyerang. Kecepatan, driblling atau bahkan kemampuan heading yang bagus tak harus dimiliki gelandang jangkar ini, dalam mengatur ritme permainan kemampuan passing dan membaca ruang gerak kawan lebih utama gelandang jangkar murni yang berhasil antara lain Busquets, Mark Van Bommel, dan T. Motta. Pada posisi ini juga biasanya berawal dari transformasi gelandang serang seperti Ricardo Montolivo, Luca Modric, Sami Khedira. Kedua sisi yang mengapit gelandang jangkar bisa bervariasi. Untuk lebih menyeimbangkan permainan bisa dengan karakter petarung yang punya naluri bertahan, dapat juga gelandang dinamis yang bernafas panjang. Untuk lebih menyerang dan memegang permainan dengan ball possesion biasanya dengan seorang advance playmaker (trequertista yang di tarik lebih mudur ke lapangan tengah) seperti Andres Iniesta, atau Marco Veratti.

 

1662 Views
Write your answer View all answers to this question