selasar-loader

Apa prinsip atau motto hidup yang kamu pegang?

LINE it!
Answered Mar 26, 2018

Fani Widianingsih
Love to learn, learn to love

Wah, menarik nih. Saya sih memegang prinsip begin with the end. Atau lebih tepatnya sedang berusaha memegang prinsip itu. Kenapa saya pilih yang seperti ini? Bukan hanya karena diksi yang kontradiktif (begin dan end), melainkan karena saya seringkali salah fokus. Hehehe.

Yang paling sering adalah ketika saya hendak menulis cerita. Saya punya ide yang cukup bagus, lalu menuliskannya dengan semangat. Di tengah jalan, saya terdistraksi oleh banyak hal, mulai dari orang yang tiba-tiba menanyakan sesuatu ke saya, notifikasi-notifikasi ponsel yang seakan tidak ada habisnya itu, hingga terdistraksi oleh lamunan-lamunan saya sendiri.

Gara-gara hal di atas, saya jadi kesulitan untuk menyelesaikan novel saya. Iya, saya ingin jadi penulis novel. Tetapi kok rasanya sulit sekali. Akhirnya saya putuskan untuk menulis cerpen saja. Eh, susah juga ternyata. Rasanya seperti selalu saja sulit untuk menyelesaikannya. Memulainya, okelah. Menyelesaikannya? Wah, saya benar-benar payah untuk urusan yang satu itu. Bahkan tugas-tugas kuliah berupa esai pun kalau tidak dibantu teman mungkin tidak akan selesai. Bisa sih selesai, namun entah seperti apa hasilnya. Mungkin akan sangat tidak jelas.

Karena itu pula saya latihan dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di Selasar. Jadi kalau ada yang kesulitan menulis, entah sulit memulai atau sulit menyelesaikan, boleh tiru cara saya. Hehehe.

Nah, suatu ketika, saya baca di sebuah blog bahwa kalau mau sukses menulis novel, harus tahu dulu seperti apa ending-nya. Saya lalu coba untuk melakukan hal tersebut. Begitu tahu mau seperti apa ending-nya, proses menulis saya jadi lebih mudah. Ya, novel saya memang belum selesai, tetapi setidaknya kini ada kemajuan. Mengarahkan cerita pun jadi tidak terlalu sulit seperti sebelumnya. Pun demikian halnya ketika saya mencoba untuk membuat cerpen. Tugas-tugas kuliah? Sekarang bisa lebih cepat karena saya mencari terlebih dahulu kesimpulannya.

Saya kemudian dipinjami teman sebuah buku yang sebenarnya cukup terkenal. Ya, judulnya adalah 7 Habits of Highly Effective People karangan Stephen Covey. Di situ, diajarkan juga prinsip begin with the end ini, tepatnya di kebiasaan kedua. Sejak itu, saya merasa bahwa prinsip ini pun sebenarnya bisa diterapkan dalam berbagai hal, tidak hanya menulis. Dan ini rupanya membantu juga diri saya agar menjadi manusia yang lebih efektif, hehehe. Bukan promo lho, ya.

Mudah-mudahan membantu, ya.

yqdmsJnHybZV3Vd9OIQF_BTPhS7a73-V.jpg ilustrasi via pixabay

125 Views
Write your answer View all answers to this question